TBM SEBAGAI MITRA MEMAJUKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH


Oleh :
Endang Wahyu Widiasari, M.Pd.

Guru IPS Di SMPN 4 Cikalongwetan


Hari ini dari rumah langsung menuju kantor BJB. Inginnya mendapat antrian paling awal, akan tetapi apa boleh buat walaupun bank belum buka namun mendapatkan antrian nomor 9. Pikirku dalam hati paling jam sembilan juga beres. Akan tetapi ada gangguan jaringan yang membuat para nasabah lama menunggu.

Alhamdulillah, Jam 10.30 selesai juga, tadinya mau langsung ke sekolah karena ada jam mengajar dua jam setelah istirahat. Selalu saja ada perasaan tidak tenang dalam hati ketika harus meninggalkan anak-anak. walaupun hari ini hanya mengajar dua jam, namun ku upayakan untuk datang ke sekolah. Tapi apa daya hujan turun begitu derasnyanya, “sudahlah pulang ke rumah saja begitu kataku dalam hati”.

Sesampainya di rumah ternyata ramai sekali di taman baca. Terlihat ada anak-anak yang memakai seragam merah putih sedang asyik membaca dan juga mewarnai. Ketika ku tanya, "Ini lagi istirahat?" mereka menjawab, "Iyah Ibu." Bahkan ada juga yang menjawab, “Kalau istirahat suka di suruh Ibu Guru main ke sini, katanya supaya pintar.” Kebetulan rumahku dekat dengan salah satu sekolah dasar.

Terlihat anak-anak sibuk bukan hanya membaca buku saja. Ada yang bermain ayunan sambil membaca buku, ada yang mewarnai, ada yang sibuk ingin meminjam beberapa buku untuk dibawa ke rumah dan ada juga yang bermain puzzle. Semua gerak gerik mereka membuatku tersenyum bahagia.

Terdengar ada bel masuk. Aku mengingatkan anak-anak untuk segera masuk kelas. Ada juga yang berkata, “Ah keur resep-resep”. Kutanya mereka, “Apakah senang berada disini?” Mereka menjawab dengan kompak, “Senang Bu, segar.” Alhamdulillah kata ku dalam hati.

Bahkan beberapa anak-anak kelas 1 dan 2 yang sudah pulang sekolah mereka asyik menunggu jemputan orang tuanya, dengan membaca dan ada juga memasang puzzle. Katanya "Mamah suka menyuruh menunggu di sini sambil baca buku."
“Wah hebat!” jawabku sambil mengacungkan jempol.

Ada hal yang membuatku terharu pada mereka. Ketika selesai membaca mereka langsung membereskan buku bacaan dan menyimpan ke tempat semula, bahkan secara reflek mereka mengambil sapu dan membereskan lantai yang kotor. Sehingga lantai tampak bersih dan buku-buku tersimpan rapih kembali di rak. Rupanya pendidikan karakter mulai tumbuh dan tertanam dalam diri mereka.

Buku sekarang menjadi teman dikala mereka istirahat. Bahkan sore hari sering juga warga baik ibu-ibu ataupun bapak-bapak yang berkunjung, untuk membaca ataupun untuk mengasuh anak-anak mereka. Dilihat dari buku daftar kunjungan dari hari ke hari terlihat jumlah pengunjung semakin banyak, ini bisa menjadi salah satu indikator kalau masyarakat mulai suka berada di taman baca.
Walaupun ide awalnya membuat taman baca ini hanya sederhana saja, ingin menyimpan koleksi buku-buku yang dimiliki dan disimpan dalam satu tempat supaya terlihat tertib dan rapih.Akhirnya dipilihlah tempat di depan halaman di atas garasi untuk menyimpan buku-buku ini. Kami sering menyebutnya dengan saung baca.
Saung baca menjadi tempat kami sekeluarga melepas lelah sehabis seharian bekerja.Selain udaranya segar, rindang ada juga kolam ikan kecil.Walaupun sederhana tapi membuat betah dan nyaman berada di saung baca ini. enak kalau dipakai untuk istirahat.
Namun lama-kelamaan banyak juga tetangga yang berkunjung, akhirnya tempat ini boleh digunakan untuk siapa saja, asalkan dipergunakan untuk hal-hal positif.
 Alhamdulillah tahun 2018 saya mendapatkan hadiah Rp. 20.000.000 dari pemilihan Guru Inspiratif Jabar, uang itu saya pergunakan untuk merenovasi taman baca. Insyaallah sekarang juga masih dalam proses renovasi, rencananya ingin menambah saung-saung lagi agar masyarakat lebih tertarik membaca buku dan melakukan aktivitas disini.

Banyak program yang dilakukan di sini. Program-program tersebut di antaranya adalah; pengajian rutin sebulan sekali, demo memasak, pemimjaman buku pada masyarakat, pemberian hadiahkepada pengunjung yang banyak membaca buku, perlombaan-perlombaan yang berhubungan dengan literasi, memperkenalkan tanaman-tanaman obat keluarga. Rencananya kami juga akan tamasya gratis khusus untuk anak-anak yatim piatu, ada juga program kewirausahaan dan juga pemberian hadiah di hari-hari tertentu bagi pengunjung yang datang.
Walaupun taman baca yang kami buat belumlah sehebat taman baca yang sudah maju, tapi kami punya mimpi untuk menjadikan daerah kami sebagai kampung literasi. Pernah juga ada tetangga yang meminta ijin untuk menyelenggarakan acara ulang tahun putranya di taman baca ini.Walaupun ketika itu ada juga perasaan heran namun akhirnya saya beri ijin, dengan syaratnya  harus dihubungkan dengan kegiatan literasi dan juga ada mamfaat bagi masyarakat. Alhamdulillah ketika itu acara ulang tahun nya diisi dengan doa bersama dan juga beberapa acara hiburan, bahkan ada doorprize-nya dengan hadiah buku-buku.
Buku-buku yang ada di taman baca ini untuk sekarang baru berjumlah kurang lebih 1000 judul itupun koleksi pribadi. Jenis bukunya ada untuk anak-anak Sekolah dasar, SMP, SMA, keguruan, dan umum, ada juga majalah berbahasa sunda dan koran untuk anak dan umum.  Untuk biaya perawatan dan juga untuk penjaganya setiap bulan saya keluarkan dari dana pribadi.Walaupun mungkin honor yang diberikan tidaklah memadai tapi para penjaga intinya bukan mencari honor, mereka benar-benar ingin membantu dan juga menggerakan literasi. Mereka adalah pejuang-pejuang literasi, sering kusebut relawan-relawan pustakawan.
Seyogyanya pustakawan adalah berpendidikan minimal sarjana, tapi relawan-relawan ini hanya berpendidikan SMP saja.Walau hanya berpendidikan SMP tetapi mereka membuat saya bangga dan terharu. Kemauan dan etos kerja untuk memajukan literasi sangat tinggi, sehingga tidak begitu sulit bagi saya untuk mengajarkan tentang ilmu perpustakaan yang saya miliki dari hasil pelatihan beberapa tahun yang lalu.
Rencananya para pustakawan ini akan saya ikutkan pada kegiatan pendidikan paket C, agar pengetahuan dan pendidikan nya meningkat. Sehingga ke depannya pengelolaan taman baca ini semakin baik dan juga lebih profesional, serta keberadaannya semakin dirindukan oleh masyarakat sebagai tempat yang menyenangkan dan mendatangkan berbagai mamfaat untuk kemajuan masyarakat.
Berada di taman memang menbuat pikiran kembali segar, badan menjadi fresh kembali bahkan rasa lelah setalah seharian bekerjapun bisa hilang seketika ketika berada di taman.
Menurut Buku pedoman Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (2006: 2), fungsi taman bacaan masyarakat adalah :
  1. Sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk belajar mandiri, dan sebagai penunjang kurikulum program Pendidikan Luar Sekolah, khususnya program keaksaraan. 
  2. Sumber informasi yang bersumber dari buku dan bahan bacaan Iainnya yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat. 
  3. Sumber penelitian dengan menyedikan buku - buku dan bahan bacaan Iainnya dalam studi kepustakaan. 
  4. Sumber rujukan yang menyediakan bahan referensi bagi pembelajaran dan kegiatan akademik Iainnya. 
  5. Sumber hiburan (rekreatif) yang menyediakan bahan - bahan bacaan yang sifatnya rekreatif untuk memanfaatkan waktu senggang untuk memperoleh pengetahuan/informasi baru yang menarik dan bermanfaat.

Dari uraian diatas TBM menjalankan beberapa fungsi. Fungsi tersebut terdiri dari fungsi pembelajaran, hiburan dan informasi. Sekolah, keluarga dan masyarakat memiliki peranan yang cukup vital terhadap gerakan literasi. Sudah saatnya masyarakat kita bertransformasi menjadi masyarakat yang gemar membaca, seperti masyarakat di negara maju yang telah memiliki motivasi intrinsik untuk membaca.

Harapan kami semua, semoga suatu hari nanti masyarakat kita akan menjadi masyarakat yang literat dan masyarakat yang madani.Masyarakat yang selalu memelihara perilaku yang baik, menjaga sopan santun, berbudaya tinggi, sejahtera lahir dan bathin, salah satu upayanya melalui gerakan literasi yang sekarang sedang digalakan.


Ayo bantu masyarakat untuk keluar dari keterbelakangan, salah satunya dengan meminjamkan buku yang kita miliki kepada mereka.

Semoga perjuangan ini akan menbuahkan hasil.
 Cikalongwetan, 23 Januari 2019



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TBM SEBAGAI MITRA MEMAJUKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH"

Post a Comment