GUDEP CIKAWUNG GELAR KEMAH TERPADU (Bagian 2)



Oleh *Yoyon Supriyono*/Indramayu

Sabtu pagi 24 Agustus 2019, Buper Wiralodra masih ramai dengan aktifitas peserta kemah. Ini adalah hari terakhir yang akan diisi dengan giat kebersihan lingkungan, penutupan perkemahan dan pengumuman pemenang lomba serta penyerahan hadiah. Nampak peserta kemah sudah berbaris rapih di lapangan upacara sesuai dengan gugus masing-masing.

Pembina upacara dalam sambutan penutupannya menyampaikan ungkapan terima kasih kepada segenap panitia, pemdes Cikawung, karang taruna dusun Ciputat dan semua pihak yang telah membantu demi suksesnya acara perkemahan tersebut.

Perkemahan 3 hari ini sebagai momen penanaman nilai-nilai kepramukaan kepada generasi muda desa Cikawung untuk tampil ke depan berkarya nyata dalam membangun desa. Potensi alam dan letak yang strategis merupakan modal dasar yang membutuhkan sentuhan kreativitas dan inovasi, agar dapat dikembangkan menjadi aset dan sumber pendapatan masyarakat dan desa setempat. Di pundak generasi mudalah semua itu tertumpu sebagai suatu tantangan, tuturnya.

Buper Wiralodra yang diresmikan pada 12 Pebruari 2012 oleh bupati Indramayu ini memang belum banyak dikenal. Kurangnya sosialisasi dan ketidak-jelasan pengelolaan merupakan salah satu faktor penyebab. Padahal, buper yang pernah menampung 1200 peserta kemah ini, dibangun dengan biaya yang tidak sedikit. Lokasi buper yang terletak di kawasan hutan jati dengan tiga bangsal utama yang cukup besar, sarana MCK dan tersedianya sumber air dari mata air pegunungan merupakan aset dan potensi yang sangat memadai untuk sebuah kegiatan perkemahan. Karena jarang dipergunakan dan kurang terawat, kondisinya saat ini cukup memprihatinkan. Untungnya pemuda yang terhimpun dalam wadah karang taruna dusun Ciputat beserta masyarakat setempat cukup peduli bilamana ada pihak-pihak yang akan berkemah di sana. Perkemahan terpadu inipun terlaksana dengan baik atas partisipasi dan kepedulian mereka dalam mempersiapkan tempat dan kebutuhan lainnya.

Perkemahan terpadu gudep se-Cikawung yang sepakat diagendakan tiap tahun ini, diharapkan bisa menjadi sarana sosialisasi dan unjuk kepedulian warga Cikawung, terhadap aset  yang sedang merana ini. Juga sangat diharapkan adanya perhatian dan tindak lanjut nyata dari para pemangku kebijakan, khususnya lembaga-lembaga terkait baik perhutani, kwarcab atau pemerintah daerah beserta unsur-unsurnya yang terkait dengan pengelolaan tempat itu.

Dari hasil sharing pendapat pada acara pembubaran panitia di aula rapat SMPN 4 Terisi, Rabu, 28 Oktober 2019, diperoleh kesepakatan bahwa perlu adanya aksi tindak lanjut yang diinisiasi oleh gudep Cikawung, untuk berkordinasi dengan pihak-pihak terkait. Hal ini dilakukan untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam rangka mencari solusi agar Buper Wiralodra sebagai sebuah aset bisa terkelola dengan baik. Bukan saja sebagai lokasi berkemah, tapi juga berpotensi sebagai tempat wisata bila dikemas dengan sentuhan  artistic naturalis.

Semoga goresan ini bisa membuka hati dan menginspirasi para penentu kebijakan untuk sedikit memberi perhatian pada kawasan di gerbang Indramayu Selatan ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GUDEP CIKAWUNG GELAR KEMAH TERPADU (Bagian 2)"

Post a Comment