MAKNA SANG FAJAR



Oleh:

Rina Malia Chandra, S.Sos., M.Pd.

(SMPN 2 Cilawu – Garut)


 SANG FAJAR


Tak ada yang sebaik dirinya
Selalu muncul malu-malu di setiap pagi hari
Yang bereinkarnasi menjadi bintang kejora di malam hari
Dia selalu setia dan sabar melihat setiap fase kehidupan
Fajar tak pernah marah
Fajar sumber cahaya kehidupan
Dengan dimensi waktu membuatnya tangguh
Fajar menyelimutkan cahaya
Fajar memeluk dalam keheningan
Fajar selalu bahagia saat melihat senyuman
Fajar selalu menuntun sesuatu yang mutlak
Fajar benar-benar tulus
Fajar parameter pengukur kebahagiaan

Fajar adalah suatu keadaan di setiap hari ketika cahaya kemerah-merahan tampak di  langit sebelah timur menjelang matahari terbit. Waktu fajar ditandai dengan cahaya terang yang memancar secara horizontal pada garis cakrawala. Indikasinya, yaitu adanya cahaya matahari yang lemah, sementara matahari sendiri masih di bawah garis cakrawala.

Fajar bisa dijadikan analogi sebuah janji. Andai kita membuat sebuah janji maka berjanjilah seperti fajar yang tiada pernah terlambat untuk bersinar. 

Perlu diketahui bahwa waktu pagi adalah waktu yang sangat utama dan penuh berkah. Fajar hadir dini hari sebagai penghantar datangnya pagi hari. Pagi memiliki makna : 1) Bagian awal dari hari. 2). Waktu setelah matahari terbit hingga menjelang siang hari. Bisa berarti juga bagian akhir dari malam dan bagian awal dari siang.

Keutamaan waktu pagi
1.     Waktu penuh berkah dan penuh kebaikan
Sebagaimana doa Nabi  Shallallahu‘alaihiwasalam; “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu fajar.” ( HR, Abu Daud No. 2606).

Mengkhususkan waktu pagi dengan mendo’akan keberkahan daripada waktu-waktu lainnya. Waktu pagi waktu bersemangat untuk berativitas.
2.      Waktu semangat untuk beramal

Sebagaimana sabda Nabi   Shallallahu‘alaihiwasalam : “Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya , kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna. Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Lakukanlah ibadah secara kontinu di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” ( HR. Buhkari No 39 ). Ajaran agama Allah yang mudah, tidak melampauai batas kemampuan hamba-Nya.

Dengan sedikit pemahaman ini, member energy positif bagi kita untuk menempuh segala tugas yang harus dilaksanakan semaksimal mungkin. Walau sadar sepenuhnya, kita hanya manusia yang serba kurang, banyak kelemahan, dan banyak khilap. Tapi dengan modal semangat kita menjalankan segala rutinitas yang sudah diamanatkan. Seiring ritme waktu di setiap harinya, kita langkahkan kaki menuju sebuah maktab tempat kita bertugas,  Sang fajar setia menghantar kita dengan ikhlas, tanpa kata tapi member makna. Dari pagi, siang sampai sore hendaknya beraktivitas dengan tulus ikhlas, hingga kembali menjelang malam. Semoga setiap jejak kita dalam sejumlah jarak, selamanya menuai pahala berpanen berkah, sesuai dengan makna sang  fajar dan keutamaan waktu pagi hari. Aamiin

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MAKNA SANG FAJAR"

Post a Comment