MAKAN SIANG BERLAUK BANGKAI


Oleh: Meiria


Tik-tok-tik-tok, waktu menunjukkan pukul 12.10. Beberapa karyawan C.V Maju Mundur Bersama tengah bermalas-malasan di depan komputer. Pegawai yang bekerja di bidang jasa travel dan pengiriman barang itu tak banyak dan sedang dalam waktu  istirahat.  Mereka sedang menunggu Paijo, office boy yang sedang membelikan makan siang di warteg seberang jalan.

Tak beberapa lama, Paijo pun datang dengan membawa beberapa nasi bungkus. Sekretaris, front officer dan beberapa orang berkumpul di meja sudut yang hanya muat sekitar enam orang. Tanpa arahan resmi, mereka membuka bungkusan masing-masing.

“Eh, denger-denger, Pak Bos mau menikahkan anaknya, Selly,” ujar Kiki memecah syahdunya makan siang.

“Oh ya?”

“Iya, sama lelaki bernama Duta. Tapi... katanya tidak disetujui oleh nyonya besar lho,” tambah Si Rika.

“Emang kenapa?” tanya yang lain.

“Katanya sih, Si Duta ini masih ngontrak, baik rumah maupun kerjanya.”

“O... takut masa depannya suram kali ya?”

“ Yah, namanya juga cinta.”

“ Yah, makan tuh cinta. Hari gini, please deh ... money is everything.”

“Ya nggak tahulah ya... jadi apa enggak. Kemarin nyonya besar sempat marah-marah gitu.”

Begitulah para karyawan asyik menikmati makan siang dengan bumbu-bumbu obrolan yang kurang penting. Tanpa mereka sadari, mereka menambahkan lauk dengan berupa bangkai. Bukan sembarang bangkai, melainkan bangkai saudaranya sendiri. Sebagaimana yang sudah tertuang dalam quran,
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyanyang." (Al-Hujurat: 12).

Memang, makan bersama adalah momen yang menyenangkan, bahkan presiden pun pernah menggunakan diplomasi makan siang untuk meredakan ketegangan. Hanya saja, alangkah baiknya obrolan yang terjadi saat makan siang atau dimanapun itu, sebaiknya yang bermanfaat. Banyak topik yang lebih elegan untuk didiskusikan apalagi bagi kalangan yang mengaku educated. Alih-alih menggosipkan orang yang belum tentu benar dan tak ada pengaruhnya dengan kehidupan kita, lebih baik cari topik yang lain seperti next project, berbagi tips, informasi yang berfaedah, dan masih banyak lagi.Semoga saya, Anda, dan kita semua bebas dari aktivitas makan bangkai tersebut. 
Ah ...sudah makan bangkai, manusia pula. Masih banyak kok lauk yang lebih menyehatkan. (Penyunting: Saeful Amri)

*) Meiria  adalah Guru SDIT Mentari Indonesia Kabupaten Bekasi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MAKAN SIANG BERLAUK BANGKAI"

Post a Comment