Sabang-Merauke


oleh : Mardiah Alkaf

Kami jiwa-jiwa rapuh yang menyebar antara Sabang dan Merauke
Kami tidak bisa membuka kata  benar
Apakah juga kau
Pikiran-pikiran kami telah terbelenggu
Jiwa-jiwa kami  terseret  arus eksistensi kepalsuan

Kami hanya jiwa rapuh yang terbawa arus globalisasi
Kami tidak tahu yang benar itu benar
Yang kami tahu kebenaran hanya dalam kata hipnotis
Kebenaran hanya melintas di permukaan air

Apakah kamu tahu dasar lautan
Tidak ...!
Kami tak ada waktu menyelam dalamnya samudera
Kami tidak sempat membuka hati yang terlanjur  benci
Kami tak mampu menabur kasturi
Karena,
hati kami sudah terkunci berita beo tua
Karena,
kami hanya jiwa rapuh yang terombang-ambing angin egois

Kami bicara padamu dengan kata-kata bijak dalam dinding bening di malam hari
Kami ingin berteriak menembus jantungmu
Kami ingin merobek akal busukmu
Bukalah dadamu
Bukalah nuranimu
Tapi kamu tetap dalam jiwa penuh caci
Kaututup hatimu karena terlanjur cinta
Kausebar nila dalam otak yang ranum
Benci,  dendam dan fitnah

Kami hanya jiwa rapuh antara Sabang dan Merauke
Apakah juga kau
Menjadi perkutut yang tak tahu makna sejati
Haruskah cinta menyebarkan fitmah
Haruskah kasih berlapis amarah

Mana mungkin tanah ini bertabur malaikat bersayap kasih
Manamungkin langit ini berhias pelangi
Jika kebencian terus menyebar dalam sekam
Jika penghuni neraka menjadi sahabat kata
Jika  akal telah terbungkus daun berduri
Namun ....
Kami hanya jiwa rapuh antara Sabang dan Merauke


Padalarang
Mardiah Alkaff
7 April 2019


SEGERA MILIKI MAJALAH GUNEMAN

Nomor 2 Volume V Tahun 2019


BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sabang-Merauke"

Post a Comment