MISTAKES DAN ERRORS DALAM MENULIS




Oleh: Iwan Al-Aswad


Menuliskan sebuah ide atau gagasan tidaklah mudah bagi penulis pemula. Kesalahan demi kesalahan sering terjadi. Oleh karenanya untuk menerbitkan sebuah buku novel, cerpen, dan karya tulis lainnya, sebelum dicetak perlu adanya penyuntingan. Di sinilah peran seorang editor diperlukan. Menjadi seorang editor memerlukan kompetensi khusus dalam bidang analisis tulisan. Di samping kepiawaian seorang penulis, kualitas sebuah karya juga ditentukan oleh kejelian dan keahlian seorang editor agar tulisan menjadi ramah baca.

Seorang penulis memiliki ide dan gagasan untuk dituangkan dalam sebuah karya. Namun dalam penulisannya, terutama penulis pemula, sering kali ditemukan kesalahan-kesalahan. Menurut para ahli,di antaranya Chomsky (1965) dan Corder (1967), terdapat dua jenis kesalahan dalam berbahasa.Menurutnya, kesalahan tersebut disebabkan karena beberapa faktor antara lain; (a) faktor-faktor kelelahan, keletihan, dan kurangnya perhatian, yang oleh Chomsky (1965) disebut faktor performansi, kesalahan performansi ini, yang merupakan kesalahan penampilan, dalam beberapa kepustakaan disebutmistakes.(b) kesalahan yang diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai kaidah-kaidah bahasa, yang disebut oleh Chomsky (1965) sebagai faktor kompetensi, merupakan penyimpangan-penyimpangan sistematis yang disebabkan oleh pengetahuan pelajar yang sedang berkembang mengetahui sistem B2 (bahasa kedua) disebut errors(Corder,1967). Memang perbedaan antara kesalahan performansi (mistakes) dan kesalahan kompetensi (errors) ini sangat penting dicermati, tetapi harus diakui bahwa acapkali sulit menentukan sifat dan hakikat suatu penyimpangan tanpa mengadakan analisis yang cermat.

Sebuah kata dikatakan salah performansi (mistakes) apabila kata tersebut hanya salah tulis satu atau dua kali, ada kalanya ditulis dengan benar (lebih sering). Sedangkan salah penulisan akibat kesalahan kompetensi (errors), kesalahan penulisan kata bersifat permanen dari awal sampai akhir tulisan.

Kesalahan performansi (mistakes) yang terdapat dalam sebuah tulisan biasanya dimaklumi oleh pembaca. Mereka masih percaya bahwa penulis memahami apa yang dia tulis dan penulis masih mendapat kepercayaan dari pembaca.

Berbeda dengan kesalahan performnasi (mistakes), kesalahan kompetensi (errors) dalam sebuah karya tulis akan berakibat fatal. Karya penulis yang mengandung kata 'salah kompetensi' akan dihakimi dengan “kejam” oleh pembaca. Karya tulisnya tidak akan dibaca karena mereka beranggapan bahwadiri penulis sendiri tidak memiliki kompetensi dalam hal menulis.

Untuk mengatasi hilangnya kepercayaan pembaca terhadap penulis, maka editor berfungsi sebagai Juru Selamat. Meski demikian, sang Penulis pun perlu dan wajib untuk senantiasa membekali diri dengan ‘senjata utama' dalam menulis agar sang ‘Juru Selamat' lebih ringan dalam bekerja.
Semoga bermanfaat.

(Tulisan ini hanya untuk mengingatkan diri penulis sendiri)

Sumber bacaan:Tarigan,HenryGuntur.1988.PengajaranPemerolehanBahasa.
Bandung:Angkasa.
 
 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MISTAKES DAN ERRORS DALAM MENULIS"

Post a Comment