RAKERNAS GURU TIK SE-INDONESIA DALAM RANGKA SOSIALISASI MATA PELAJARAN INFORMATIKA





Masuknya mata pelajaran Informatika ke dalam struktur kurikulum adalah sebuah kado terindah bagi guru TIK di seluruh Indonesia. Setelah lebih kurang 5 (lima) tahun IG-TIK PGRI berjuang, akhirnya  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhajir Effendi, MAP., mengeluarkan beberapa Permendikbud terkait mata pelajaran  baru tersebut.

Dalam rangka sosialisasi mata pelajaran Informatika tersebut, IG-TIK PGRI menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Januari 2019 di aula Gedung A Lt. 1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Senayan Jakarta. Kegiatan ini  dihadiri oleh lebih dari 200 guru TIK dan guru yang peduli TIK se Indonesia. Adapun tujuan dari acara ini adalah untuk mensosialisasikan mata pelajaran Informatika yang akan mulai diberlakukan pada tahun pelajaran 2019/2020 dari jenjang SD sampai dengan SMA/SMK.
Dalam sambutannya selaku Ketua Ikatan Guru TIK PGRI, Bapak Bambang Susetiyanto,S.Kom. menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjuangan IG-TIK PGRI, terutama kepada jajaran pengurus PB PGRI, para sponsor dan semua guru yang peduli. Beliau juga berpesan agar seluruh Guru TIK selalu berjuang membangun negeri demi masa depan anak bangsa.
Hadir sebagai keynote speaker, Dr. Unifah Rosidi,M.Pd. selaku Ketua Umum PGRI. Beliau mengatakan bahwa guru sebagai penggerak perubahan harus selalu berusaha meningkatkan kompetensi dan potensi diri.  Rekruitmen guru di era meritokrasi berbasiskan pada kualifikasi, kompetensi dan keahlian (skill). Untuk itu PGRI selalu memberi kesempatan dan peluang untuk melakukan perubahan, serta mengawal dan mendialogkan semua permasalahan guru kepada pemerintah. Terkait Informatika, bunda Unifah menegaskan bahwa Informatika merupakan keilmuan yang penting dan bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih bagi anak didik. Karena itulah pihaknya selalu mendorong dan mengawal perjuangan guru-guru TIK yang jelas rekam jejak dan dokumentasi digitalnya. Setelah secara resmi membuka acara, beliau tak lupa mengobarkan semangat hadirin dengan menyuarakan yel-yel PGRI.
Setelah prosesi acara pembukaan, dilanjutkan dengan seminar sebagai acara inti RAKERNAS. Sebagai nara sumber, panitia penyelenggara mengundang beberapa pejabat kemendikbud selaku pemangku kebijakan dan beberapa tokoh pendidikan dari perguruan tinggi, serta pakar teknologi informasi lainnya. Pendapat dan masukan dari para nara sumber yang berbeda latar belakang tersebut, diharapkan dapat memberi pemahaman yang holistic tentang Informatika dan bagaimana implementasinya di lapangan.
Bapak Benny Kusuma, Education Lead, PT. Microsoft Indonesia, menjadi pemateri pertama. Beliau memaparkan tentang proses pembelajaran dengan menggunakan TIK di dunia pendidikan di Indonesia menuju era revolusi industri 4.0. Materi yang sama ditambahkan oleh Bapak Rudy Darmawan Mulyadi dari APKOMINDO.
Sesi selanjutnya giliran Ibu Sri Hidayati, S,Si, M.Si., Kepala Bidang Pusat Kurikulum dan Perbukuan (puskurbuk). Beliau memaparkan implementasi dan arah pengembangan mata pelajaran Informatika sebagai upaya pemerintah untuk membekali siswa agar mengarah pada kecerdasan literasi digital. Guru harus mengetahui kebutuhan peserta didik di abad 21 yang setidaknya harus memiliki tujuh (7) profil berikut yakni sebagai digital citizen, knowledge constructor, innovative designer, computational thinker, creative communicator, global collaborator dan empowered learner. Sedangkan Bapak Temu Ismail,M.Pd.,Ditjen GTK Kemendikbud menyampaikan materi tentang kompetensi yang harus dikuasai guru dalam menyongsong mata pelajaran baru tersebut. Pada sesi tanya jawab, kedua nara sumber dari kemendikbud ini diberondong pertanyaan dari peserta yang antusias menyuarakan permasalahan sekitar dampak dihapuskannya mata pelajaran TIK di Kurikulum 2013 dan implementasi mata pelajaran Informatika mendatang.
Setelah ishoma, 3 (tiga) orang pakar dihadirkan sekaligus dalam satu sessi. Dimulai oleh Guru Besar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Bapak Prof. Dr. Deni Darmawan,S.Pd., M.Si., MCE, yang mengupas TIK atau Informatika dari sudut keilmuan. Prof. Deni berpesan agar guru menguasai KI dan KD Informatika lalu meramunya menjadi practices value. Guru juga harus melakukan classroom action research (Penelitian Tindakan Kelas) serta mempubilkasikan hasil penelitiannya dalam bentuk KTI, buku, artikel dan jurnal ke media massa.
Pemateri berikutnya adalah Prof. Eko Indradjit, ketua Smart Learning Centre PGRI dan juga Pembina IG-TIK PGRI. Beliau menjelaskan tugas guru di era digital yaitu “Learning IT” dan “IT for Learning”. Guru harus belajar teknologi informasi dan memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran. Prof. Eko juga menambahkan bahwa di era digital dimana semua bahan ajar sudah tersedia di internet, maka guru dituntut untuk menguasai cyber pedagogy, sebuah ilmu atau pendekatan pengajaran berbasis internet yang melibatkan semua disiplin ilmu (lintas maple) untuk menjawab sebuah pertanyaan/permasalahan. Dalam hal ini peserta didik dipastikan melalui serangkaian proses pembelajaran yang melibatkan kegiatan mencari informasi, menganalisis, membandingkan, mengkolaborasikan, mendiskusikan, menyimpulkan dan lain-lainnya. Pendekatan yang mengutamakan proses ini akan melahirkan generasi yang kompeten yang memiliki kompetensi logika yang tinggi, berpikir secara algoritmis, sistematis dan holistic, serta belajar secara empiris.
Pemateri terakhir yaitu Bapak Dr. Indra Charismiadji. Pakar pendidikan yang sering muncul di televisi ini menghimbau agar segera mengubur nomenklatur TIK dan menggantinya menjadi Informatika. Kepada para guru yang hadir juga berpesan untuk segera membentuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), terutama MGMP Informatika. Hal ini dimaksudkan untuk menyongsong tahun pelajaran baru dimana pemerintah sudah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan di MGMP.
Dari tanya jawab antara ketiga pemateri dan peserta seminar, dapat disimpulkan bahwa kebangkitan informatika melahirkan tugas besar bagi para guru. Siapkah guru-guru Indonesia mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan mereka untuk dapat bersaing di era revolusi industry 4.0? Jawabannya ada di pundak kita, para guru.
Reportase oleh : Yoyon Supriyono,S.Pd.,M.Pd. (pengurus IG-TIK PGRI)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RAKERNAS GURU TIK SE-INDONESIA DALAM RANGKA SOSIALISASI MATA PELAJARAN INFORMATIKA"

Post a Comment