WITIR



Oleh: Edyar RM*


Bismillahirrohmaanirrohiim

Allahumma agung suci zating zat solat
Nu hurung dina kurungan, Nu herang dina salira
Nu gancang di alam qudrot, Nu caang di alam sampurna
Sampurnaning sujud ka Allah

Thooibun ghooibun
Aci sari datang rasa
Aeda nusa lalanang sajagad
Kabeh Nur na maning Allah
Allahu... Allahu... Allahu...

Seolah diri ini berdiri tepat di hadapan Kabah, kiblatnya kaum muslimin muslimat sedunia, seolah hendak berdialog dengan Sang Pemilik Kabah, Sang Pencipta Alam Raya. Suasana terasa sakral.

Allahu akbar!
Hati bergetar hebat. Raga seakan naik ke langit, menuju semesta luas tak berbatas. Betapa kecil dan tak berartinya diri ini di hadapan Kemahabesaran Allah. Sungguh, salat adalah mi’raj-nya kaum muslimin.

Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.

Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Segala puji bagi Allah, Tuhannya semesta alam, Tuhan yang Maha Pengasih yang kasih-Nya tak pilih kasih, Tuhan yang Maha Penyayang yang sayang-Nya tiada berbilang. Allah yang merajai Hari Pembalasan, yang tidak ada satu pun raja yang berkuasa pada saat itu kecuali Allah Sang Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi yang berkuasa menentukan nasib manusia. Maka, hanya kepada Allah-lah kami menyembah dan hanya kepada-Nyalah kami memohon pertolongan.

Pecahlah tangisan hati ini, merasa diri berlumur dosa, berdusta, ingkar janji, ujub, dengki, suka pamer, dan masih banyak lagi dosa-dosa lainnya yang tak terasa. Makin menjadi rintihan ini karena merasa diri ini jarang sekali ingat akan karunia Allah yang begitu besar dan banyak. Mengapa diri ini tak pandai bersyukur, malah banyak sekali mengeluh mengenai urusan dunia. Ya Allah, betapa hati masih mudah diperbudak hawa nafsu. Maka, tunjukkanlah kepada kami jalan lurus-Mu, ya Allah! Yaitu jalan orang-orang terdahulu yang telah Engkau beri nikmat keimanan kepada mereka, bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat! Aamiin.

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Engkaulah Allah, Tuhan yang Maha Esa. Engkaulah tempat meminta segala sesuatu. Engkau tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tiada sesuatu pun yang setara dengan-Mu, ya Allah!

Allahu akbar!
Raga ini pun rukuk. Teringat ada malaikat-malaikat yang dari mulai ia diciptakan hingga ia dimusnahkan, hanya diberi tugas oleh Allah untuk rukuk dan memuji Allah. Betapa belum ada apa-apanya ibadah hamba-Mu ini, ya Allah, dibandingkan dengan malaikat-Mu. Maka, jiwa ini pun ikut rukuk bersama para malaikat. “Mahasuci Engkau dan Mahakudus Tuhan para malaikat dan ruh!”

Sami' Allahu li man hamidah! Rabbana walakal hamd...

Allahu akbar!
Bersujudlah jiwa dan raga ini. Teringat kisah fenomenal dari surga. Kisah Adam dan Iblis. Kesombongan Iblislah yang membuatnya berani membangkang perintah Allah, merasa diri lebih mulia karena diciptakan dari nyala api, sehingga ia tidak sudi bersujud kepada Adam yang Allah ciptakan dari tanah. Karena kesombongannya pulalah akhirnya Iblis terlaknat dan terusir dari surga Allah yang penuh dengan kenikmatan. Maka, sedikit saja ada kesombongan dalam hati ini, akan hilang pula kenikmatan dalam hidup ini.

Kening beradu cukup lama dengan sajadah. Kepala yang penuh dengan kesombongan ini ditempatkan di tempat yang serendah-rendahnya agar patuh kepada Tuhannya, agar sadar sesadar-sadarnya bahwa tak ada yang bisa disombongkan di hadapan Allah yang Maha Segala-galanya. Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi.

Allahu akbar!
Rabbighfirlii (Tuhanku, ampunilah aku), warhamnii (sayangilah aku), wajburnii (tutuplah aib-aibku), warfa’nii (angkatlah derajatku), warzuqnii (berilah aku rezeki), wahdinii (berilah aku petunjuk), wa’aafinii (sehatkanlah aku), wa’fu ’annii (maafkanlah aku).

Allahu akbar!
Dalam sujud yang kedua ini, kumanfaatkan untuk memanjatkan puji dan doa. Mahasuci Engkau dan Mahakudus Tuhan para malaikat dan ruh. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku sujud, hanya kepada-Mu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku berserah diri. Hanya kepada-Mulah pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, dan syarafku tunduk.

Konon, pada saat sujudlah saat-saat paling dekat seorang hamba dengan Tuhan-Nya. Salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Namun, tak banyak doa yang bisa kupanjatkan. Hanya tiga doa yang selalu kupanjatkan pada setiap akhir sujudku: Semoga Allah memberikan kesempatan taubat nasuha, semoga Allah meneguhkan iman dan islam dalam hatiku, dan semoga aku dimatikan dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.

Allahu akbar!
Teringatlah percakapan Rasulullah SAW dengan Allah SWT di ‘arasy pada saat mi’raj. Percakapan antara hamba-Nya yang paling mulia dan Allah pemilik alam semesta. Percakapan agung yang diabadikan dalam bacaan salat.

Rasulullah menyapa Allah dengan pujian, “Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah.” Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Kemudian Allah menjawab, “Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh.” Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya. Rasulullah dengan rendah hati menjawab, “Assalaaamu ’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin.” Semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.

Begitu hebatnya engkau, ya Rasulullah, sempat-sempatnya engkau memikirkan keselamatan kami sebagai umatmu. Semoga kami termasuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang shalih. Aamiin.

Asyhadu allaa ilaaha illallooh, wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.

Assalaamu’alaikum warohmatullooh.
Kutengokkan wajah ke sebelah kanan dan kiri sebagai tanda kewajiban menebar keselamatan bagi seluruh alam. Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepada kalian, wahai para makhluk Allah.

Kusapukan telapak tangan pada wajah yang penuh dosa ini seraya berdoa, “Bismillahilladzii laa yadhurru ma’asmihii syai’un fil ardhi walaa fissamaa’i wa huwassamii’ul ‘aliim.”

“Ya Allah curahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang dapat membuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalanmu yang lurus. Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada beliau, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya dengan sebenar - benar kekuasaannya yang Maha Agung.”

“Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia.”

“Wahai Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”

___________________________
*EDYAR RAHAYU MALIK. Guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Ciawi. Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Kab. Bogor. Pegiat Musikalisasi Puisi.

MILIKI MAJALAH PENDIDIKAN GUNEMAN EDISI No. 2 TAHUN V 2019




BAGI YANG MAU MENERBITKAN BUKU,  PENERBIT GUNEMAN SIAP MEMBANTU!



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "WITIR"

Post a Comment