OUTDOOR CLASSROOM DAY (OCD), BELAJAR SAMBIL BERMAIN



Oleh:
 Dra. Mulus Wahya Dyatmika, M.Pd
(Guru  SDN 209 Antapani)

Pada awal bulan November lalu, Pemerintah Kota Bandung menganjurkan untuk melaksanakan OCD (Outdoor Classroom Day) kegiatan belajar di luar kelas dengan tujuan untuk menginspirasi aktifitas belajar dan bermain di luar kelas. Belajar di luar kelas ini merupakan pembelajaran yang mengitegrasikan tema pembelajaran dengan lingkungan di antaranya pengenalan cara menghadapi bencana alam, perubahan iklim, cara memelihara lingkungan supaya tetap bersih dan sikap atau perilaku (karakter) terhadap lingkungan sekitar.

Di samping itu juga dalam OCD diperkenalkan berbagai permainan tradisional yang sekarang ini kurang diminati oleh anak-anak, sebagai upaya pengalihan terhadap gadget yang hampir menguras seluruh waktu mereka sepanjang hari. Dalam permainan tradisional ini ditanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri dan bangga terhadap kekayaan budaya bangsa. Yang tak kalah pentingnya adalah penanaman pendidikan karakter melalui pembiasaan dalam kegiatan OCD ini. Sebelum belajar anak-anak diwajibkan untuk sarapan, menjaga diri supaya stamina tetap baik, mencuci tangan sebelum makan dalam upaya menjaga kebersihan pribadi, lalu dilakukan readaton (membaca buku bersama) sebagai bagian dari kegiatan literasi sekolah.

Dalam kegiatan OCD ini anak-anak begitu antusias untuk mengikuti semua kegiatan terutama mengikuti aneka permainan tradisional karena biasanya dalam permainan tradisional ini ada unsur olah raga dan game. Anak-anak pada dasarnya memang menyukai kegiatan yang dinamis, menantang dan kompetitif. Mereka berlomba-lomba untuk memenangkan aneka permainan yang disajikan oleh guru. 

Masuk ke dalam tema pembelajaran, kebetulan kelas kami sedang belajar tentang Ekosistem, maka anak-anak kami bawa untuk mengamati lingkungan disekitar sungai yang ada di tempat tersebut. Anak-anak diberi tugas untuk mencatat berbagai hal yang berhubungan dengan ekosistem, hubungan antara mahluk hidup di dalam ekosistem tersebut dan pencemaran yang mempengaruhi perubahan ekosistem. Setelah melakukan pengamatan, anak-anak berdiskusi untuk menyusun laporan hasil dari pengamatannya. Dalam kegiatan diskusi ini setiap anak belajar mengkomunikasikan apa yang dilihat dan dicatatnya, serta belajar mengidentifikasi dan mengorganisasi semua data yang diperolehnya yang kemudian dibuat laporan secara sistematis.

Hal yang paling membuat senang anak-anak adalah, dalam pembelajaran Outdoor Classroom ini adalah kegiatan bermainnya dan pengamatan secara langsung di alam, anak-anak lebih bebas berekspresi, lebih bebas bergerak dan lebih bebas berkomunikasi. Sedangkan kalau di dalam kelas semua dibatasi, banyak aturan yang membatasi siswa jika belajar di dalam kelas. Dengan banyaknya kebebasan yang didapat anak-anak ini, cara berpikir pun lebih luas dan terbuka.

Tentunya banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan belajar di luar kelas ini, diantaranya adalah :
1. Pikiran menjadi lebih jernih
2. Sistem pembelajaran terasa lebih menyenangkan
3. Sistem pembelajaran menjadi lebih real dengan objek yang bisa secara langsung dilihat
4. Sistem pembelajaran lebih kreatif
5. Anak-anak mampu mengenal dunia nyata secara luas
6. Hubungan antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru lebih dekat

Namun di samping manfaat di atas ada juga kelemahan dari Outdoor Class ini, yaitu :
1. Perhatian siswa kurang focus karena banyaknya objek yang dilihat
2. Waktu lebih banyak tersita karena banyaknya kegiatan yang harus dilakukan.
3. Munculnya minat siswa yang semu, karena perhatian yang terbagi kepada beberapa objek
4. Guru yang membimbing harus lebih sering mengingatkan siswa untuk fokus kepada tujuan pembelajaran.
5. Guru harus bisa memberi penjelasan tambahan jika siswa menemukan hal-hal yang baru diluar dari objek yang diamati.

Secara keseluruhan kegiatan Outdoor Classroom ini menjadi momen yang selalu ditunggu oleh siswa karena mereka ingin berekreasi dan refresing serta mengeluarkan energi ekstra yang tidak bisa dilakukan di dalam kelas. Dalam kegiatan ini pun guru dapat lebih mengenal karakter siswa, ada yang tidak bisa diatur, pendiam,aktif, agresif, suka ngatur, penuh inisiatif, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Maka guru bisa menentukan anak-anak yang bisa dijadikan pemimpin regu karena banyak inisiatif, aktif dan bertanggung jawab. Dan juga dapat memberikan peran atau tanggung jawab kepada siswa berdasarkan karakter yang dimilikinya.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "OUTDOOR CLASSROOM DAY (OCD), BELAJAR SAMBIL BERMAIN"

Post a Comment