GURU DAN MURID






GURU DAN MURID
Oleh: Edyar RM



Di sekolah, ada suatu hubungan yang unik, aneh, langka, tapi nyata. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan antara guru dan siswa. Berikut ini pemaparannya.

Bagi siswa, ternyata tidak semua guru yang masuk dan mengajar di kelasnya itu secara otomatis akan menjadi gurunya. Mungkin hanya beberapa saja, atau mungkin malah tidak ada sama sekali yang dianggap sebagai guru oleh siswa. Buktinya, beberapa siswa cuek saja dan malah asyik dengan dunianya sendiri, sementara sang guru sudah berada di kelas dan hendak memberikan pengajaran.

Namun, ada pula guru yang tidak pernah masuk dan mengajar di kelasnya, tetapi siswa tersebut begitu takzim kepada guru tersebut. Setiap kali bertemu selalu menyalami dan menegur sapa. Tutur katanya ia dengarkan dan resapi. Kebiasaannya ia berusaha tiru dan ikuti. Jika ada, nomor ponselnya ia simpan, akun ig-nya ia follow, akun fb-nya ia add friend. Ia telah mengangkatnya sebagai GURU.

Begitu pun bagi guru. Tidak semua siswa yang ia ajar di kelas secara otomatis akan menjadi muridnya. Mungkin hanya beberapa siswa saja, atau mungkin malah tidak ada sama sekali yang dianggap murid oleh sang guru. Buktinya, sang guru hanya mengajar ala kadarnya, mungkin hanya perhatian pada beberapa siswa rajin dan pandai saja, sementara siswa lainnya cenderung diabaikan.

Namun, ada pula siswa yang tidak pernah ia ajar di kelas, tetapi sang guru begitu menaruh perhatian kepada siswa tersebut. Berinteraksi lebih banyak di luar kelas. Berbagi ilmu dengan senang hati. Tak canggung mewasiatkan sesuatu. Ia telah mengangkatnya sebagai MURID.

Beruntunglah meraka yang memiliki hubungan sebagai guru-murid. Ilmu akan mudah turun dan bermanfaat karena wasilah guru. Guru adalah telaga ilmu, sementara murid adalah investasi bagi sang guru.

Beruntunglah mereka yang memiliki hubungan sebagai guru-murid. Konon, ketika ajal seorang anak manusia sudah sampai kerongkongan, setan membisikinya agar berpaling dari Tuhannya dengan menjelma sebagai orang-orang terdekat, bisa sebagai teman, saudara, bahkan orang tua. Akan tetapi, hanya satu sosok yang tidak bisa ia jelma, yaitu sang guru. Guru adalah pewaris para nabi.

Hubungan guru dengan murid adalah hubungan yang mampu menembus batas ruang dan waktu. Tidak butuh ruang kelas dan jadwal pelajaran karena hubungan guru dengan murid adalah ikatan batin. Ia mampu saling mendoakan kebaikan dalam diam dan hening malam, saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Hubungan itu akan terus dibawa sampai sang murid lulus dari sekolah, menikah dan beranak pinak, bahkan sampai negeri akhirat.

Untuk mengakhiri tulisan ini, saya ingin mengajak. Mari kita cari sebanyak-banyak guru. Jangan ragu mengangkat orang tua kita sebagai guru kita. Jangan segan mengangkat teman yang lebih baik dari kita sebagai guru kita. Jangan sungkan mengangkat senior atau junior yang lebih berpengalaman sebagai guru kita. Jangan lupa pula untuk mengangkat nabi kita sebagai guru sejati kita dalam berkehidupan.

Selain itu, mari kita angkat sebanyak-banyak murid. Jangan ragu mengangkat anak-anak di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia, baik yang bersekolah maupun yang putus sekolah, sebagai murid kita. Jangan lupa pula mengangkat anak-anak kita di rumah sebagai murid kita. Mereka semua layak mendapatkan pengajaran terbaik dari kita.

Akhirnya, izinkan saya berguru kepada pembaca sekalian. Kritik, saran, dan tanggapan sangat saya harapkan.

Selamat menjalankan ibadah Ramadan 1440 H.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "GURU DAN MURID"