ARTIKEL ILMIAH POPULER


Oleh:
Esep Muhammad Zaini, M.Pd.
(Pemimpin Redaksi Majalah Pendidikan Guneman)



Dalam lampiran Permen PAN RB Nomor 16 Tahun 2009 (3) Unsur PKB (3.2) Sub-Unsur: Melaksanakan Publikasi Ilmiah; (g) Membuat Tulisan Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya; (g.2) Membuat Artikel Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dimuat di media massa tingkat provinsi (koran daerah), kode 38, satuan hasil Artikel Ilmiah, Angka Kredit 1,5, untuk semua jenjang.

Artikel Ilmiah Populer (AIP) adalah tulisan yang biasa dimuat di media massa yang bersifat ilmu dengan menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kalangan (KBBI).

Dari mana saja bahan menulis AIP?
1. Jurnal pembelajaran atau agenda guru dalam mengajar.
2. Catatan dari kegiatan sekolah, komunitas atau lainnya.
3. Hasil membaca berbagai bahan bacaan (buku, jurnal ilmiah, majalah, koran, dsb.).
4. Hasil penelitian (PTK) karya sendiri atau orang lain.
5. Best practice karya sendiri atau orang lain.
6. Atau dari media lainnya.

Bagaimana bahasa yang digunakan dalam menulis AIP?
Tentu harus menggunakan bahasa (Indonesia, Sunda, Inggris) yang baik dan benar atau baku. Jangan menganggap bahasa baku itu kaku. Justru jauh lebih komunikatif. Apalagi didukung oleh kalimat efektif dan paragraf yang padu akan menghasilkan wacana/bacaan yang mudah dipahami oleh pembaca.

Bahasa umum atau bahasa populer itu bukan berarti harus menggunakan bahasa tidak baku atau slengean (slank). Justru bahasa yang bisa dipahami oleh semua kalangan.

AIP akan menjadi jembatan penghubung antara karya tulis ilmiah (PTK dan jurnal ilmiah) dengan pembacanya. Jika kita ingin mengetahui hasil penelitian secara umum, maka AIP menjadi pilihan bacaan yang tepat dan tidak menyulitkan/membosankan. Laporan penelitian setebal berapa pun, bisa disajikan dalam artikel yang panjangnya antara 750-1500 kata.

Bagaimana menuliskannya?
Gunakan saja metode dan teknik menulis cepat. Kesampingkan dulu soal-soal teknis, seperti penggunaan huruf besar, tanda baca, typo, dan sebagainya. Ingat, kita sedang mencurahkan ide-ide atau kata-kata yang ada dalam rasa dan pikir. Tuliskan saja semuanya dan semaunya. Kita harus percaya pada rasa dan pikir. Apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan saat menulis, tulislah. Sebab, kalau kita berpikir yang lain, pasti mogok.

Menulis cepat usai, lalu lakukan swasunting. Berapa kali? Ratusan. Jangan lupa siapkan KBBI, PUEBI dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Itu pendamping utama penyunting. Pendamping sampingannya: susu, kopi, camilan dan sebagainya. Asal jangan pacar, istri atau suami karena pasti menjadi pengganggu utama. Hehehe ....

Menulis AIP di majalah Guneman, selain belajar memperlancar dan mempertajam feeling menulis, juga mendapat poin 1,5 dan koin minimal 100 ribu. Garansinya, Guneman diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan telah ber-ISSN yang dikeluarkan oleh LIPI. Sehingga tim penilai kenaikan pangkat tak perlu ragu untuk menilainya.

Pada tahun ini, Guneman telah menginjak usia lima tahun. Oleh karena itu, pada akhir 2019 akan segera diajukan akreditasi ke LIPI. Target terakreditasi A (sangat baik). Insya Allah.

Selamat mencicipi!

#émz

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ARTIKEL ILMIAH POPULER"

Post a Comment