Guru-guru Ini Diperlakukan Bak Model, Begini Ceritanya





GUNEMAN (BANDUNG) –Sebanyak 50 orang guru-guru terpilih di Jawa Barat mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan di Hotel De Braga Bandung. Mereka diberikan pelatihan terbaik untuk menjadi guru inspirasi Indonesia dalam program Wardah Inspiring Teacher 2019 selama dua hari pada Sabtu sampai Minggu, 6-7 April 2019 kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Drs. Hikmat Ginanjar, M.Si., mengungkapkan kebanggaan dan kekagumannya pada guru-guru yang telah terpilih dalam program tersebut.
"Kita patut berbangga hati bahwa perusahaan besar seperti Wardah menaruh perhatian besar pada pendidikan melalui program CSR yang sangat luar biasa ini. Saya pun berharap guru-guru terpilih yang luar biasa ini dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sejawatnya kelak," ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan kegiatan Sabtu (6/4).
Wardah Inspiring Teacher merupakan bagian dari Wardah Inspiring Movement, yang merupakan program kepedulian sosial Wardah dalam bentuk berbagai aksi yang tak hanya menebarkan kebaikan, tetapi juga berbagi inspirasi kepada masyarakat Indonesia. Bersama Wardah, diharapkan nantinya para guru Indonesia akan terinspirasi untuk mewujudkan kebinaran dari hati lewat berbagai aksi baik dan inspiratif bagi lingkungannya.
Wardah Inspiring Teacher adalah bentuk apresiasi Wardah untuk para guru di Indonesia. Bagi Wardah, meningkatkan kualitas pendidikan generasi mendatang adalah salah satu cara untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia. Hal ini bisa dicapai di antaranya dengan lebih mengapresiasi peran guru sebagai pejuang yang mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa,” ujar Fifi, Public Relation Wardah.
Selain diberikan penghargaan, para guru dalam program Wardah Inspiring Teacher kemudian menjalani pelatihan soft skill dan hard skill yang ditujukan untuk peningkatan kualitas dan keahlian yang nantinya akan diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing. Beberapa perempuan inspiratif ikut mengisi materi dalam program ini seperti Atalia Praratya Ridwan Kamil selaku perempuan inspiratif Jawa Barat yang menggaungkan program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta), Ibu Dayang Suriyani sebagai satu-satunya guru Indonesia asal Kalimantan Timur yang masuk ke dalam 50 World Teacher Prize 2017, dan Analisa Widyaningrum selaku spokesman Wardah sekaligus psikolog ternama dari Jogjakarta.
“Guru-guru inspiratif ini merupakan hasil rekomendasi dari para siswa/mahasiswa dan alumni, komunitas, serta sekolah. Proses rekomendasinya berlangsung selama beberapa bulan terakhir lewat sosial media. Di akhir periode, terkumpul sebanyak 600 orang guru yang mendapat rekomendasi, yang kemudian diseleksi menjadi 50 orang guru sebagai kandidat di Jawa Barat.” Tambah Fifi.
Selanjutnya, selama dua hari penuh, para guru terpilih pun mengikuti materi bersama para ahli dari Kampus Guru Cikal. Mereka mendapatkan berbagai materi terbaik seperti Konsepsi Guru Belajar, Kunci Pengembangan guru, dan Inovasi Guru Belajar. Selain materi keguruan, guru-guru juga mendapatkan kelas kecantikan dan diperlakukan bak model dengan mencoba aneka produk kosmetik Wardah. Di akhir acara, guru-guru dibuat haru oleh penampilan siswi-siswi sekolah dasar yang menyanyikan lagu Terima Kasih Guru.



Doktor Honoris Causa
Sehari sebelumnya, pada acara Wisuda ITB (5/4), Intitut Teknologi Bandung memberikan penghargaan Doktor Kehormatan (Honoris Causa) kepada Dra. Nurhayati Subakat, Apt.. Hal ini merupakan penghargaan pertama kalinya bagi ITB untuk gelar Doktor Honoris Causa kepada sosokperempuan.
Alumni terbaik Farmasi ITB 1971 tersebut merupakan pendiri dan pemilik PT. Paragon Technology and Inovation, dengan produk kosmetik terkenalnyaadalah Wardah. Perusahaan kosmetik dalam negeri Indonesia yang mampu bersaing di kancah  internasional dengan jumlah produk lebih dari 300 buah dan penelitian sejumlah lebih dari 1.600 jurnal/bulan.
Sebelum Nurhayati, baru 11 orang yang menerima gelar kehormatan yang sama dari ITB, yaitu Presiden Republik Indonesia pertama Dr.Ir. Soekarno, Dr. Ir. Sediatno; Dr.Ir. J.Rooseno; Dr.Soetarjo Sigit; Dr.Ir. Hartanto Satrosoenarto; Prof.Dr. Emil Salim; Dr.Ir. Arifin Panigoro; Presiden Republik Indonesia keenam Prof.Dr.H Susilo Bambang Yudhoyono, serta Nobel Laureate Prof.Peter Agre dan Prof. Finn Erling Kydland.(Panji Pratama -Guneman)

SEGERA MILIKI MAJALAH GUNEMAN

Nomor 2 Volume V Tahun 2019



BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guru-guru Ini Diperlakukan Bak Model, Begini Ceritanya"

Post a Comment