Field Trip


Oleh : Ahmad Sulthon Dz.*

Ini adalah kisah tentang perjalanan yang menyenangkan. Hari itu adalah hari Rabu, tanggal 6 Maret 2019. Hari di mana aku mengikuti  field trip. Aku harus sampai sekolah pukul 07.00, jadi berangkat  06.33, karena jam dinding yang ada di rumahku itu sengaja dilebihkan ½ jam dari yang sesungguhnya agar tak terlambat. Aku berangkat ke sekolah menggunakan ojek karena Aaku sedang pergi. Saat aku melihat ke bawah,  banjiiirr…. Oh, ya,tadi tetehku bilang, “Tadi malam hujan sampai pukul 2 malam.”

Nama sekolahku adalah MI IUA ( Madrasah  Ibtidaiyah Ibrahim Ulul Azmi ) terletak di Bumi Orange, Desa Cimekar, Jalan Akasia Raya. Aku kelas 5 (lima) angkatan pertama (the first generation), jadi tak ada kelas 6. Kembali ke perjalanan, dari sekolah aku naik angkot 4. Ada 12 orang yang naik, yaitu : bu Rita, wali kelas sekaligus guru Matematika, Zia, Rendy, Tsabit, Fiqoh, Firyal, Shifa, Keisya, Vita, dan Annida adalah teman sekelas, aku dan supir.

Setelah melewati jalan raya, kami melewati jalan menanjak yang panjang. Saat hampir sampai di tujuan, aku melihat keluar jendela, ternyata ada kabut.

“Kita berada di atas awan!” kataku.

”Tak mungkin,” kata salah satu temanku karena heran.

“Awan yang ke bawah menjadi kabut, sehingga jika dilihat dari tempat yang jauh, terlihat seperti berada di atas awan,” jelasku.

Beberapa menit kemudian kami sampai di tujuan. Di sana ada tulisan “Wana Wisata Kampoeng Ciherang”. Wahana yang pertama kali aku naiki adalah sepeda gantung. Dalam kelompok 4, aku orang kedua yang menaiki sepeda gantung. Setelah itu, aku, Rendy, Tsabit, dan Zia lari menuju flying  foks menggunakan jalan sempit di pinggir sungai. Tapi ternyata itu salah jalan, walaupun ada tempat untuk naik. Seharusnya  menyebrangi sungai yang terdapat batu-batu besar dan besi. Setelah sampai, kami harus mengantri dan melewati jembatan yang terbuat dari tali yang kuat sehingga aku bisa menyebrangi sungai. Kemudian aku mengantri untuk naik flying  foks. Aku berfikir, kalau aku terjatuh aku akan meninggal, karena saat di jembatan tali ada tulisan”TINGGI 4 METER”. Saat naik, aku sedikit takut (karena tinggi). Namun saat meluncur, ternyata asyik.

Setelah menaiki flying foks, aku menaiki jalan tinggi untuk menyimpan tas dan berenang (sebenarnya tidak bisa berenang). Setelah menyimpan tas, aku segera mengikuti Zia ke arah kolam renang. Sayangnya Zia tidak membawa baju ganti, jadi tak bisa ikut berenang. Asalnya aku ingin menemani Zia, tapi akhirnya aku juga ikut renang (yang cuma main air). Airnya sangat dingin, sehingga aku tidak bisa lama-lama di kolam. Di sana ada lima kolam, aku ikut di salah satuya.

Kemudian aku ganti baju dan pergi ke angkot. Aku menunggu lama, gara-gara dua temanku mencari tas dan yang satu lagi menemaninya. Beberapa menit kemudian mereka datang dan kami pun pulang.

*Ahmad Sulthon Dz. adalah siswa kelas 5 MI Ibrahim Ulul Azmi, Cileunyi, Bandung. Ia senang membaca semua jenis buku yang dibolehkan, mulai dari komik, ensiklopedi, buku-buku keterampilan hingga novel yang tebalnya lebih dari 300 halaman. 

(Penyunting: Nurlaela S.M.)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Field Trip"

Post a Comment