TEKNOLOGI YANG SEMAKIN MENGANCAM



Oleh:

Dede Jeni Maulana

(Siswa SMAN 1 Nagrak-Sukabumi)


Perkembangan hidup di lingkungan sudah semakin maju dibandingkan beberapa tahun kebelakang. Dulu melihat kuantitas kerja dibanding kualitas sebuah benda. Tahun ke tahun teknologi semakin beraneka, ada yang hanya dengan disentuh atau bahkan dengan tenaga visual bahkan virtual.
Saya siswa kelas XII dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Sukabumi. Saya lahir di zaman yang semakin loyal pada teknologi. Di mana saya harus beradaptasi dengan gaya atau tingkah hidup berbau IT bahkan teknologi digital yang bermacam-macam. Dari mulai Smartphone, Laptop, Komputer, dan lain-lain.
Gaya hidup yang semakin maju mengikuti teknologi yang semakin berkembang, tentu saja membuat resah bagi mereka yang memiliki pengetahuan yang minim. Ingin memiliki tapi tak bisa menggunakannya. Tentu hal ini berdampak pada pendidikan kedepannya yang semakin berkembang. Semakin canggih teknologi, tentu semakin cerdas mereka para penggunanya.
Bagi mereka yang memandang pendidikan itu nomer sekian dalam hidupnya, bagi saya salah besar. Karena ilmu yang semakin dicari, tentu semakin cerdas untuk menjalani hidup yang semakin keras. Bagi sebagian orang ada yang memandang pendidikan itu segalanya atau penting menurutnya.
Pendidikan yang sering di sangkut pautkan dengan teknologi zaman sekarang tentu mengecam banyak persoalan. Ada yang mengeluh karena kebingungan menggunakan teknologi berbarengan dengan pendidikan yang dirasa penting. Hal ini akan berbahaya jika semua berlalu begitu saja. Banyak juga penyalahgunaan teknologi yang diberikan pada anak di bawah umur yang tentu belum bijak menggunakannya.
Di antara keuntungan teknologi yang sering digunakan di bidang pekerjaan ada juga sisi buruk yang perlu diperhatikan. Ada banyak kasus yang sering terjadi karena penggunaan teknologi, salah satunya telepon genggam atau Smartphone. Di mana kasus ini tidak hanya terjadi pada anak kecil, melainkan para orang tua atau orang dewasa. Salah satunya penggunaan Smartphone oleh anak kecil yang menyebabkan kerusakan pada matanya, tentu hal ini menjadi persoalan untuk kedepannya.
Banyak kasus diluar sana yang akan terjadi karena penggunaan teknologi yang kurang bijak. Teknologi canggih akan bermanfaat bagi mereka yang bijak menggunakannya. Memandang teknologi yang semakin maju, banyaknya aplikasi smartphone yang digunakan. Salah satunya aplikasi Ojek Online yang banyak digunakan untuk berpergian. Pergi kesana kemari hanya dengan memesan lewat telepon genggam. tentu hal yang mudah bukan?
Tentu dengan aplikasi tersebut mempermudah para pengguna bisa menjalankan aktivitasnya dengan bantuan teknologi. Memudahkan pergi kemana-mana, mencari hal yang dibutuhkan dengan apa yang digenggamnya, yaitu telepon genggam atau smartphone.
Tercacat dalam halaman resmi salah satu perusahaan ojek online "Layanan yang dimiliki secara aktif oleh 15 juta orang setiap minggunya. Para weekly active user ini dilayani sekitar 900.000 mitra pengemudinya." Tentu angka ini terbilang besar untuk salah satu perusahaan yang mengembangkan usahanya dengan bantuan teknologi.
Di balik penggunaan teknologi yang sangat melejit hingga menghasilkan uang yang menggiurkan, tentu banyak kekurangan dan ancaman yang berdatangan. Terutama pengendara ojek online yang sering menggunakan Smartphone dalam melakukan kerjanya. Tentu memunculkan pro dan kontra dalam hal ini, apalagi sudah dicetuskan peraturan baru untuk para pengendara ojek online. Aturan yang di berlakukan mengeluarkan berbagai macam kecaman yang meresahkan.
Salah satu peraturan yang dicetuskan adalah penggunaan GPS (Global Positioning System ) saat berkendara. Ini menimbulkan persoalan bagi mereka para pengendara ojek online. Apalagi peraturan baru ini dibuat dengan ancaman hukuman yang lumayan berat.
Peraturan baru ini diatur "Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi."
Sementara itu, dalam Pasal 283 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.
Dengan mulai diberlakukannya peraturan baru ini dijalanan ibu kota yang padat karena pengendara ojek oline. Saya setuju dengan hal ini. Karena banyak sekali hal-hal yang terjadi karena kurangnya hati-hati dalam berkendara.

*) Dede Jeni Maulana lahir di Sukabumi pada tanggal 5 Juni 2000. Saat ini tercatat sebagai siswa SMA NEGERI 1 NAGRAK. Mulai aktif menulis sejak SMP. Selain menulis, gemar membaca dan berpetualang. Untuk kontak bisa follow akun instagramnya @dedee05_, facebook Dede Jeni Maulana, dan email gmail maulanajeni05@gamil.com


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TEKNOLOGI YANG SEMAKIN MENGANCAM"

Post a Comment