Peran Ekonomi Islam untuk Solusi Permasalahan Ekonomi Indonesia



Oleh: Keukeu Koisah


Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari tentang aktivitas seseorang atau sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa.  Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan nomos yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."

Sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang dalam pelaksanaannya berlandaskan syariat Islam dengan berpedoman kepada Al-Qur’an dan sunnah. Sistem ekonomi Islam mempunyai perbedaan yang mendasar dengan sistem ekonomi yang lain, dimana dalam sistem ekonomi Islam terdapat nilai moral dan ibadah dalam setiap kegiatannya, karena ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat.

Manusia sebagai khalifah dimuka bumi tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua yang ada di muka bumi adalah milik Allah semata. Di dalam menjalankan kegiatan ekonominya Islam sangat mengharamkan kegiatan riba (kelebihan). Proses ekonomi Islam dalam pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna menselaraskan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Nilai Islam bukan semata-mata untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh makhluk hidup di muka bumi karena Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang paling benar dan paling sempurna.

Berbicara tentang ekonomi tentunya kita akan membahas tentang kegiatan berekonomi, yaitu kegiatan manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Ya kita sebagai manusia pasti mempunyai kebutuhan serta keinginan yang harus dipenuhi untuk mencapai kepuasan hidup tersendiri. Kebutuhan adalah hal paling penting berupa barang dan jasa yang harus dipenuhi untuk menunjang keberlangsungan hidup kita, sedangkan keinginan adalah segala kebutuhan lebih terhadap suatu barang atau jasa yang ingin dipenuhi pada sesuatu hal yang dianggap kurang oleh kita.

Ekonomi bisa disebut sebagai jantung kehidupan. Kenapa ? Karena terbukti banyak sekali orang-orang yang tergila-gila dengan harta dan banyak juga orang yang menjadi gila karena harta. Perekonomian masa sekarang sangat jauh sekali bedanya dengan perokonomian zaman dulu.Di era globalisasi dan milenial ini banyak sekali perubahan yang terjadi sesuai dengan perkembangan zaman serta perkembangan teknologi. Meski secara teknis berbeda dengan sistem ekonomi lainnya tetapi konsep ekonomi Islam tetap harus menjadi rujukan terutama ummat muslim, walaupun masih saja dipandang sebelah mata oleh masyarakat modern saat ini. Sektor perbankan misalnya, meski perbankan syariah sudah mulai tumbuh, namun pertumbuhannya masih kalah jauh dibandingkan perbankan konvensional.

Berbagai masalah ekonomi syariah terutama di Indonesia ternyata masih begitu besar. Hal ini dapat menjadi tantangan yang harus dibenahi serta lebih diperhatikan untuk menumbuhkan pemahaman masyarakat mengenai sistem ekonomi Islam oleh semua kalangan terutama kaum muslim di Indonesia. Maka istilah yang tepat untuk menggambarkan kondisi saat ini adalah Ekonomi Islam bukanlah sebuah “pengganti” dari ekonomi konvensional, tetapi bagaimana kita “membangkitkan” ekonomi Islam yang sudah lama redup untuk menjadi solusi di tengah tantangan ekonomi konvensional yang belum mampu menjawab tantangan zaman.

Oleh karena itu, perlu adanya pemetaan faktor yang bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi islam dan peng implementasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan pemahaman dari para ulama yang lebih paham tentang fiqih muamalah dan ekonomi islam melalui kajian di mesjid atau di media lain, mengingat ulama sejatinya mempunyai peran “sakral” dalam menjadi agent of change di masyarakat karena seorang ulama adalah orang yang bisa menjadi penggerak dan katalisator untuk mengajak masyarakat dalam membangun ekonomi umat. Selain itu peran pemerintah juga sangat terhadap pengembangan literasi ekonomi islam di Indonesia. Karena pemerintah mempunyai peran sebagai pembuat kebijakan dan dan mempunyai kuasa tertinggi dalam pengambilan kebijakan secara legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Semoga Indonesia bisa sepenuhnya menjadi negara yang menerapkan sistem ekonomi Islam, sebagai solusi semua masalah perekonomiannya. Yang terpenting adalah keridhoan Allah SWT dan kemaslahatan seluruh bangsa Indonesia, serta kemajuan negara tanpa harus menyimpang dari ajaran Islam.


Keukeu Koisah 
Mahasiswa Semester 1 Prodi Ekonomi Syariah STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Peran Ekonomi Islam untuk Solusi Permasalahan Ekonomi Indonesia"

Post a Comment