PERANG ULANGAN



Oleh
Siti Intan*)

Hari itu adalah hari di mana kita sebagai pelajar sedang sibuk-sibuknya. Boleh dikatakan sih hari itu adalah ulangan. Ya begitulah, ketika hari ulangan tiba, kita sebagai pelajar akan bersiap-siap mematangkan materi  untuk  tes dihari esok. Namun, ternyata oh ternyata, bekangan ini istilah ulangan menjadi masalah yang sangat besar, bagaikan rudal yang menyerang kepala pelajar di zaman ini. Mereka merasa ulangan itu bagaikan peperangan yang memerlukan gencatan senjata, amunisi, dan strategi yang matang. Itulah paradigma pelajar di zaman ini mengenai ulangan. Oh... memang begitu rumit bukan? Tapi begitulah faktanya.
Ulangan yang sedianya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan pelajar, justru di zaman ini malah menjadi arena peperangan. Pertanyaannya, perang dalam hal apa? Yaitu perang dalam hal strategi, hati, jiwa, bahkan perasaan. Pelajar yang seharusnya menciptakan strategi belajar, malah menyiapkan bagaimana strategi untuk membuat contekan. Berbagai cara dilakukan untuk memperlancar niatan mereka. Hanya karena takut nilai jelek dan tidak lulus dalam ujian. Menyedihkan sekali ya, kita  malah mengambil jalan pintas untuk meraih keberhasilan.
Alangkah sungguh memprihatinkan bukan? Mengapa kegiatan ulangan ini menjadi ajang ketidakjujuran. Bagaimana mau mengurus bangsa jika pelajarnya saja sudah berani melakukan tindak kecurangan. Mungkin saja beberapa tahun ke depan mereka bisa menjadi koruptor yang handal yang melakukan berbagai cara untuk memenuhi keinginan mereka. Menakutkan sekali ya?
Hal ini sangat mengesalkan bagi sebagian pelajar. Ingin lulus ulangan dan mendapat nilai sempurna saja harus perang terlebih dahulu. Buat strategi panjang-panjang dan banyak  lagi, tapi hasilnya nol besar kejujuran pun dikorbankan karena sebuah nilai yang belum pasti menjadi penentu kesuksesan kita. Sungguh hal yang menambah kesemrautan hidup ini.
Oke, memang dari sini kita belajar bahwa strategi itu memang penting sih, tapi kejujuran lebih penting dibandingkan kita menyusun banyak strategi tapi malah menjerumuskan kita ke dalam keburukan yang menyusahkan kita di kemudian kelak. Sungguh beratya tugas pelajar di zaman ini. Tapi ingat jangan pernah menyerah ya, dengan kejujuranpun kita bisa berhasil kok.Walaupun memang sih prosesnya tidak instan, tapi itu lebih baik dibandingkan kita mengambil jalan pintas tapi berakhir menjerumuskan. Betul tidak?

*) Siti Intan adalah pelajar kelas XII.MIPA.3 di SMA Negeri 1, Kabupaten Sukabumi. Sudah menyenangi membaca sejak kecil.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PERANG ULANGAN"

Post a Comment