Koperasi Sekolah Sebagai Wahana Peningkatan Literasi Keuangan


Uang, Koin, Investasi, Bisnis, Keuangan

Oleh Rahmat HidayatGuru SMAN 1 Cikalongwetan Bandung Barat.


Seperti diketahui jenis jenis literasi adalah sebagai berikut Calistung (lima keterampilan berbahasa dan menghitung), Sains, TIK, Finansial, Kultural, Kewarganegaraan, Kesehatan, Keselamatan jalan dan Sekolah aman.  Dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2013, diketahui bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih relatif rendah.
Pendidikan merupakan investasi untuk menggapai masa depan yang lebih baik dan sejahtera. Didalam kegiatan pendidikan khususnya pada perancangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), harus terintegrasi dengan pengembangan karakter, pembelajaran HOTS, pengembangan pembelajaran Abad 21 4C (Critical thingking, creative, komunikatif dan kolaboratif) dan kegiatan literasi. Kegiatan literasi yang dikembangkan adalah Sebelum Membaca (membuat prediksi dan mengidentifikasi tujuan membaca), ketika membaca (mengidentifikasi informasi yang relevan, memvisualisasikan, membuat informasi dan membuat keterkaitan) dan setelah membaca (membuat ringkasan, mengevaluasi teks dan menginformasi, merevisi atau menolak prediksi).
 Salah satu jenis literasi dasar literasi keuangan.  Integrasi literasi keuangan dalam kegiatan pendidikan disekolah adalah dengan kegiatan Koperasi. Menurut Undang undang 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan Undang Undang Nomor: 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Sedangkan Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya adalah peserta didik pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan sekolah-sekolah tempat pendidikan yang setaraf dengan itu. Koperasi sekolah dimaksudkan untuk melatih siswa dalam melakukan kegiatan ekonomi yang telah diizinkan dari pemerintah. Koperasi Sekolah tidak berbentuk badan hukum, tetapi mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi dari Kantor Departemen Koperasi. Koperasi Sekolah didirikan dengan alasan generasi muda merupakan calon penerus cita-cita koperasi, maka sangat perlu mendapatkan pengetahuan tentang berkoperasi dan siswa merupakan calon pemegang peranan dalam mengembangkan koperasi di masa mendatang, menuju bentuk perekonomian berdasar UUD 1945 Pasal 33.
Adapun beberapa pertimbangan Koperasi Sekolah didirikan adalah menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan sekolah, menumbuhkan koperasi sekolah dan kesadaran berkoperasi di kalangan siswa, membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan,dan jiwa koperasi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi agar berguna kelak di masyarakat, membantu kebutuhan para siswa dan mengembangkan kesejahteraan siswa di dalam dan luar sekolah
Sedangkan ruang lingkup pembinaan perkoperasian adalah sebagai berikut adanya peningkatan kesadaran berkoperasi serta langkah-langkah pembinaan dan penyuluhan untuk mengembangkan koperasi sekolah, Pembinaan fasilitas seperti ruang pemupukan modal, penyediaan kredit dengan syarat memadai untuk pengadaan sarana, bantuan tenaga manajemen atau pengelolaan, Peningkatan keterampilan siswa dalam mengelola koperasi melalui latihan-latihan yang praktis, misalnya praktik kerja nyata yang berkaitan dengan pengorganisasian, yang nantinya diharapkan dapat menjadi kader koperasi di masyarakat.
Pembinaan Koperasi Sekolah dapat dilakukan dengan cara
1) Bantuan materi
Seperti perlengkapan yang dibutuhkan dalam pengelolaan koperasi, sehingga cara pengelolaannya semakin hari semakin maju dengan cara mencontoh pengelolaan koperasi yang ditangani dengan peralatan yang sudah lengkap.
2) Mengikutsertakan pengurusnya dalam pertemuan-pertemuan dan seminar (bagi sekolah menengah atas) tentang koperasi. Guna mengembangkan pemikiran-pemikiran baru, sehingga wawasan para pengurus tentang pengelolaan koperasi sekolah makin bertambah.
3) Mengundang para pakar koperasi
Untuk memberikan penjelasan dan penyuluhan kepada pengelola tentang cara-cara praktis mengelola koperasi sekolah.
4) Memintakan brosur atau buletin dari koperasi sekolah yang telah menerbitkannya atau saling tukar informasi antara pengurus koperasi suatu sekolah dengan pengurus koperasi di sekolah lain agar menjadi koperasi sekolah yang lebih baik. (dari berbagai sumber bacaan dan pengalaman pribadi  penulis sebagai pengurus dan anggota koperasi)







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Koperasi Sekolah Sebagai Wahana Peningkatan Literasi Keuangan"

Post a Comment