Memetik Motivasi Akreditasi Sekolah



oleh: Jamaludin 


Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB XVI bagian kedua pasal 60 ayat 1 menyebutkan bahwa akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

Memaknai aturan tersebut, akreditasi dipandang sebagai sebuah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan lembaga atau program pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan professional dengan hasil dari akreditasi adalah pengakuan terakreditasi atau tidak terakreditasi dengan beberapa hal yang wajib dipahami sebagai berikut:
  1. Peringkat akreditasi berlaku selama 4 tahun terhitung sejak ditetapkannya peringkat akreditasi,
  2. Sekolah wajib mengajukan permohonan reakreditasi yaitu 6 bulan sebelum masa akreditasi berakhir,
  3. Sekolah yang meghendaki reakreditasi bisa mengajukan permohonan sekurang-kurangnya 1 atau 2 tahun setelah penetapan akreditasi.
  4. Sekolah yang masa akreditasinya telah berakhir dan sudah mengajukan permohonan reakreditasi namun belum ditindak lanjuti maka sekolah tersebut masih menggunakan peringkat akreditasi terdahulu.
  5. Sekolah yang masa akreditasnya berakhir dan menolak untuk reakreditasi maka peringkat akreditasi yang terdahulu sudah tidak berlaku.


Memilah manfaat dari berbagai manfaat yang dilahirkan dari hasil proses pelaksanaan akreditasi seluruhnya menuju pada terjaminnya kualitas dan mutu penatakelolaan sekolah yang terstandar.
Secara khusus manfaat yang dapat dipetik dari akreditasi bagi sekolah sebagai satu lembaga pendidikan adalah:
  1. Umpan balik dalam usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah dalam rangka menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan program sekolah.
  2. Motivator agar sekolah  terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, dan kompetitif baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional
  3. Bahan informasi bagi sekolah sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dalam hal profesionalisme, moral, tenaga, dan dana
  4. Acuan bagi lembaga terkait dalam mempertimbangkan kewenangan sekolah sebagai penyelenggara ujian nasional


Selanjutnya bagi personal sekolah manfaat akreditasi adalah bahan informasi untuk pemetaan indikator kelayakan sekolah, kinerja warga sekolah, termasuk kinerja kepala sekolah selama periode kepemimpinannya
Akreditasi bagi guru merupakan dorongan untuk selalu meningkatkan diri dan bekerja keras dalam memberikan layanan terbaik bagi peserta didiknya guna mempertahankan dan meningkatkan mutu sekolah hal ini dimungkinkan bahwa pengakuan sekolah bermutu secaa moral adalah dorongan tersendiri bagi guru untuk meningkatkan kinerjanya.
Bagi orangtua peserta didik, hasil akreditasi adalah informasi yang akurat tentang layanan pendidikan yang ditawarkan oleh sekolah, sehingga secara langsung orang tua memiliki penilaian untuk membuat keputusan dan pilihan yang tepat dalam kaitannya dengan pendidikan anaknya sesuai kebutuhan dan kemampuannya.
Sedangkan untuk peserta didik, hasil akreditasi akan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka telah memilih sekolah yang tepat untuk memperoleh pendidikan yang baik dan bermutu serta terstandar.

 mudah mudahan jadi insfirasi bagi kita semua dalam meningkatkan kinerja kita masing masing

Sumber referensi:
1. POS Akreditasi 2019, ban s/m kemendikbud. 2019
2. Akreditasi untuk sekolah bermutu, achmad taufik, 2017


Jamaludin, Pengawas SD Dinas Pendidikan Kab. Cianjur

MILIKI MAJALAH PENDIDIKAN GUNEMAN EDISI No. 2 TAHUN V 2019




BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memetik Motivasi Akreditasi Sekolah"

Post a Comment