FKGIPS NASIONAL PEDULI PENDIDIKAN KORBAN TSUNAMI

Ketum PP FKGIPS Nasional sesaat setelah membagikan donasi.

Banten-Guneman. Di penghujung tahun, tepatnya 22 Desember 2018, Banten dan Lampung berduka. Terjangan tsunami meluluhlantakan wilayah Pesisir Selat Sunda. Berdasarkan data yang dirilis oleh BNPB, sekira 426 orang meninggal dunia, 7.202 korban luka-luka, dan 40.386 mengungsi.

Duka melanda dan melumpuhkan semua aktifitas di daerah terdampak tersebut. Kerugian material juga demikian. Akan tetapi yang lebih menyayat hati dan menyentuh empati, generasi muda Indonesia yang terhenti sejenak dalam menuntut ilmu. Semua hilang, pun ada tersisa sudah rusak dan tidak bisa digunakan.

FKGIPS Nasional bahu membahu bersama relawan.
Sehari setelah kejadian, relawan mulai berdatangan, bahu membahu meringankan derita. Mereka mencoba membangun asa untuk kembali memberikan harapan bahwa semua belum berakhir, bangkit dan survive menjalani kehidupan. Relawan yang bergerak di berbagai bidang keahlian, saling mengisi segmen yang kosong untuk membangun kembali kehidupan di pesisir selat sunda yang terdampak. Kondisi itulah yang memantik FKG IPS Nasional sebagai organisasi profesi guru terpanggil untuk berkontribusi dalam membangun kembali daerah terdampak.

Sebagaimana disampaikan oleh Wijaya, M.Pd., ketua Umum PP FKG IPS Nasional, "FKG IPS Nasional mengadakan program FKG IPS Nasional Peduli Pendidikan sebagai partisipasi dan empati terhadap korban terdampak khususnya peserta didik. Paket bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah." ungkapnya.

Donasi dari guru-guru IPS yang menitipkan melalui FKG IPS Nasional, dikonversi menjadi 80 paket perlengkapan sekolah yang didistribusikan kepada korban terdampak. Bukan sedikit banyaknya, tetapi tentunya kontribusi tersebut sebagai bagian dari kepedulian sebagai makhluk sosial dan atas dasar kemanusiaan.

Anak-anak korban Tsunami ketika menerima bantuan.
Bantuan paket perlengkapan sekolah tersebut langsung didistribusikan secara bertahap kepada peserta didik yang membutuhkan. Dikhususkan bagi yatim piatu dan fakir miskin.

Wijaya yang juga berdomisili di Kabupaten Lebak Banten sekira 1,5 jam perjalanan dari lokasi bencana mengungkapkan, "Bagi saya senyum mereka memberikan kebermaknaan, penegasan bahwa kita adalah manusia yang harus memiliki empati dan berbagi dengan hati atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT," pungkas relawan yang sudah aktif sejak 2004 ini. (Enang Cuhendi-Guneman)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "FKGIPS NASIONAL PEDULI PENDIDIKAN KORBAN TSUNAMI"

Post a Comment