Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2019



Garut. Guneman. Gebyar Pesona Budaya Garut digelar di lapang Otista Kabupaten Garut 6-7 April 2019. Even yang terpilih sebagai salah satu dari 100 Wonder Events dan menjadi Calendar Of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini digelar dalam rangka memperingati hari jadi ke-206 Kabupaten Garut. GPBG ini dimeriahkan sekitar 123 even seni, budaya, dan pariwisata.

Rangkaian GPBG dibuka Sabtu 6 April 2019, mulai pukul 08.00. Helaran/karnaval seni budaya tradisional mengawali kegiatan yang diikuti oleh 12 komunitas budaya/ adat, 23 seni tradisional dari 5 kabupaten/kota di Jabar.

GPBG dimeriahkan pula oleh Rampak Seni Silat Bambu Runcing yang menampilkan 700 pendekar dari 29 padepokan silat, angklung dan arumba yang dibawakan kaum disabilitas pun turut memeriahkan  acara. Dilanjutkan dengan penampilan tari pesona Indonesia dari Sanggar Seni Kota Inten. Lalu penampilan alat musik Celentung yang dimainkan 206 pemain, sebagai penampilan untuk pemecahan rekor MURI. 

Kegiatan malam hari dilaksanakan pukul 19.30 sampai 23.30 dengan pergelaran seni Dangiang Tandang. Dangiang Tandang (opening ceremony) dengan tema Garut Tandang Ngahibarkeun Dangiang yang dibawakan 300 penari pelajar. Acara ditutup oleh penampilan band lokal dan artis ibu kota. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar mengatakan, “GPBG diselenggarakan dengan tujuan untuk melestarikan seni dan budaya. Selain mendukung pariwisata daerah dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.”

Selain aneka pertunjukan budaya, GPBG 2019 diramaikan dengan acara pameran, bazar, budaya batik Garutan, perajin kulit, parade seni, dan pesta rakyat. Kesemuanya ditempatkan pada 10 stan UMKM termasuk 4 perwakilan negara yang ikut promosi. Bahkan 6 duta besar dari negara-negara sahabat menghadiri acara ini. Sedikitya ada 10 orang dubes yang menginformasikan kehadirannya, antara lain: Dubes Serbia, Dubes Polandia, Dubes Slovakia, Dubes Bosnia, Dubes Irak, Dubes Iran, Dubes Bahrain, Dubes Maroco, Dubes Inggris, dan Dubes Vienam.

“Kedatangan para Dubes akan memberikan manfaat. Para perwakilan Negara sahabat ini diharapkan mempromosikan Garut ke negaranya. Kami juga mengharapkan kunjungan perwakilan Negara-negara asing tersebut dapat berlanjut dengan kerja sama sinergis. Tentunya yang dapat menangkat pariwisata daerah Garut khususnya, daerah-daerah di Indonesia pada umumnya.” Tambah Kadisparbud kabupaten Garut.

Target yang paling penting dari GPBG ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Indonesia. Karena dengan aneka ragam seni, budaya, dan atraksi yang disuguhkan dalam even ini akan menjadi daya tarik yang kuat untuk mendatangkan wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal  di Garut.


Kepala Disparbud pun merasa optimis kehadiran Menpar Arief Yahya, Anggota DPR RI Ferdiansyah, dan para Dubes dipastikan akan memantik semangat, adrenalin para pelaku pariwisata di Garut. Terutama untuk menjadikan pariwisata Garut menjadi sektor unggulan. (Iyus Yusandi-Guneman)



SEGERA MILIKI MAJALAH GUNEMAN

Nomor 2 Tahun V 2019


BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2019"

Post a Comment