GUDEP CIIKAWUNG GELAR KEMAH TERPADU



Oleh Yoyon Supriyono/ Indramayu


Pada bulan Agustus ini, HUT Pramuka semarak dimana-mana. Perkemahan pun digelar di tiap daerah. Tak terkecuali di pelosok-pelosok negeri. Semangat gerakan pramuka tetap membara dalam kobaran unggun.

Putra putri berbalut baju coklat berkacu merah putih nampak antusias berbaris dengan khidmat. Terik matahari yang menyengat tak dihiraukan. Seolah justru membakar semangat tunas kelapa yang sedang tumbuh. Itulah putra-putri generasi muda desa Cikawung Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu, yang sedang mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Terpadu Gudep se-Cikawung, yang tersebar dalam 4 (empat) sekolah dasar dan 2 (dua) sekolah menengah pertama, serta sebuah SMK swasta yang berada di wilayah desa itu.

Dalam sambutannya ketua panitia perkemahan menjelaskan bahwa tujuan perkemahan ini, selain memeriahkan dirgahayu pramuka yang ke 58, juga menjalin silaturahmi sesama generasi muda di desa yang terdiri dari beberapa dusun yang letaknya berjauhan. Silaturahmi yang terjalin erat adalah perekat dalam mewujudkan persatuan yang merupakan kekuatan dalam menjaga keutuhan masyarakat,  yang berujung pada menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Lahirnya Pramuka 58 tahun yang lalu, tak lain adalah untuk memupuk mental dan karakter generasi muda, agar dapat berkarya nyata guna menjaga NKRI, lanjut kepala SMPN 4 Terisi selaku ketua panitia.

Perkemahan yang berlangsung 3 (tiga) hari ini, terselenggara berkat kordinasi yang baik antara gugus-gugus depan yang tergabung dalam kepanitiaan. Tak kalah penting juga karena dukungan pemdes dan masyarakat setempat, serta lembaga-lembaga usaha yang marak berdiri di wilayah desa tersebut. Akses pintu tol Cikedung yang terletak di wilayah desa tersebut, merupakan faktor yang berpengaruh dalam peningkatan sosial ekonomi masyarakat desa itu.

Even yang baru terlaksana kembali setelah bertahun-tahun sempat vacuum, merupakan tonggak sejarah untuk diagendakan secara rutin setiap tahunnya. Ini adalah hasil kerja keras mabigus-mabigus serta kordinasi yang efektif dengan pemerintah desa setempat.

Ketua kwaran kecamatan Terisi, Yayat, sangat mendukung kegiatan ini. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan ini hendaknya diikuti oleh gudep-gudep lain di wilayah kerjanya, yang dilanjutkan dengan kegiatan serupa di tingkat kwaran dan kwarcab.

Kegiatan ini bertempat di Buper Wiralodra, yang terletak di dusun Ciputat desa Cikawung. Bumi perkemahan ini dibangun sekitar 9 tahun yang lalu oleh kwarcab Indramayu,  dengan harapan menjadi pusat kegiatan perkemahan di Indramayu. Namun seiring berjalannya waktu, tempat ini belum terkelola dengan baik. Hal ini dikarenakan belum adanya kesepakatan dan kesepahaman antara kwarcab dengan pihak perhutani sebagai pemilik lahan.

Kang Tatang, tokoh masyarakat setempat berpendapat, sebaiknya pengelolaannya diserahkan ke pihak desa, agar masyarakat setempat merasa memiliki dan bertanggung jawab memeliharanya.

Hari pertama perkemahan diisi dengan kegiatan mendirikan tenda, dilanjutkan dengan acara pembukaan dan pemberian materi dari para mabigus, sebagai bekal peserta dan panitia. Malam harinya diisi dengan giat lomba keagamaan.

Hari kedua diisi dengan giat hiking serta lomba-lomba kepramukaan. Malam harinya merupakan puncak acara yaitu api unggun.
Upacara unggun berlangsung khidmat. Api yang tersulut dari rangkaian dasa darma yang terucap dari dalam hati sepuluh orang perwakilan peserta. Alunan lagu api unggun mengiringi api yang kian berkobar membara. Seakan membakar semangat jiwa-jiwa setiap praja muda karana. Pohon-pohon jati yang tegak berdiri menjadi saksi bisu, dan angin malam menerbangkan janji-janji suci sang generasi.
Rangkaian acara kian meriah ketika tiap regu menampilkan kreasi secara bergiliran. Para orangtua yang malam itu hadir menjenguk putra putrinya, merasa bangga dan tak sungkan maju ke arena menebar rupiah. Sorak sorai bertaburan, kebahagiaan tertebar pada setiap wajah yang hadir.

Sepi kembali datang ketika malam merangkak menebar mimpi. Hanya suara binatang malam dari pojok-pojok hutan, menemani segenap panitia yang setia terjaga, menunggu sang pagi datang. (Bagian 1)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GUDEP CIIKAWUNG GELAR KEMAH TERPADU"

Post a Comment