GADIS GARUT

oleh: Esep M. Zaini


Memang senyummu yang membuat aku tertarik
Walau terasa klise
Tetapi hasratku bukan imitasi
Andai saja dulu takdir ada di pertokoan
Akan kubeli berapa pun harganya
Agar kita berjodoh
Apalagi jika ada leasing
yang siap mengucurkan kredit perhelatan
Kita bisa hajatan ala kerajaan

Memang cinta tak mesti memiliki
-lagi-lagi klise-
Tetapi itu ternyata kalimat pengobat yang hebat
Lagi pula andai kita saling mengikat
Belum tentu pertemuan kali ini begitu indah

Aku sering kali berkunjung ke Garut
Meski bukan untuk menjumpaimu
Tetapi serasa kau yang menyambutku
Padahal foto yang terpampang di gerbang kotamu
Wajah bupati dan wakilnya
Yang rajin menagih pajak kepada rakyat
Tetapi jalanan masih seperti dulu
Dihiasi lobang dan warna-warni sampah
Sebelum air bah membikin kota merebah

Hatiku selalu terpaut ke Garut
Bukan karena domba, jeruk, dodol dan jaket kulit buatan Sukaregang
Tetapi karena ada sejumlah kenangan yang kau dan aku ukir bersama
Walau kau kini sudah berdua
-lagi-lagi klise-
Mungkin juga bertiga, berempat atau berlima?
Jika digabungkan dengan jumlah anakmu

Seusai banjir bandang menerjang kotamu
Kenangan itu semakin menjulang
Tetapi tetap aku tak berharap jumpa denganmu
Cukup bagiku sekadar duduk di sudut alun-alun sambil menyantap jajanan kesukaanmu
Meski telah sedikit berubah
Namun tak mengubah risalah

Gadis Garut tetap selamanya menjadi gadis
Karena aku cuma berjumpa dengan bayangmu yang dulu
Agar rasa sakit itu tidak menjangkit
Yang mengungkit masa lalu yang rumit

Darajat Pass, Garut, 29/12/16

#puisiimajinatif_emz

Esep Muhammad Zaini, Pemimpin Redaksi Majalah Pendidikan Guneman

SEGERA MILIKI MAJALAH GUNEMAN

Nomor 2 Tahun V 2019


BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!




Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "GADIS GARUT"