SMPN 23 Bandung Adakan Pelatihan Menulis




GUNEMAN, BANDUNG-  SMPN 23 Bandung adakan Pelatihan Menulis Artikel Ilmiah Populer. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (28/1). Diikuti oleh seluruh guru SMPN 23 Bandung.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.15 di Aula SMPN 23 Bandung, Jl. Arjuna No. 20-22. Diawali sambutan Kepala Sekolah, Hj. Erni Kustiani, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Hj. Erni Kustiani menyampaikan latar belakang dan tujuan diadakannya pelatihan tersebut. Guru dituntut terampil menulis berbagai karya tulis untuk mengembangkan keprofesionalannya. Untuk itu sangat perlu untuk diadakan pelatihan menulis.

"Selain kewajiban sebagai pimpinan untuk mengakomodir aspirasi para guru, juga saya ingin melihat kreativitasnya dalam tulis-menulis. Karena, saya perhatikan semua guru SMPN 23 mempunyai potensi yang terpendam dalam menulis. Saya ingin membangkitkan rasa percaya diri para guru untuk menulis. Khususnya menulis artikel ilmiah populer seperti yang tercantum dalam Permen PAN dan RB No. 16 Tahun 2009," ungkap Hj. Erni Kustiani.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Pengawas Pembina, Dra. Rida Indriawaty, M.Si. Dalam sambutannya, pengawas mengajak peserta untuk rajin menulis yang membantu mendapatkan kredit poin untuk kenaikan pangkat.

"Para guru SMPN 23 Bandung harus bersyukur karena kepala sekolah sangat peduli untuk meningkatkan kompetensi Ibu-ibu dan bapak-bapak. Mulai sekarang harus rajin menulis, khususnya artikel ilmiah populer. Kebetulan ada majalah yang siap memuat tulisan Saudara, yaitu Majalah Guneman. Kebetulan juga saya telah bergabung dalam Redaksi Guneman. Silakan, manfaatkan dengan sebaik-baiknya." Demikian imbauan Pengawas Pembina di SMPN 23 Bandung.

Dalam pelatihan ini mengundang narasumber dari Guneman, Majalah Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yaitu Èsèp Muhammad Zaini. Pemimpin Redaksi Majalah Guneman ini mengajak para peserta untuk praktik menulis dengan dua cara.

Pertama, peserta menulis selama tiga menit dengan menggunakan tanda baca dan tata bahasa baku. Kata Ciroyom sebagai kata pancingannya.

Kedua, kata Pasar sebagai pancingannya. Kemudian peserta menulis selama tiga menit tanpa tanda baca dan tanpa huruf kapital.

Usai menulis, satu per satu peserta membacakan karya tulisnya. Lalu, mencurahkan perasaannya saat menulis dengan kedua cara tersebut. Suasana sangat riang gembira. Karena tulisan mereka sangat unik dan lucu.

Setelah itu, narasumber memaparkan resep menulis artikel ilmiah populer agar dimuat di media massa.

"Menulislah semaunya dan seenaknya. Jangan berbicara seenaknya. Merdekakanlah jiwa kita dengan menulis. Jika Anda merasa tertekan, itu bukan menulis. Tetapi penyiksaan di atas jiwa harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan tujuan menulis. Gunakanlah tips menulis yang kedua agar cepat menangkap kata-kata yang bergentayangan dalam otak dan hati. Jadi, menulis serasa hiburan karena menggunakan otak kanan," ungkap Èsèp menggebu.

Kemudian, peserta diberi tips menyunting tulisan karya diri sendiri atau disebut juga swasunting.

Terakhir, peserta melaksanakan praktik menulis artikel ilmiah populer selama satu jam. Kemudian dikumpulkan kepada narasumber. Tulisan akan diseleksi untuk dimuat di Majalah Guneman. (Guneman)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SMPN 23 Bandung Adakan Pelatihan Menulis "

Post a Comment