SATU PERAN MENUJU SUKSES ANAK MENGIKUTI UJIAN SEKOLAH

Oleh:

Jamaludin


Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian pada bab II pasal 2 menyebutkan bahwa penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas:
a. penilaian hasil belajar oleh pendidik;
b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang  selanjutnya  disebut USBN adalah salah satu wujud pelaksanaan penilaian hasil belajar oleh pemerintah yang bertujuan untuk mengukur tingkat capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar, sebanyak tiga materi mata pelajaran akan diujikan pada USBN SD/MI tahun ini yakni matematika, bahasa Indonesia dan IPA.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD akan berlangsung pada tanggal 22, 23, dan 24 April 2019.
Pelaksanaan ujian sekolah kegiatan yang bersifat tahunan akademik yang selalu menuntut semua komponen yang terlibat melakukan berbagai persiapan dalam mencapai suskses kegiatan dimaksud.
Sebagai praktisi pendidikan, setiap tahun penulis selalu terlibat langsung dalam menyusun strategi pencapaian sukses pelaksanaan ujian pada tatanan wilayah kecamatan dengan capaian kerja sukses perencanaan; sukses proses, dan sukses hasil penyelenggaraan. Secara pragmatis semua rancangan capaian kerja dikoordinasikan secara simultan kepada pelaksana langsung yakni guru dan kepala sekolah dengan harapan hasil yang diperoleh sesuai dengan tahapan perencanaan dan proses yang dilaksanakan.
Dari semua strategi pencapaian yang dirancang strategi aspek akademis yang kadang sulit dilakukan evaluasi kesiapannya, hal ini terjadi karena pada strategi aspek akademis ada peran orang tua yang juga perlu dipersiapkan untuk mendampingi mental anak agar siap menghadapi dan mengikuti ujian.
Dadang Kurniawan seorang trainer dan motivator menyebutkan bahwa terdapat 6 (enam) hal yang dapat dilakukan orangtua dalam menyiapkan mental anak menghadapi ujian:
1. Fokus pada cita-cita
Salah satu hal yang membuat anak khawatir adalah ketika mereka salah fokus. Banyak anak menjadi cemas kemudian 'salah fokus' pada soal yang sulit, hasil ujian jelek, dan kegagalan, Ajak anak untuk kembali fokus pada tujuan dan cita-cita mereka. Misal, SMP pilihan atau cita-cita mereka. Ajak anak-anak miliki tujuan dan cita-cita dan jadikan hal itu sebagai fokus dalam benak mereka, Minta anak-anak untuk berani membayangkan diri meraih cita-cita tersebut.
2. Bangun keberanian
Beri penjelasan bahwa setelah menjalani pendidikan selama 6 tahun maka mereka akan siap menghadapi USBN. Tidak ada lagi alasan untuk takut apalagi untuk mundur,  Buat mereka berani menghadapi USBN 'hanya' sebagai proses untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
3. Jangan bebani nilai
Meraih nilai terbaik tentu menjadi keinginan setiap anak dalam mengikuti ujian. Namun lebih baik jika orangtua memotivasi anak untuk memberikan yang terbaik. Beri dorongan pada anak untuk mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki. Nilai bagus itu adalah bonus bagi mereka yang mempersiapkan diri dengan baik, Beban nilai justru akan membuat anak semakin cemas.
4. Tetap tenang
Persiapan yang baik akan membuat anak-anak tenang. Sesulit apapun soal yang muncul, ingatkan anak untuk mengerjakan dengan tenang. Mulailah dari soal yang paling mudah, Saat anak dihinggapi rasa panik, cara paling mudah untuk menenangkan diri adalah dengan menarik nafas panjang dan memikirkan hal-hal yang positif.
5. Menumbuhkan kegembiraan
Minta anak untuk bisa membayangkan keberhasilannya atau minta mereka untuk memikirkan hal-hal yang membuat mereka gembira. Bangun pula suasana yang gembira agar anak dapat mempersiapkan USBN tanpa stress
6. Berdoa dan menjaga stamina
Berdoa dapat memberikan ketenangan ketika menghadapi USBN. Cukup istirahat, menjaga kesehatan dan makan makanan sehat bergizi akan mendukung anak dalam mempersiapkan USBN. USBN tingkat SD memang tidak dijadikan sebagai syarat mutlak kelulusan. Namun untuk tahun ini, hasil ujian tetap akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penerimaan peserta didik baru di tingkat SMP selain ketentuan zonasi berdasarkan jarak.

Semoga bermanfaat
wanci tengah peuting mangsa inget waktu sakola baheula

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SATU PERAN MENUJU SUKSES ANAK MENGIKUTI UJIAN SEKOLAH"

Post a Comment