Menggali Potensi dalam Wisata Edukasi di Tanah Surgawi



Resensi_Imas Sarinah

Judul Buku          : Setapak Jejak di Tanah Jambi
Pengarang           :  Tim FKG IPS Nasional Jabar
Penerbit               :  MG Publisher
Tahun Terbit       :  2019
Cetakan               :  Pertama
Jumlah Halaman :  164 Halaman
ISBN                   :  978-602-5582-86-8


Menggali Potensi dalam Wisata Edukasi di Tanah Surgawi
Oleh  :  Imas Sarinah

Melakukan perjalanan adalah hal biasa. Namun melakukan perjalanan berupa wisata edukasi merupakan hal yang luar biasa. Lebih-lebih ke tempat yang begitu banyak potensinya. Seperti yang telah dilakukan oleh beberapa guru IPS Jawa Barat ini, merupakan hal baru dan benar-benar luar biasa. Mereka melakukan perjalanan dinas berupa Seminar Nasional tentang “Strategi Pembelajaran Abad 21” namun sekaligus berhasil menggali potensi tanah Jambi tanah surgawi.

Melalui buku ini, kita benar-benar diajak melancong ke tempat yang begitu indah, kaya, memikat dan penuh makna. Sebagian orang tentu memandang kota Jambi adalah bagian dari Sumatra yang khas dengan kemelayuannya saja. Ternyata bukan hanya itu, Jambi adalah kota yang benar-benar bermakna dan berhasil memikat mereka. Hal ini terbukti melalui ungkapan para penulis dalam buku ini seperti “Cintaku tertambat di Gentala Arasy”(Enang Cuhendi, dalam tulisannya yang berjudul Jambi, We Are Cooming) , Jambi Punya Cerita di Hatiku (Yani Suryani, A.KS.), Indahnya Batik Jambi (Rina Malia Chandra), Eksotisme Jambi Kuno di Museum Singijai (Enang Cuhendi), Oh … Kapal Selam! (R. Yulia Yulianti) dan yang lainnya.

Selain itu, jika Anda membaca buku ini Anda akan merasakan seolah-olah Anda melakukan perjalanan langsung. Perasaan berdebar berada di pesawat terbang, semangat yang membara mengikuti seminar walau dalam jarak yang jauh atau bagaimana repotnya mengejar  waktu yang padat dan terbagi dengan kegiatan penting lainnya dalam waktu yang sama. Bahkan bagi Anda penyuka kuliner, jambi merupakan kota yang kaya dengan aneka macam kuliner. Anda pasti akan menelan air liur sendiri membayangkan nikmatnya kuliner Jambi seperti yang tertuang dalam tulisan Nikmatnya Kuliner Jambi (Sumarni). Tulisannya sangat ringan dibaca, mengalir, mudah dipahami dan cukup menginspirasi pecinta kuliner.

Bagi para wanadri pun, buku ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk mendaki gunung Kerinci. Dian Diana, dalam tulisannya yang berjudul Menggapai Atap Sumatra mampu meluruhkan hati pembaca untuk lebih dekat dengan yang maha kuasa. Tadzabur alam yang dilakukan Dian Diana (IN dan pengajar di SMP Cihampelas Bandung) beserta Suaminya  Hilman Latief , berusaha menggapai atap Sumatra dalam pendakiannya ke Gunung Kerinci merupakan pengalaman dan kisah perjalanan yang luar biasa. Pos demi pos terlewati dalam lindungan illahi hingga akhirnya menggapai puncak tertinggi. Rasa syahdu pun mengalir dalam ruku dan sujud sholat berjamaah, sampai air mata pun mengalir bertasbih dan tahmid di antara mereka. Hal lain yang lebih menarik yaitu keindahan dan keunikan air terjun Telun Berasap yang selama ini menyimpan misteri telah berhasil mereka jelajahi ternyata banyak menyimpan ilmu untuk dipelajari dan ditafakuri.

Meskipun buku ini cenderung berisi pengalaman yang sama dari masing-masing penulisnya, namun buku ini pun dapat dijadikan sebagai bagian literasi dan referensi bagi Anda yang ingin menjadi literat dan mencoba menstransfer pengalaman menjadi ilmu, maka bacalah buku ini. Terutama bagi Anda yang ingin menjelajahi dan menikmati indahnya kota Jambi, milikilah segera buku 
Salam Literasi!



SEGERA MILIKI MAJALAH GUNEMAN

Nomor 2 Volume V Tahun 2019



BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!




                       
           



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menggali Potensi dalam Wisata Edukasi di Tanah Surgawi"

Post a Comment