OPTIMALISASI OTAK 3 IN 1 MELALUI JOYFUL LEARNING



Oleh Edyar Rahayu Malik*


Kegiatan pembelajaran di kelas seringkali kurang menggairahkan bagi siswa. Siswa merasa jenuh, mengantuk, tidur di kelas, atau bahkan melakukan aktivitas lain yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembelajaran seperti mengobrol dengan teman, memainkan gawai, dan asyik dengan dunianya sendiri. Hal itu tentu saja akan mengakibatkan kegiatan pembelajaran menjadi tidak efektif yang pada akhirnya tujuan pembelajaran pun tidak tercapai.
Kejenuhan siswa tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor internal yang berasal dari dalam siswa itu sendiri dan faktor eksternal yang berasal dari luar siswa itu sendiri. Guru harus peka melihat faktor penyebab kejenuhan siswa tersebut. Jangan-jangan, faktor internal itu dipengaruhi oleh faktor eksternal siswa. Guru yang tidak ramah, sering marah di kelas, terlalu kaku, monoton, atau mungkin guru yang terlalu cuek, bebas, serba boleh, bisa saja menjadi penyebab kejenuhan siswa dalam belajar. Itu semua setidaknya menjadi bahan koreksi bagi guru untuk bergegas menciptakan pembelajaran yang dapat memecahkan kejenuhan dan lebih menggairahkan.

Memahami Otak 3 in 1
Mc Lean menggambarkan otak manusia ke dalam tiga bagian.
1)        Batang Otak (Otak Reptil)
Ini adalah bagian otak paling sederhana. Dinamakan demikian karena reptil pun memilikinya. Instingnya adalah mempertahankan diri. Otak ini bekerja ketika manusia mengalami tekanan atau stres. Secara otomatis akan beraksi ketika takut, ditakut-takuti, dikritik, atau diancam. Perilaku yang akan muncul biasanya marah atau berdebat, berkelahi atau lari. Tidak dapat belajar pada bagian otak ini. Ketika seekor buaya diganggu, tanpa berpikir instingnya akan langsung merespon untuk menyerang atau lari.
Jadi, ketika siswa merasa tertekan, baik oleh tugas-tugas yang menumpuk maupun pembelajaran yang menegangkan, maka secara alamiah otak reptil ini akan memberikan sinyal untuk melawan atau melarikan diri. Situasi-situasi seperti ini sedapat mungkin harus dihindari karena siswa tidak akan mampu belajar manakala otak reptil yang bekerja.

2)        Sistem Limbik (Otak Mamalia)
Ini adalah otak tengah yang memainkan peranan besar dalam hubungan manusia dan dalam emosi. Ini adalah otak sosial dan emosional. Otak ini dikenal sebagai tempat rasa sayang. Di otak ini juga terkandung sarana yang penting untuk ingatan jangka panjang. Pembelajaran dapat dioptimalkan dengan mengaktifkan bagian otak ini.
Para peneliti mencatat bahwa ketika emosi positif dalam keadaan terbangkitkan, “zat-zat keceriaan” miripopium yang disebut endorphin akan terbentuk. Pada gilirannya, ini memicu meningkatnya aliran neurotransmitter yang disebut asetikolin. Ini penting karena neurotransmitter merupakan “pelumas” yang memungkinkan terjadinya sambungan antarsel otak. Secara sederhana, otak dapat bekerja dengan sendirinya dan berfungsi lebih efisien. Maka, sangat penting bagi seorang guru berupaya mengaktifkan bagian otak ini melalui pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan media seni, drama, simulasi, bahkan permainan.

3)        Neokorteks (Pusat Berpikir)
Otak ini mempunyai banyak fungsi tingkat tinggi seperti berbahasa, berpikir abstrak, memecahkan masalah, merencanakan ke depan, bergerak dengan baik, dan berkreasi. Ini adalah topi otak, penutup yang melilit berupa zat berwarna kelabu yang merupakan 80-85% dari massa otak. Bagian otak dengan kapasitas yang besar inilah yang seharusnya menjadi garapan kerja sekolah. Jika sistem limbik menerima perasaan baik, maka neokorteks akan bekerja maksimal untuk berpikir nalar dan analisis.

Menciptakan Joyful Learning
Pembelajaran yang menyenangkan menjadi syarat mutlak yang wajib dilaksanakan guru untuk menghasilkan pembelajaran yang efektif. Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, seorang guru dituntut harus kreatif dan inovatif menciptakan cara-cara baru dalam menyajikan pembelajaran. Intinya, pribadi guru yang menyenangkan adalah kunci utama pembelajaran yang menyenangkan. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan pembelajaran menyenangkan.
1)        Buat Suasana Ruang yang Berbeda
Agar suasana kelas lebih menyenangkan, guru bisa menyusun ulang ruang kelas seperti posisi meja dan kursi yang melingkar. Jadi posisi guru berada di tengah-tengah dan siswa dapat melihat guru dengan lebih baik. Guru juga dapat mencoba metode mobile teaching. Saat belajar matematika misalnya, guru bisa benar-benar turun untuk membantu murid menjelaskan penggunaan rumus dan sebagainya. Hal ini dapat membantu murid lebih relaks dan menciptakan suasana bahwa mereka memang sedang belajar bersama guru, bukan sekadar diajari atau digurui. Sekali-kali, guru juga bisa mencoba outing class. Siswa diajak belajar di alam terbuka.

2)        Manfaatkan Teknologi
Penggunaan teknologi dapat membantu guru menciptakan suasana aktif dan segar di dalam kelas. Sekali-kali gunakan laptop, internet dan proyektor untuk mengubah materi pelajaran text book ke dalam audiovisual. Dengan penyajian yang baik dan menarik, fokus siswa akan lebih terarah pada materi yang disampaikan.

3)        Miliki Sifat Humoris
Untuk meningkatkan semangat siswa, penting bagi guru memberikan humor segar di tengah-tengah pembelajaran. Tidak hanya itu, sifat humoris yang dimiliki oleh seorang guru juga dapat memberikan efek kedekatan antara siswa dan guru. Semakin siswa merasa dekat dengan gurunya, maka apa yang disampaikan oleh guru juga akan lebih mudah diserap oleh siswa.

4)        Berikan Perhatian yang Sama
Terkadang guru akan lebih cenderung memperhatikan siswa yang pintar dan aktif di kelas. Siswa yang diam saja di kelas biasanya akan kesulitan mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide ataupun mengaktualisasikan dirinya di kelas.
Sebagai seorang guru, sebenarnya sudah menjadi tugasnya untuk menemukan benih-benih unggul yang ada di dalam diri setiap siswa. Percayalah bahwa setiap siswa memiliki talenta dan potensinya yang berbeda-beda. Dengan begitu, setiap siswa akan merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya serta membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

___________________________
*EDYAR RAHAYU MALIK. Guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Ciawi. Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Kab. Bogor. Pegiat Musikalisasi Puisi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "OPTIMALISASI OTAK 3 IN 1 MELALUI JOYFUL LEARNING"

Post a Comment