LITERASI Di GUHA PAWON



        Nani Yuhaeni, 
(Guru SMP Negeri 3 Padalarang, KBB)


Workshop Digital Marketing Parawisata melalui Gerakan Literasi yang diprakarsai oleh FEKRAF (Forum Ekonomi Kreatif) Bandung Barat pada 15 Januari 2019.  Bekerja sama dengan Smartfren community, Disbudpar Kabupaten Bandung Barat dan Pokdarwis Guha Pawon, serta Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.   

Materi yang disampaikan tentang empat kata kunci yaitu, Digital, Marketing, Parawisata dan Literasi. Hal ini,  merupakan bekal yang cukup berarti bagi peserta. 

Pemiihan Guha Pawon sebagai lokasi pelaksanaan workshop memberi kesadaraan  bahwa potensi wisata, memerlukan promosi untuk bisa dipasarkan.  Dua kata kunci yaitu Marketing dan Parawisata, mulai terbuka. 

Guha Pawon, merupakan situs sejarah purba, masih   kurang dikenal  oleh wisatawan. Namun lebih dikenal oleh para peneliti. Padahal potensi wisata dan keindahan alamnya,   tidak kalah dibanding dengan tempat wisata yang ada di Kabupaten Bandung Barat khususnya atau Propinsi Jawa Barat Pada umumnya.

Guha Pawon merupakan wisata yang layak untuk dipromosikan.  Karena,  selama ini  lebih dikenal oleh  peneliti kepurbakalaan,  kelompok pencinta alam dan pemanjat tebing. Maka,  sudah saatnya khalayak umum mengetahui dan bisa menikmati keindahan alamnya.  Sehingga dua kata kunci berikutnya memegang peranan penting, yaitu Literasi dan Digital.

Di era digital ini, promosi dan marketing dilakukan tanpa batas. Selama internet bisa diakses maka pesan bisa tersampaikan.  Tentu saja dengan penulisan yang menarik dan lampiran foto-foto wisata yang instagramable . Sehingga menjadi destinasi yang  banyak dikunjungi wisatawan. 

Pembicara  dari Dinas Parawisata Kabupaten Bandung Barat yang diwakili oleh Ibrahim Adji Kabid Promosi, sangat mendukung pelaksanaan workshop  ini dilakukan di Guha Pawon.  Karena tempat ini merupakan destinasi wisata yang sedang dipromosikan selain Curug Malela dan Situ Ciburuy. 

Linda,  telah mewakili Smartfren Community . Beliau menjelaskan tentang pentingnya Digital Marketing dalam perkembangan saat ini. Setiap  wisata dapat dipromosikan melalui jaringan internet. Sehingga setiap orang dapat mengakses informasi berbagai hal yang berhubungan dengan destinasi. Baik lokasi, transportasi ataupun keunikan yang membedakannya dengan tujuan wisata yang lain. Hal ini harus dipahami oleh pengelola atau komunitas yang terlibat dalam satu destinasi wisata.

Agung sebagai ketua FEKRAF  menjanjikan akan memberikan ruang gerak promosi yang lebih maju dalam pengembangan industri parawisata di Kabupaten Bandung Barat. Cara yang ditempuh dengan menghadirkan berbagai komunitas yang bisa mendorong pengembangan destinasi.

Melibatkan pendidik dalam workshop ini sangat penting.  Yetty Laelawaty A, S.Pd pengelola Guha Pawon menjelaskan bahwa guru merupakan perpanjangan tangan yang efektif dalam menyampaikan misi parawisata. Hal ini dapat dicapai melalui pengetahuan, keterampilan, penanaman sikap yang baik dan sekaligus dapat membangun pendidikan yang berkarakter.

Materi terakhir dari penulis dan penggiat literasi, Eriyandi Budiman. Beliau menyampaikan tentang tips dan trik menulis dengan teknik hypnowriting . Dengan cara ini mengharapkan, semua peserta bisa mulai membuat tulisan yang menarik pembaca.  Sekaligus, dapat mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bandung Barat.

Pengalaman baru bagi kami, karena telah    terlibat dalam kegiatan workshop literasi ini. Sehingga, penulis merasa beruntung mendapat kesempatan untuk menambah wawasan dalam empat  kata kunci tersebut. 

Penyunting: Mardiah Alkaff

SUDAH TERBIT MAJALAH PENDIDIKAN GUNEMAN 

NO. 2 VOLUME V 2019



BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "LITERASI Di GUHA PAWON"

Post a Comment