Membangun Karakter dengan Camping.


Membangun Karakter dengan Camping.

Oleh:
Mardiah Alkaff

Ciri negara maju adalah masyarakatnya memiliki karakter yang kuat. Sampai saat ini negara kita masih negara berkembang. Mengapa? Ya, karena karakter bangsa kita masih rendah.
Siapa yang paling bertanggung jawab. Ya, pastinya sekolah, dunia pendidikan. Jika pembelajaran karakter di sekolah berhasil, maka karakter masyarakat dan bangsa akan kuat. Di sinilah masalahnya. Prestasi pembelajaran masih mengandalkan kognitif dan pengetahuan. Itulah kelemahan pendidikan kita. Siapa yang paling bertanggung jawab. Pastinya pelaksana pendidikan, yaitu guru.  Guru saat ini dituntut untuk cerdas, kreatif dan inovatif mencari metode belajar yang sesuai dengan selera siswa saat ini.

Pembentukan karakater pada siswa berjalan  lambat jika hanya mengandalkan kelas dan ruangan. Padahal, Kurtilas sangat menitik beratkan pada pembentukan karakter.  Namun jika guru belum siap atau tak memahami maka pembentukkan karakter akan berjalan sangat lambat.
Guru wajib mencari metode yang keluar dari zona aman. Pembelajaran konservatif,  gaya lama misalnya ceramah dan merangkum harus segera diganti dengan pembelajaran yang melibatkan  total seluruh kemampuan siswa.  Sebagai dasar, kalau remaja sangat haus dengan metode pembelajaran yang menyenangkan.

Untuk menjawab masalah tersebut, kami telah mencoba mencari berbagai alternatif pembelajaran yang membangun karakter siswa dengan hasil cepat namun dilakukan dengan mudah, meriah dan menyenangkan.

Metode camping adalah salah satu alternatifnya. Sebuah metode jitu telah mampu membangun siswa dalam suasana bahagia. Tanpa batasan ruang, waktu dan  teknik yang membuat kaku.
Mengajak siswa SMP, SMA dan putus sekolah camping, telah dilakukan pada masyarakat Desa Gunung Masigit Bandung Barat. Sabtu dan minggu, 29-30 Desember 2018 bertempat di area wisata Stone Garden yang  telah diikuti oleh 20 peserta dan 20 panitia.

Awalnya, siswa ragu dan bahkan menolak. Namun karena pendekatan bersahabat para relawan,  mereka mengikuti semua kegiatan dengan penuh semangat. Materi disampaikan dengan santai dan praktek langsung. Cara memasang tenda, pertolongan pertama pada kecelakaan, permainan out bond, makan bersama, shalat berjamaah, renungan malam dan senam pagi.
Dari kegiatan yang dilakukan, terbangunlah berbagai karakter.  Percaya diri, tanggung jawab, peduli, berani, kuat, tangguh dan kebersamaan.Semua dijalani dalam suasana menyenangkan, santai dan tanpa paksaan.  Sehingga siswa akan merasa ketagihan dan ingin mengulang kembali.

Mari menyatu dengan alam.
Kreatif keluar dari zona nyaman.


Gelap, sunyi, dingin menusuk tulang
Hiung..hiung.. braaak
Daun melambai bagai  tangan yang bergerak
Tenda bergetar  kencang
Jaket dan selimut tak mampu menahan gemericiknya gigi
 Lutut  dan kaki tak bisa diam

Dan........
Duduk termenung dalam sunyi
Kulit dan tulang semakin membeku
Hati menerawang alam malaikat
Diri terasa titik di puncak bukit
Bisikan kalbu  bersama kesucian
Ego  terbang ke langit berbintang
Ambisi tertutup udara dingin yang hitam
Hanya...
Debu yang penuh bisikan sendu merunduk
Mulut terkunci batu yang membisu
Kejujuran hadir menjawab kebimbangan
Dia hadir membisikan kedamaian

Wahai Kasihku...
Inilah kalbu  hadir dalam CintaMu
CintaMu menggetarkan hati dalam kelembutan
Kedamaian nyata dalam pelukan gelap yang makin membeku
Hanya Engkau kasih abadi
Saksinya batu kapur yang menghitam
Saksinya fosil kerang laut yang membisu
Dan ...
Kerinduan hati untuk mengulang dalam sepi
Karena...
Hadirku hanya untukMu
Kasihku hanya UntukMu
Ya, pemilik Cinta abadi

#Ngecamp_Stone_Garden
#29Des2018

#VSG_PSG

*) Mardiah Alkaff - Guru SMPN 3 Padalarang, KBB

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membangun Karakter dengan Camping."

Post a Comment