LABORATORIUM IPS, PERLUKAH?


Salah satu sudut laboratorium IPS SMPN 3 Limbangan

Oleh Enang Cuhendi,S.Pd.MM.Pd*)


Salah satu hasil rapat kerja wilayah Forum Komunikasi Guru IPS (FKG IPS) Nasional provinsi Jawa Barat tahun 2017 menginsyaratkan perlu dirintisnya pendirian laboratorium IPS di tingkat SMP/MTs. di Jawa Barat. Rapat memandang pendirian laboratorium ini sangat mendesak mengingat IPS  merupakan mata pelajaran yang sangat kompleks.
IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial adalah salah satu mata pelajaran pada jenjang pendidikan di tingkat sekolah. IPS mengkaji berbagai fenomena kehidupan dan masalah sosial yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah-pedagogis dan psikologis, yang telah disederhanakan, diseleksi, dan diadaptasi untuk kepentingan pencapaian tujuan pendidikan. IPS dikembangkan secara terintegrasi dengan mengambil konsep-konsep esensial dari Ilmu-ilmu Sosial dan humaniora. Salah satu tujuan dikembangkannya pembelajaran IPS di sekolah adalah untuk menjadikan peserta didik agar dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.  
Menurut Muhammad Numan Somantri dalam bukunya “Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS”  (2001: 44) pendidikan IPS untuk tingkat sekolah bisa diartikan sebagai: (1) Pendidikan IPS yang menekankan pada tumbuhnya nilai-nilai kewarganegaraan, moral ideologi negara dan agama; (2) Pendidikan IPS yang menekankan pada isi dan metode berpikir ilmuwan sosial; (3) pendidikan IPS yang menekankan pada reflective inquiry; dan (4) Pendidikan IPS yang mengambil kebaikan-kebaikan dari butir 1, 2, 3, di atas”. Untuk menunjang keterlaksanaan metode berpikir ilmuwan sosial dan juga keterlaksanaan reflective inquiry diperlukan adanya laboratorium IPS
“Laboratorium” adalah sebuah kata yang umumnya hanya dikenal di lingkungan mata pelajaran sain. Dalam kamus Oxford, Laboratorium (laboratory) diartikan sebagai:”room or building used for saintific experiment”. Sedangkan menurut Mustafawan (2012) laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain.

Dari pengertian-pengertian di atas jelas sekali tidak ada yang menyebutkan tentang IPS atau social studies secara tersurat dalam kaitannya dengan laboratorium. Akan tetapi, berdasar pendapat di atas pula, laboratorium dapat digunakan dalam berbagai ilmu, dalam hal ini tentunya IPS bisa termasuk di dalamnya. Dalam konteks ini, laboratorium IPS merupakan tempat yang disiapkan secara khusus untuk melakukan kegiatan eksperimen, analisis, observasi, penelitian dan kegiatan pembelajaran IPS. Pengertian tempat ini bisa dalam pengertian indoor maupun outdoor. Laboratorium IPS memiliki fungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran IPS secara praktek dengan peralatan khusus yang tidak mudah dihadirkan di ruang kelas.
Lesehan menjadi salah satu opsi

Walau dipandang penting namun pada kenyataannya, keberadaan laboratorium IPS di SMP masih sangat minim, berbeda dengan laboratorium IPA, bahasa bahkan komputer. Sampai saat ini, kesadaran stake holder dunia pendidikan dalam pembangunan laboratorium IPS masihlah sangat kurang. Kebanyakan orang berpikir, IPS merupakan pelajaran teori yang berisi wacana-wacana saja tanpa perlu adanya praktikum. Padahal itu salah besar. IPS sebagai salah bagian dari ilmu pengetahuan tentu saja berlandaskan pada fenomena-fenomena alam yang konkret dan bisa dibuktikan keilmiahannya.
Kebanyakan sekolah hanya mengembangkan laboratorium IPA akan tetapi banyak sekolah yang tidak memiliki laboratorium IPS. Alasannya klasik, karena IPS masih dipandang sebagai mata pelajaran yang tidak terlalu penting karena tidak di-UN-kan, dengan kata lain IPS adalah mata pelajaran “kelas dua”. Selain itu, dalam Standar Nasional Pendidikan pada Standar Sarana dan Prasarana  tidak disebutkan adanya laboratorium IPS sebagai syarat minimal pelayanan pembelajaran di sekolah. Kesan dari perangkat hukum ini adalah seolah-olah laboratorium IPS tidak begitu penting di sekolah. Karena itulah tidak heran apabila pemerintah selaku pelaksana amanat perundangan kurang  memperhatikan keberadaan laboratorium IPS.
Satu hal yang membanggakan, di tengah kelangkaan keberadaan Lab IPS di sekolah dan tidak ada ketentuan sekolah harus memiliki laboratorium IPS ada beberapa guru dan sekolah yang secara mandiri, kreatif dan inovatif mencoba memfasilitasi dan mengembangkan berdirinya Lab IPS di sekolah mereka. Hal ini dilandasi oleh semakin banyaknya para guru yang sadar pentingnya laboratorium IPS untuk mengembangkan laboratorium IPS menjadi lebih menarik dan berkualitas. Walaupun masih relatif sederhana dan belum terstandar, tercatat beberapa sekolah di Jawa Barat, DIY dan Jawa Tengah sudah mulai memiliki laboratorium IPS.


Memang dalam pelaksanaanya pendirian dan pengembangan laboratorium IPS di beberapa sekolah masih menghadapi banyak kendala. Sebagian permasalahan misalnya bahwa sekolah-sekolah tidak memiliki ruangan khusus yang bisa dijadikan laboratorium IPS dan belum memiliki tenaga khusus atau laboran bagi laboratorium IPS. Laboran sebagai pengelola sekaligus tenaga yang merawat laboratorium masih belum ada.  Sebagai aset pendidikan yang sangat penting, idealnya laboratorium menjadi tumpuan sekolah-sekolah sebagai arena pembelajaran. Pembelajaran IPS dengan memanfaatkan laboratorium akan mempermudah siswa mengkunstruk konsep dan memahami materi yang diajarkan.
Masalah-masalah dan kendala yang dibahas di atas perlu dicari solusinya. Salah satunya dalam kaitan dengan ketersediaan tenaga laboran pengelola laboratorium IPS, Pengurus Wilayah FKG IPS Nasional provinsi Jawa Barat sudah dua kali bekerja sama dengan UPI Bandung dan salah satu produsen media dan alat peraga pendidikan yang ada di Bandung mengelar pelatihan pengenalan dan pengelolaan laboratorium IPS untuk guru-guru IPS SMP dan MTs di Jawa Barat dengan tingkat antusiasme peserta yang luar biasa. Mudah-mudahan ke depan langkah ini diikuti dengan munculnya kebijakan pemerintah untuk memfasilitasi berdirinya laboratorium IPS di setiap sekolah dan mencantumkan adanya Lab IPS sebagai syarat minimal pelayanan pembelajaran di sekolah dalam Standar Nasional Pendidikan pada Standar Sarana dan Prasarana.  

*) Guru IPS SMPN 3 Limbangan – Garut dan Ketua PW FKG IPS Nasional Jawa Barat

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "LABORATORIUM IPS, PERLUKAH?"