MAMI RASA EMAK



Oleh: Nelfita


"Sarah, ayo ikut Emak ke supermarket," panggil emak Marni pada anaknya. "Iya
Emak, tunggu aku ganti baju dulu," jawab Sarah cepat.

Tak butuh waktu lama berangkatlah emak dan anak gadisnya ke supermarket di pusat kota. Agak canggung mereka masuk ke supermarket terbesar di kotanya itu. "Awas berlakulah seperti orang-orang kaya yang sudah biasa ke sini!" perintah emak pada Sarah. Emak memperhatikan gerak-gerik ibu dan anaknya yang sedang belanja tak jauh dari emak berdiri.

"Mami aku mau ini ya,” pinta anak itu pada ibunya. "Iya sayang, boleh, ambil saja sebutuhnya," jawab sang ibu. Tak lama kemudian. “Mami...mami...yang ini juga bagus, aku mau ya,” pinta seorang anak kecil lainnya pada ibunya. "Boleh," singkat jawab sang mami.

Emakpun berpikir " Ternyata orang-orang yang belanja di sini selalu di panggil
mami sama anaknya, tak satupun yang dipanggil emak. Kalau nanti Sarah memanggilku emak, malulah aku. Aku harus meminta Sarah memanggilku mami, biar orang-orang menganggapku hebat dan tidak menertawakan ku." kata hati emak.

"Sarah sini, nanti kalau memanggil emak kamu harus panggil dengan sebutan mami ya, malu, di sini enggak ada yang panggil emak. Kalau kamu tetap panggil emak, orang-orang akan tertawa dan merendahkan kita," ujar emak berikutnya. "O... gitu ya Mak," tanya Sarah sedikit bingung. "Iya, makanya ingat, panggil mami bukan emak!” tukas emak lagi. "Ya Emak. Ups, Mami," jawab Sarah cepat.

Setelah belanja beberapa barang kebutuhannya emak dan Sarah pun menuju kasir.  "Emak eh mami ayo segera bayar," kata Sarah. Emak memelototkan matanya pada Sarah. "Iya," jawab emak singkat. "Emak eh mami, aku bawa kantong yang ringan ini saja ya," kembali Sarah salah panggil. Emak menyikut lengan Sarah. "Mami kita langsung pulang ya, aku capek," kata Sarah. Emak bahagia sekali. "Iya,sayang," jawab emak sambil tersenyum.

Di luar supermarket hujan turun dengan derasnya. "Ojek payung bu? tanya bapak-bapak pengojek payung. "Jangan mami, aku mau naik taksi saja, kata Sarah manja. "Sayang kita naik taksinya di depan saja ya, Mami kasihan pada tukang ojek payung itu," kata emak kemudian. "Bang ojek payung, sini," kata emak. " Emak? Sarah?  kalian belanja apa ke sini?  Biasanya kan belanja di warung dekat rumah." kata bapak pengojek payung. "Bapak,”  Sarah dan  emak serentak terdiam.

Tasikmalaya, Maret 2019

(Penyunting: Toni Suryaman)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MAMI RASA EMAK"

Post a Comment