MENUMBUHKAN KARAKTER MEMBANGUN AHLAK MULIA


oleh Sumyati,  M.Pd.

(SMPN 2 Kadungora-Garut)

Hari pertama sekolah, merupakan langkah awal menanamkan pendidikan karakter melalui pembiasaan. Pendidikan karakter, merupakan pendidikan yang sangat fundamental  bertujuan untuk mencetak peserta didik berahlak mulia.

Sejak manusia lahir, yang pertama kali dibisikkan pada kupingnya adalah asma Allah. Orang tua mengazani jabang bayi, dengan harapan agar memori pertama yang melekat pada anaknya adalah kalimah tauhid. Mudah-mudahan kelak menjadi anak saleh yang berakhlakul karimah.

Begitu pula lembaga pendidikan, langkah awal yang wajib ditanamkan adalah pendidikan karakter. Bagaimana sekolah menerapkan peraturan disiplin untuk menumbuhkan karakter siswa. Karakter tidak bisa hanya sebatas teori atau menyuruh peserta didik untuk bersikap religius, santun, tanggung jawab, gotong royong, nasionalis dan sebagainya. Akan tetapi harus melalui proses pembiasaan.

Bagaimana langkah pimpinan SMPN 2 Kadungora dalam menumbuhkan karakter peserta didiknya?
Masalah ini tidak bisa dijalankan pimpinan secara sendirian. Sebagai pemimpin harus mampu menggerakan seluruh stakeholder lembaga pendidikan. Bagaimana peranan guru, para PKS (Pembantu Kepala Sekolah), Tata Usaha dan OSIS dalam melaksanakan masing-masing fungsinya. Sehingga semua program dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Penanaman karakter di hari pertama sekolah, terutama pada siswa baru sangat penting. Karena mereka bagaikan jabang bayi yang baru lahir. Bagaikan kertas putih yang masih kosong. Hendak diwarnai apa, digambari apa atau ditulisi apa, kertas tersebut agar bermanfaat. Begitu pun peserta didik, mau dijadikan apa anak ini?  Apakah mau dijadikan siswa yang memiliki integritas ataukah dijadikan siswa pemalas. Hal ini sangat bergantung kepada lingkungan sekolah yang mempengaruhinya.

Semua orang tua mempercayakan anaknya kepada sekolah untuk dididik. Mendidik lebih mengacu kepada ahlak, sedangkan pengajaran mengacu kepada ilmu pengetahuan. Yakin sekali para orang tua menghendaki anak-anaknya yang berilmu pengetahuan, terampil dan berahlak mulia. Jika orang berilmu, tetapi ahlaknya jelek maka hidupnya akan tersesat. Karena itulah pendidikan karakter sangat penting.

Bagaimana upaya menumbuhkan ahlak mulia? Ahlak mulia adalah karakter yang dimiliki oleh Rosululloh SAW.  Insan yang memiliki iman dan takwa, hormat kepada sesama manusia, toleransi, suka tolong menolong, giat bekerja dan selalu berusaha untuk memperbaiki kualitas dirinya menjadi lebih baik.

Berbagai karakter religius ditanamkan dalam kegiatan sehari-hari. Embun pagi, adalah program menyambut peserta didik sebelum masuk kelas. Hal ini dilakukan oleh Kepala sekolah, guru,  dan OSIS dalam menyambut seluruh peserta didik di gerbang sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya interaksi salam sapa, saling mendoakan untuk kebaikan, dengan senyuman hanyat. Sehingga guru-guru lebih dekat mengenal siswanya. Begitu pula para siswa akan merasa termotivasi.

Program shalat duha dan tadarus setiap hari merupakan langkah menanamkan karakter religius. Dengan shalat duha, bersama-sama memohon rida Illahi. Pembelajaran yang diselenggarakan semoga dapat menjadikan peserta didik berahlak mulia, yang cerdas dan memiliki ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat baik di dunia maupun diakhirat.

Semoga langkah awal ini membawa berkah bagi keluarga besar SMPN 2 Kadungora.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENUMBUHKAN KARAKTER MEMBANGUN AHLAK MULIA"

Post a Comment