KEBERHASILAN DI MATAKU


                                                              
www.freepik.com
Oleh :
Arzetha Maulida Retha.*)

Mungkin Bella merupakan salah satu anak yang tidak seberuntung anak lain. Baginya seluruh pesona dunia terlihat sama saja. Hanya hitam kelam yang menyelimuti penglihatannya. Bella seorang anak yang tidak bisa merasakan anugerah Tuhan, dan itu berlangsung semenjak ia dilahirkan.
Di masa kecil Bella tidak pernah merasakan bangku sekolah. Ia juga tidak diijinkan bermain dengan anak sebayanya. Bella hanya anak buta yang tak tau apa apa tentang dunia.
"Bella apa yang kau lakukan?" tanya wanita paruh baya yang tak lain ibunya.
Tanpa melihat pada sang ibu Bella menjawab,"Entah,aku sangat suka mencorat coret meja."
Ya,begitulah kehidupan kecil Bella, sangat membosankan. Hanya bermain dengan satu buah kuas bewarna dan dicoretkan kepada benda-benda disekitarnya. Tanpa ia tau apa yang sedang diperbuatnya.
Seiring berjalannya waktu, Bella tumbuh menjadi wanita yang sangat gemar sekali mencorat- coret kanvas dan kertas, orang menyebutnya melukis. Sangat banyak orang yang meragukan bakat gadis buta itu, bahkan tidak sedikit yang tertawa ketika mendengar hobby Bella adalah melukis.
Mana mungkin orang buta bisa ngelukis?
Haha jangan harap deh jadi pelukis.”
Liat objek aja gabisa,gimana mau ngelukis.”
Seperti itulah cemoohan orang-orang di sekitar Bella, bahkan mama dan papanya saja sempat meragukan kemampuan anak gadisnya yang belum pernah merasakan sekolah itu.
Hari hari Bella hanya berdiam diri di kamar dengan kuas dan kanvas. Ia selalu mengunci kamarnya dan tak pernah berani untuk menunjukkan karyanya kepada semua orang. Bella tahu ejekan dari mereka adalah resikonya.
Sore itu seperti hari hari pada biasanya, Bella menghabiskan waktunya dengan cat-cat yang ia taruh pada kanvas berukuran sedang.
Tok... tok... tok.
Ketukan pintu itu berhasil membuat Bella menghentikan aktifitasnya dan berjalan ke sumber suara layaknya orang buta.
"Bella makan dulu saying," ucap ibunya yang berdiri di depan pintu.
"Bella nyusul aja. Bella belum selesai Bu," jawab Bella.
Ibunya tersenyum,"Boleh ibu masuk?"
Bella membulatkan kedua matanya "Jangan Bu!"
"Kenapa? Dari kecil kamu sangat gemar melukis, tapi kamu belum pernah menunjukan karyamu pada Ibu,"  ibunya memotong ucapan Bella.
Dengan sekali hentakan, wanita itu menerobos kamar anak gadisnya yang dipenuhi cat air berserakan. Matanya terpaku pada satu benda yang membuat hatinya perlahan goyah. Satu benda yang membuat matanya berbinar-binar, sebuah kanvas.
"Bella,ini lukisanmu?" tanya ibunya dengan pandangan yang masih pada sebuah kanvas berobjek pemandangan indah yang tertulis di sana Labuan Bajo.
"Darimana kamu tahu keindahan Labuan Bajo? Darimana kamu belajar melukis sebagus ini? Kamu kan tidak bisa..." rentetan pertanyaan dari ibunya itu terpotong.
Bella menghampiri ibunya,"Ibu pernah bilang kalau Labuan Bajo itu indah, ada banyak pohon kelapa di sana, lautnya biru dan gak bersampah, Bella bisa melukis ini karena ibu. Bella bisa mengenal Labuan Bajo dengan cara Bella mendengar. Bella bisa mengenal warna karna Bella merasakan. Ibu tahu? Tuhan pasti memberikan suatu kelebihan dibalik kekurangan yang kita miliki,dan Bella percaya itu"
Mendengar pernyataan dari gadis 16 tahun itu,ibunya tersenyum penuh arti.
"Lalu kenapa kamu gak tunjukan bakatmu ini pada orang orang di luar sana?" tanya ibunya.
Senyum Bella memudar "Bella malu, ibu pasti tahu yang akan mereka bilang."
Ibunya tersenyum, ia paham sifat anaknya yang pemalu karna kekurangan yang ia miliki itu. Ia hanya perlu waktu yang tepat untuk menunjukan hasil karya anaknya pada semua orang.
Tanpa sepengetahuan Bella, ibunya membawa lukisan Bella kepada tim seni di desanya. Mereka bukan hanya kagum melihat lukisan gadis buta itu, tetapi mereka juga mengundang Bella untuk mengikuti lomba lukis mewakili kabupatennya.
Bella yang tidak tau apa apa, bersedia mengikuti lomba setelah ibunya memaksa Bella untuk menunjukan bakatnya dan membuktikan bahwa ia tak seperti yang mereka pikirkan.
Satu bulan berlalu, Bella telah mengikuti lomba melukis se-Indonesia itu. Sebelumnya memang banyak orang yang tidak percaya bahwa kenyataannya ada gadis buta yang mengikuti lomba besar itu.
Namun, semua yang mereka duga terhadap Bella itu salah. Setelah pengumuman pemenang dari lomba melukis se-Indonesia itu diselenggarakan, semua orang di seluruh dunia tahu, nama Isabella Giska lah yang kini terpapar di semua situs-situs dunia karena ia telah menjadi juara pertama melukis se-Indonesia.
Tak sedikit pewawancara dunia yang mewawancarai gadis buta berprestasi yang tak pernah mengenal sekolah itu. Tak sedikit pula orang yang mengundang Bella ke acara acara hanya untuk menguji kemampuannya dan membeli karya lukisnya dengan harga tak sedikit.
"Bagaimana kamu bisa melukis sehebat ini dengan kekuranganmu yang membuat banyak orang tak percaya?" salah satu pembawa acara itu bertanya pada gadis buta di depannya.
"Semua ini karena ibu saya. Ibu yang mengajarkan saya bisa melihat dengan cara mendengar dan merasakan. Ibu juga yang telah membantu langkah saya hingga saya sesukses ini. Terima kasih, Bu" tutur Bella dengan senyum keberhasilan di wajahnya.

*) Arzetha Maulida Retha.  Adalah siswa kelas VIII-B SMPN 3  Limbangan   Kab. Garut, peserta Pelatihan Menulis L3 2019


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "KEBERHASILAN DI MATAKU"