Program Eskul Sebagai Sarana Menggali dan Menumbuhkembangkan Minat dan Bakat Positif Siswa


Oleh : Lilis Yuningsih

Saya selalu yakin bahwa kemampuan atau potensi dasar siswa atau peserta didik yang ada di kota maupun di desa itu relatif sama. Yang membedakannya adalah daya dukung orangtua, baik moril maupun materil dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga dan para guru dalam upaya menggali dan mengembangkan potensi para siswanya. Kita harus selalu menaruh ekspektasi yang tinggi kepada peserta didik kita dan memberinya peluang untuk menumbuh kembangkan bakat dan minat positif yang mereka miliki. Menyadari bahwa sebagian besar orangtua, dari siswa di sekolah kami berlatar belakang pendidikan tamatan SD. Bahkan ada juga yang tidak sempat menuntaskan pendidikan SD. Ditambah lagi dengan lapangan kerja yang mereka geluti sebagai buruh tani, pedagang warung, dan banyak juga yang ibunya menjadi TKW, apakah itu di luar negeri atau di Jakarta. Sehingga mereka siswa kami itu, tinggal bersama kakek neneknya yang sudah cukup renta. Hal ini yang menyebabkan daya dukung dari orangtua atau wali siswa kurang bisa kami harapkan. Lain dengan sekolah di kota, dimana peran orangtua siswa sebagai mitra sekolah, sangat besar kontribusinya pada sekolah.

Oleh sebab itu, di sekolah kami SMPN Satap 1 Lelea, dibawah asuhan pembina OSIS-nya, kami mengembangkan beberapa program ekstra kurikuler atau biasa disebut eskul. Kami harap program ini bisa menumbuhkembangkan potensi siswa kami dengan maksimal walau dukungan orangtua siswa yang minimalis. Program eskul di SMPN Satap 1 yang sekarang sedang kami kembangkan adalah :Pramuka, PMR, Pakibra, olahraga prestasi, kesenian, keterampilan, syahril Qur’an dan komputer. Program eskul ini mengacu pada lampiran Permen nomor 62  tahun 2014. Selain itu tentu saja kami sesuaikan dengan kearifan lokal setempat. Adapun jadwal dan sasaran program eskul kami adalah sebagai berikut :

No
Jenis Eskul
Sasaran
Jadual
Keterangan
1
Pramuka
Siswa kelas VII
Sabtu
Wajib
2
PMR
Siswa kelas VIII
Selasa
Hasil seleksi
3
Paskibra
Siswa Kelas VIII
Senin
Hasil seleksi
4
Olahraga Prestasi
Siswa Kelas VIII
Kamis, jum’at
Hasil seleksi
5
Kesenian
Siswa yang berminat dan berbakat
Jum’at
Hasil seleksi
6
Keterampilan
Siswa yang berminat
Kamis
Hasil seleksi
7
Syahril Qur’an
Siswa yang berminat
Rabu/Sabtu
Hasil seleksi
8
Komputer
Semua siswa
Senin-Sabtu
wajib

Untuk eskul olahraga prestasi terdiri dari olahraga futsal, sepak bola, dan bola voli, dimana ada agenda tetap pertandingan ketiga jenis olahraga tersebut yang diselenggarakan oleh panitia khusus setiap tahunnya. Sehingga hasil latihan itu bisa diikutkan lomba, walaupun demikian, kami belum begitu mempermasalahkan kalah, atau menang. Sementara untuk eskul keterampilan, dimana siswa dilatih membuat produk hasil kerajinan tangan seperti bros kerudung, bantal cantik dan bunga tiruan dari bahan kain fanel. Hasil karyanya ini dijual pada siswa warga sekolah maupun kepada khalayak, pada kesempatan tertentu. Di Indramayu setiap memperingati Hari Pendidikan Nasional, kerap diadakan “Ekspo Pendidikan”, sebagai wadah menampilkan kemajuan pendidikan di Indramayu. Setiap sekolah diberi kesempatan menampilkan kelebihan sekolahnya di stand pameran. Juga ada panggung pentas seni untuk menampilkan kebolehan siswa maupun guru dalam berkesenian. Pada saat ekspo pendidikan tahun 2018, SMPN Satap Satu Lelea memberanikan diri, turut berpartisipasi dalam menampilkan hasil karya siswa pada stand pameran. Juga menampilkan tarian seni sintren andalan kami pada panggung pentas seni. Alhamdulillah mendapat sambutan hangat dari pengunjung, tentu saja hal ini membuat siswa kami menjadi besar hati.

Pada setiap hari Jum’at pagi, dimulai jam 7 sampai dengan jam 8, ada agenda program BINTAL atau Bimbingan Mental. Penanggung jawabnya bergilir dari mulai kelas IX sampai kelas VII. Acaranya terdiri dari :pembukaan, pengantar, alunan ayat suci Alqur’an dan saritilawah serta tausiyah, kemudian tampilan kesenian islami dan penutup. Dengan diberi tanggung jawab dalam mempersiapkan diri untuk bisa tampil dengan baik pada saat mendapat giliran. Semoga siswa tertempa menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri. Dengan adanya eskul Syahril Qur’an, dimana tiga orang serangkai yang membawakan tausiyah, melantunkan ayat suci Al Qur’an serta membacakan terjemahannya, membawakan tema yang sama dan terkait. Maka kami berharap mereka terlatih menjadi pendakwah yang efektif.  Seluruh siswa lain yang mengikuti acara ini juga bisa mendapatkan ilmu dari sesama temannya.

Untuk eskul komputer, berhubung sekolah kami belum mempunyai laboratorium komputer juga komputernya, maka kami bekerjasama dengan pemilik warnet yang berada tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah. Siswa kami yang sebagian besar adalah pelanggan warnet tersebut, biasa membayar perjam sebesar tiga ribu rupiah. Setelah kami hitung-hitung, maka untuk program eskul komputer ini, maka setiap siswa dikenakan bayaran sebesar tiga ribu per pertemuan selama 40 menit. Setelah sepakat dengan pemilik warnet maka kami mengundang orangtua siswa untuk dimusyawarahkan. Ternyata orangtua siswa menyambut baik usulan program eskul komputer dengan konsekuensinya berpartisipasi pendanaan per siswa sebesar Rp 30.000/bulan. Namun sayang baru dua bulan berjalan ternyata pembayaran dari partisipasi orangtua mulai macet, setelah dievaluasi dan dipertimbangkan kembali, terpaksa eskul komputer ini kami hentikan dulu.

Alhamdulillah di tahun 2018, SMPN Satap 1 Lelea walaupun lokasinya berada di posisi 28 KM dari pusat Kabupaten Indramayu telah berhasil mencatat beberapa prestasi siswa di bidang eskul. Seperti beberapa nomor kejuaraan pramuka, paskibra, jugajuara pertama lempar lembing se kabupaten Indramayu, juara pidato keagamaantingkat kabupaten Indramayu. Salah satu siswa pemain sepak bola SMPN Satap Satu Lelea juga terpanggil menjadi anggota tim GSI Kabupaten Indramayu.

Semoga pengalaman mengikuti berbagai lomba dan upaya meraih kemenangan dalam lomba-lomba tersebut, menjadi pengalaman yang berharga dalam meningkatkan rasa percaya diri dan membangun motivasi kuat untuk senantiasa berupaya melakukan yang terbaik. Sepertinya sekolah sebagai lembaga memang seharusnya memfasilitasi siswanya untuk dapat mengikuti berbagai lomba ekskul di berbagai kesempatan. Karena manfaat mengikuti lomba ekskul bagi siswa diantaranya :
 1. Mempraktikkan hasil berlatih di ajang lomba yang sesungguhnya, jangan sampai siswa merasakan bahwa agenda latihan tidak bermanfaat karena tidak pernah ikut lomba.
 2. Meningkatkan Kreatifitas
3. Meningkatkan Ketangkasan
 4. Memupuk Mental Pejuang dan Mental Juara.
5. Meningkatkan Percaya Diri
6. Sebagai Refresing Pembelajaran.
7. Mengalami Keseruan dalam mengejar dan mendapat Hadiah .
 8. Belajar menerima kekalahan dengan sportif dan bisa melihat kelebihan dari peserta lain.

Demikian, semoga semua rencana program dan pelaksanaannya dari program ekstra kurikuler di sekolah kami, dapat kami laksanakan secara konsisten. Ini semua, agar dapat memberi pengalaman lebih kepada siswa dan bermanfaat untuk persiapan masa depan mereka kelak. Semoga masyarakat luas memahami, bahwa agar program ekstra kurikuler di sekolah bisa berjalan berkelanjutan dan sukses, maka perlu partisipasi aktif dari berbagai fihak.


Lilis Yuningsih, Kepala  SMPN SATU ATAP 1 Lelea, Kecamatan Lelea, Indramayu,  selain mengajar, aktif sebagai penyiar radio swasta milik keluarga.






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Program Eskul Sebagai Sarana Menggali dan Menumbuhkembangkan Minat dan Bakat Positif Siswa"

Post a Comment