Semarak Festival Literasi Jabar Dalam Mendukung Minat Baca




oleh Mardiah Alkaff


Mia dan Ikan, dan Catatan Kecil Tentang Kita.  Dua buah buku karya Atalia Praratya telah launching    dalam Festival Literasi Jabar. Bunda Literasi, yang terkenal dengan ibu Cinta, telah memberikan contoh bagi kaum wanita, bagi warga Jawa Barat  untuk mencintai literasi sampai menghasilkan karya buku.
“Habis Gelap Terbitlah Terang,” itulah tema festival. Kegiatan inti menampilkan penandatanganan Deklarasi Literasi, Unjuk Kabisa Penggerak Literasi, Angklung Forkopinda, Launching Buku Karya Ibu Atalia Praratya, Pasar Buku Murah dan Pameran Buku. Dengan menghadirkan tokoh utama, Gubernur, Bunda Literasi Jabar (Atalia Praratya), Andi Yudha, Ferry Curtis dan Tulus.
 Festival Literasi Jabar 2019 merupakan pestanya pecinta dan pejuang literasi.  Sabtu 20 April 2019 di halaman Gedung Sate Bandung berkumpul ribuan warga dengan berbagai peran. Meraka  menunjukkan kecintaannya pada buku, membaca dan cipta literasi.   M. Syarief Bando,  Kepala Perpustakaan Nasional, hadir menyampaikan sambutan pertama dan   amanat agar minat baca bangsa meningkat seperti negara maju lainnya.
"Jangan pesimis rangking 60 dari 61 negara yang disurvey tentang minat baca.  Terpenting adalah solusi.  Ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk Jabar. Pertama, membudayakan wajib baca sebelum belajar. Kedua,  setiap Kepala Dinas wajib membaca buku setiap bulan, membuat resensi dan mempresentasikannya. Solusi yang ketiga, menyiapkan fasilitas membaca misalnya   Kolecer (Kotak Literasi Warga Cerdas),  perpustakaan desa."  Demikian Ridwan kamil dalam sambutannya dan sekaligus membuka Festival Literasi.
Pukul. 07.00 kegiatan sudah  dimulainya dengan seminar   Bunda Literasi seluruh Kab/kota. Telah hadir    Athalia dan pendongeng anak-anak, Andi Yudha.  Arena Jabar Bergerak sudah  mulai pendaftaran. Ratusan anak-anak  PAUD dengan semangat dan bahagia mengikuti lomba menggambar tokoh wanita Indonesia RA.Kartini.  Karena  tema festival adalah “Habis Gelap Terbitlah Terang.”
Panggung utama menampilkan  hiburan dan musik.  Tenda yang  cukup panjang, memamerkan   karya literasi dan kreasi wakil  27  Kab/Kota, Dinas perpustaakan dan kearsiapan (Dispusip)  se Jabar dan berbagi instansi turut memeriahkan.  Tenda kedua, mempromosikan dan menjual makanan dan minuman khas karya masyarakat Jabar.  Mobil perpustakaan keliling (Pusling) menyebar di setiap titik.  Termasuk kolocer yang menyiapkan buku-buku untuk dibaca. Sehingga, terasa suanana semarak literasi yang sangat meriah. 
Seminar selesai sekitar Pukul 10.00.   Bunda literasi dari kab/kota  menyatu bersama pengunjung. Semua mengenakan kain kebaya, sebagai mengisi hari Kartini. Rombongan, memberi   apresiasi pada anak-anak  PAUD peserta lomba mewarnai dengan foto bersama. Benner utama festival yang megah menjadi latar berfoto. Nampak Gubernur dan istri, juga tamu undangan menyatu bersama anak-anak yang membawa hasil karyanya.  
Acara berlanjut di depan panggung utama. Puluhan ibu-ibu dengan parade angklung Forkopinda dan baju adat membuka dengan nyanyian yang menggugah semangat. Setelah sambutan Kepala Perpusnas dan Gubernur, berlanjut dengan pengumuan berbagai lomba literasi. Lomba mendongeng yang dilakukan oleh Bunda Literasi tiap kabupaten kota menjadi perhatian.  keluar sebagai pemenang adalah pendongeng dari Depok, Garut dan Cirebon.
Setelah launching buku karya istri Gubernur, Atalia Praratya,  mulailah acara puncak.  Deklarasi Literasi Jawa Barat. Dengan sambutan meriah dari hadirin dan peliput berita deklarasi ditandatangai  yang berwenang. Enam orang menandatangani yaitu  Gubernur Jabar, (M.Ridwan Kamil) Kepala Perpustakaan Nasional (M.  Syarief Bando),  Kepala Dispusipda Jabar (Riadi),  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar (Doni P.  Joewono),    Direktur Utama Bank Jabar Banten (Agus Mulyana), dan Bunda Literasi Jabar (Atalia Praratya).
Deklarasi Literasi Untuk Jawa Barat Juara Lahir Batin , 20 April 2019 terdapat empat  pernyataan. Pertama, siap mendukung Gerakan Literasi untuk Jawa Barat Juara Lahir Batin, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.  Kedua,  menjadikan perpustakaan sebagai wahana belajar masyarakat  sepanjang hayat. Dengan prinsip terbuka, menyenangkan dan menjunjung kebermanfaatan yang tinggi  bagi masyarakat Jawa Barat, dalam meningkatkan kualitas hidupnya, melalui program transpormasi, perpustakaan berbasis inklusi sosial di Jawa Barat. Ketiga, sesuai dengan kewenangan kami masing-masing mendukung Gerakan Literasi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat literat yang berkarakter dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Keempat,  membangun kolaborasi untuk melakukan inovasi kreasi literasi dalam mewujudkan masyarakat cerdas.
 Acara utama berakhir dengan penampilan penyanyi bergenre balada dan pencipta 250 puisi, Ferry Curtis. Dengan kemahiran memainkan gitar dan suara khasnya, memimpin  menyanyikan lagu Ayo Membaca.  Bunda Literasi Jabar turut mendampingi dan memperagakan gerakan ringan dan berulang sehingga mudah diikuti oleh anak-anak dan tamu undangan. Syair lagu yang sering dibawakan keliling Indonesia, sederhana namun mampu membangkitkan gairah  literasi. Karena penyanyi kelahiran Purwakarta 20 Oktober 1969 ini selalu mengkampanyekan membaca dan literasi lewat puisi dan lagu. " Yo, ayo ke pustaka,  yo ayo mari membaca.  Guru yang hebat senang membaca. Murid yang pandai selalu membaca. Pemimpn besar pasti membaca. Bangsa yang maju bangsa pembaca.”
Panggung utama istirahat sekitar pukul 12.00.   Bunda Literasi Jabar dan  Bunda Literasi Kabupaten/Kota  berkeliling   stand dan arena, untuk mengapresiasi, berfoto dan  berbincang dengan peserta festival. Peserta festival belum beranjak karena masih menunggu satu penampilan artis idola, Tulus.
Tulus, nama asli Muhammad Tulus Rusydi,  artis muda berbakat kelahiran Bukit Tinggi 20 Agustus 1987 ini   sedang naik daun. Terlihat penggemar yang menunggu atau sengaja datang dari luar kota. Sekitar pukul 14.00  Tulus menampilkan dua buah lagu. Penonton yang umumnya anak muda seperti terhipnotis dengan suaranya yang khas.
"Kita bisa memanfaatkan waktu, tiga jam bisa kita gunakan untuk berimajinasi, berkreasi berkolaborasi jangan dihabiskan untuk disinformasi. Bacalah buku, namun bukan buku paket pelajaran. Karena orang yang tidak  suka membaca, orang yang malas membaca akan mudah   mudah dibohongi apalagi oleh teknologi saat ini.”Demikian, pesan literasi dari Ridwan Kamil dalam sambutannya.
 Salam Membaca. Salam Literasi


AYO MILIKI MAJALAH PENDIDIKAN GUNEMAN 


NO. 2 VOLUME V 2019




BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!








Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Semarak Festival Literasi Jabar Dalam Mendukung Minat Baca"

  1. Selamat untuk semua penggiat Literasi Jawa Barat. Semoga İkhtiar kita diridhoi Allah, dan diberikan kelancaran dalam mengembangkan gerakan literasi ini. Aamiin

    Bu Mardiah Hebat👍

    ReplyDelete