Tablet Pintar Menulis

oleh: Esep M. Zaini

Ada beberapa teman yang sudah membeli tablet pintar dengan niat yang sangat mulia, yaitu ingin menyebarkan ilmunya melalui tulisan. Dia pandai presentasi. Dengan harapan setiap ucapannya jadi karya tulis.

Sudah hampir enam bulan, ternyata tulisan mereka belum muncul juga. Dengan alasan tetap seperti semula: Tak ada waktu dan ternyata menulis itu sulit.

Menulis bukan sekadar teknis, bahkan bukan teknis. Banyak penulis yang tidak punya alat/media tulis modern, tetapi tetap produktif dan kreatif. Jadi, "passion" menulis itu yang harus kita dapatkan. Untuk dianugerahi "passion", tentu satu-satunya jalan hanya dengan terus-menerus menulis yang didukung bacaan yang bergizi dan rajin mendengarkan hal-hal positif. Setelah itu terserah Anda.

"Jadi, nama Anda siapa?"
"Anda, Kang."
"Kok, balik bertanya? Bukankah Anda telah mengenal saya?"
"Iya, Kang. Sejak lama. Tapi, baru kali ini saya bisa bertemu dengan Akang."
"Jadi, nama Anda siapa?"
"Anda, Kang."
"Ya, nanya lagi? Begini, nama Bapak aslinya siapa?"
"O, nama bapak saya? Panggilannya Kamu, nama lengkapnya Kamustafa Al-Kaidah."
"Asal?"
"Jatitujuh, Majalengka."
"Ke sini?"
"Mau ikut workshop menulis. Sejak dulu saya ingin belajar menulis kepada pemimpin Redaksi Guneman."
"O o o, jadi nama Anda siapa?"
"Anda, Kang. Lengkapnya Anda Suka Wanoja."
"Wah, gue banget itu, ha ha ha."
"Ha ha ha."
"Kenapa Anda ikut tertawa?"
"Ya, nemani Akang saja. Kalau tertawa sendirian khawatir Akang dikira orang gila."
"Anda ternyata cerdas juga?"
"Ouw, saya cerdas setelah membaca Guneman. Sebelumnya, otak sumpek."
"Ha ha ha ...."
"Ha ha ha ...."


#ceritaseru_èmz
Indramayu, 9/4/2017

Punten, Kang Anda Sukanda NP. Kasabit nami. Itu hanya fiktif belaka. Hehehe wilujeng leleson.

SEGERA MILIKI MAJALAH GUNEMAN

Nomor 2 Volume V Tahun 2019



BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tablet Pintar Menulis"

Post a Comment