PERLU KETELADANAN DALAM PENEGAKAN ATURAN


Oleh: 
Muhammad Firman Suwarya, M.Kom.
SMPN UNGGULAN SINDANG INDRAMAYU 

  
Di era modern ini dimana kemajuan teknologi begitu pesat, disadari atau tidak disadari, sengaja atau tidak disengaja hampir semua orang menggunakan adanya kemajuan teknologi, sebagai contoh jika waktu dulu ketika ingin mengetahui kabar dari saudara yang jauh maka kita harus mengirimkan surat kepadanya, yang jadi permasalahan ketika mengirimkan surat maka perlu waktu untuk menuangkan perasaan kedalam secarik kertas dan bukan tidak mungkin akan mengalami kesalahan yang harus diperbaiki dengan cara menulis ulang pada kertas yang berbeda, setelah jadi suratpun masih harus dimasukan ke dalam amplop dengan dan diberi materai untuk kemudian diantarkan ke jasa pengirim surat, ekspedisi atau yang lainnya.
Perlu waktu juga ketika surat sudah diantarkan oleh jasa pengirim surat, ekspedisi tersebut mungkin satu hari, dua hari, tiga hari atau mungkin lebih lama.
Kita bisa bayangkan hanya untuk mengetahui kabar saja memerlukan biaya yang cukup “lumayan mahal”, tenaga dan waktu khususnya.
Beda halnya dijaman sekarang tidak perlu biaya “lumayan mahal”, tidak perlu tenaga khusus atau bahkan tidak harus meluangkan waktu khusus hanya untuk mengetahui kabar saudara yang jauh. Kita tinggal tulis pesan menggunakan email berapapun jumlah halamannya, kapan dan dalam keadaan apapun waktunya, tidak perlu berhari-hari, tidak perlu berjam-jam bahkan
tidak perlu bermenit-menit melainkan hanya dalam hitungan detik maka kabar akan bisa terkirim dan diterima oleh yang bersangkutan.
Yang lagi booming sekarang adanya transaksi online dimana pembeli tidak harus berkunjung dan menuju ke tempat penjual melainkan cukup dengan komunikasi menggunakan media handphone dan sejenisnya, pembayaranpun tidak harus secara cash karena banyak pihak ketiga yang menjembatani dan menjamin adanya transaksi online ini.
Dari sekian banyak hasil dari kemajuan teknologi, keberadaan media sosial (medsos) adalah salah satu produk yang tidak bisa dipisahkan dan bahkan mungkin sangat dominan karena pengguna medsos ini hampir menyentuh seluruh kalangan masyarat dari usia dewasa, orangtua bahkan usia remaja hanya dengan bermodalkan kuota akses internet yang sangat mudah dan relatif murah untuk mendapatkannya.
Pada pengguna media sosial usia remaja ini umumnya mereka masih berstatus pelajar yang sangat perlu bimbingan. Akan sangat membahayakan jika tidak berada dalam bimbingan atau dilepas tanpa control dari orangtua dalam pergaulan dilingkungan masyarakat sekitarnya. Internet tanpa “ada batasan” pengaksesnya begitu juga media sosial yang sebenarnya memberikan aturan dan batasan yang berhak menggunakan namun pada realitanya anak-anak yang belum waktunya juga bisa mengakses dan menggunakan dengan mudah.
Oleh sebab itu disebagian pendidikan lingkungan sekolah tertentu banyak yang menganjurkan untuk tidak mengakses dan menggunakan media internet khususnya media sosial walaupun mungkin secara usia sudah memenuhi misal peserta didik yang berada pada sekolah atas, dan jika terpaksa harus menggunakan maka harus full control pada semua peserta didik.
Sedangkan untuk peserta didik yang masih berada pada sekolah menengah pertama apalagi yang masih berada pada sekolah dasar, banyak dan rata-rata sekolah melalukan larangan  karena memang secara aturan dan ketentuan penggunaan dan pengaksesan media sosial pada peserta didik usia ini belumlah cukup dan memenuhi.
Namun disisi lain banyak orangtua yang berkeinginan untuk memberikan media komunikasi dengan alasan sebagai alat untuk menghubungi ketika penjemputan pulang dan lain sebagainya, yang justru ini merupakan masalah baru untuk sekolah karena mungkin saja keadaan tersebut akan dimanfaatkan oleh peserta didik memiliki media komunikasi yang notabene sudah include dan mudah untuk konektifitas internet dan media sosial.
Dalam mengatasi keadaan seperti itu mungkin banyak sekolah memberikan aturan tegas terhadap penggunaan media komunikasi, dari memberi teguran, peringatan atau mungkin justru dengan memberikan sebuah hukuman perampasan terhadap medai komunikasi yang sengaja dibawa untuk kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan hal tersebut diatas dan dengan masalah proses pemebalajaran.
Penegakan atuaran seperti ini mungkin akan sangat sulit ditegakan dalam lingkungan sekolah karena hal yang sederhana sebenarnya dalam proses pendidikan dimana didalamnya terdapat pendidik (guru) dan peserta didik (siswa dan siswi) bahwa peserta didik itu akan identik melihat, meniru dan mengikuti dari pendidik.
Mungkin fitroh jika peserta didik tidak menjalankan, tidak mendengarkan bahkan agak berargumen ketika apa yang dilarangkan kepadanya tapi tidak dilarangkan kepada pendidik. Maka solusinya adalah sebuah keteladanan dari para pendidik dalam halnya membuat aturan, melaksanakan dan menegakan aturan seperti penggunaan media komunikasi oleh pendidik itu sebenarnya tidak ada larangan, tetapi akan lebih bijak jika penggunaan media komunikasi itu tidak terlihat oleh peserta didik ketika pendidik menggunakannya atau minimal tidak membawa media komunikasi kedalam kelas disaat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PERLU KETELADANAN DALAM PENEGAKAN ATURAN"

Post a Comment