PERBAIKAN KURIKULUM 2013, PEMBERIAN RUANG KREATIF PADA GURU



Oleh:

Nanin Wahyuni, M.Pd.

(SMPN 2 Kadungora)


Kurikulum 2013 menjadi bahasan utama dunia pendidikan saat ini. Banyak orang bertanya-tanya mengenai kurikulum 2013 ini mulai dari pemangku jabatan sampai masyarakat yang memiliki putra putri yang bersekolah. Banyak masyarakat menjadi sibuk dalam mempelajari dan mengimplementasikan kurikulum ini.  Menurut Murray Print (1993)  kurikulum adalah semua kesempatan belajar yang direncanakan untuk peserta didik di sekolah dan institusi pendidikan lainnya. Selain itu, kurikulum juga mengandung arti sebagai langkah kegiatan perancangan kegiatan interaksi peserta didik dengan lingkungan belajarnya yaitu interaksi dengan dirinya sendiri sebagai materi guru, dengan sumber belajar dan lingkungan belajar lainnya.
Kurikulum dapat disebut juga sebagai sebuah program pembelajaran yang berlaku di sekolah formal maupun sekolah non formal yang direncanakan secara sistematis dan terukur. Kurikulum juga mengandung tujuan, isi materi dan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh peserta didik, memiliki strategi, metode, dan evaluasi yang dirancang oleh seorang guru/ pendidik. Komponen terakhir dalam kurikulum adalah evaluasi. Komponen ini diperlukan untuk mengukur keberhasilan dalam pelaksanaan kurikulum.
Sebelum adanya perbaikan kurikulum, guru diberi beban formal untuk melakukan pembelajaran dan penilaian terhadap kompetensi sikap spiritual dan sikap siswa. Kini, kompetensi sikap sosial dan spiritual tidak lagi diberikan secara intrakurikuler pada semua mata pelajaran. Hanya dua guru yang dapat memberikan penilain sikap siswa secaralangsung, yaitu guru Pendidikan Agama Budi Pekerti dan guru PPKN. Sedangkan guru lain di luar kedua mata pelajaran ini, dapat mengajarkan dan memberi nilai secara tidak langsung.
Misalnya, seorang guru IPS atau guru Matematika dulunya diwajibkan untuk mengajarkan dan menilai kemampuan siswa dalam kegiatan berdoa. Hasil pembelajaran berdoa ini kemudian dimasukkan dalam penilaian rapor. Kini, dengan adanya penataan ulang terhadap pembelajaran dan penilaian sikap sosial dan spiritual, guru ips dan matematika tetap dapat mengajarkan siswanya berdoa, tapi tidak lagi memasukkan penilaian tersebut di dalam laporan hasil belajar siswa. “Belajar berdoa itu tidak salah, tetapi kegiatan berdoa pada mata pelajaran ips dan matematika tidak lagi jadi kewajiban guru ips dan matematika di dalam penilaian.
Meskipun tidak lagi dinilai langsung, guru setiap mata pelajaran tetap memiliki beban moral untuk mendidik siswa dalam bersikap, baik sosial, maupun spiritual. Contoh lain, jika ada guru yang menemukan siswa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kejujuran, dan karakter baik seperti nyontek, berkelahi, dan lain sebagainya, guru wajib menegur. Meskipun tidak dapat memberi penilaian langsung terhadap perilaku siswa yang melanggar, guru dapat melaporkan perbuatan siswa tersebut kepada guru yang berwenang untuk memberi penilaian, yaitu guru Pendidikan Agama Budi Pekerti dan guru PPKN. Dengan adanya perbaikan, kompetensi dasar pada sikap sosial dilakukan sebagai pembelajaran tidak langsung dan tidak dinilai secara langsung oleh guru mata pelajaran.
Metode pembelajaran menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian dalam perbaikan Kurikulum 2013. Sebagian guru menganggap metode pembelajaran dengan proses berpikir 5 M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi atau mengasosiasi dan mengkomunikasikan) bersifat prosedural dan mekanistik sehingga membelenggu ruang kreatif guru. Selama ini mereka memandang metode tersebut sebagai satu-satunya pendekatan dalam pembelajaran  di semua mata pelajaran.  Pemberian ruang kreatif membuat guru memiliki otonomi dalam proses pembelajaran sehingga mendorong pembelajaran yang aktif. Perbaikan kurikulum 2013 menandakan bahwa pendekatan saintifik bukan satu-satunya pendekatan dalam pembelajaran. 
   Menurut saya, pendekatan 5 M harus dipandang sebagai kemampuan atau proses berpikir yang perlu dikembangkan oleh peserta didik agar memiliki kebiasaan berpikir ilmiah. Pembiasaan berpikir ilmiah harus didorong agar peserta didik mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pembiasan ini dapat dibangun oleh dunia pendidikan di sekolah melalui pembelajaran aktif yang mengedepankan pendekatan ilmiah.
   Selain pada penilaian dan metode pembelajaran, perbaikan kurikulum 2013 yang saya ketahui adalah pada silabus, dimana silabus yang disiapkan oleh pemerintah merupakan salah satu model untuk memberikan inspirasi. Guru dapat mengembangkan silabus sesuai dengan pembelajaran yang akan guru laksanakan di sekolah. Nantinya guru dapat mengembangkan dan menyusun silabus sendiri sesuai kebutuhan dan konteks yang relevan bagi proses pembelajaran peserta  didik.
   Guru memiliki kebebasan ruang dalam mengembangkan pengalaman belajarnya bagi peserta didik. Tidak hanya itu, guru juga dapat menggunakan pendekatan - pendekatan pembelajaranyang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, serta kondisi sekolah masing – masing. Revisi kurikulum 2013 menuntut kecapakan berpikir tingkat tinggi yang ingin dibangun sejak usia dini pada siswa jenjang pendidikan dasar. Sebelum revisi kecakapan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills(HOTS) diberikan di pendidikan menengah.
Sebelum direvisi kompetensi  dasar untuk siswa SD hanya sampai pada tingkat memahami, SMP menerapkandan menganalisa, sedangkan SMA sampai tingkat mencipta. Pembatasan ini kompetensi dasar ini berdampak pada proses pembelajaran , seolah- olah siswa cukup sampai pada berpikir tingkat rendah, yaitu memahami, sedangkan berpikir tingkat tinggi baru dimulai pada level SMA/SMK.
   Perbaikan Kurikulum 2013 akan dilakukan secara terus - menerus seiring dengan implementasi yang berlangsung di dunia pendidikan. Perubahan kurikulum 2013 yang telah dilakukan berdampak pada paradigma kerangka berpikir dalam proses pembelajaran. Perbaikan tersebut dilakukan berdasarkan masukan-masukan yang diberikan masyarakat, seperti guru, pegiat pendidikan, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PERBAIKAN KURIKULUM 2013, PEMBERIAN RUANG KREATIF PADA GURU"

Post a Comment