PEJUANG LITERASI

oleh Vera Verawati*)

       Apakah Anda seorang pembaca baik koran ataupun semua bentuk tulisan dari mulai artikel, puisi, cerpen, novel, atau buku? Pernahkah anda mencari tahu sosok di balik tulisan yang Anda baca atau terlintas dalam pikiran Anda siapakah orang-orang berhati emas itu? Kenapa saya katakan berhati emas karena hanya orang-orang seperti mereka yang dengan senang hati berbagi ilmu dan pengetahuan mereka dan berharap tulisan mereka bermanfaat buat sesama tanpa pamrih.
       Penulis tidak pernah berpikir adakah keuntungan finansial buat dirinya? Buat mereka sebuah kepuasan jika tulisannya  dibaca banyak orang. Manfaat yang dihasilkan dari sebuah tulisan tangan yang sederhana namun berefek besar bagi suatu perubahan  bagi kehidupan orang lain. Coba bayangkan ketika kita sedang terpuruk dan semua orang meninggalkan, tiba-tiba kita menemukan sebuah buku yang awalnya anda tidak tertarik tapi ketika Anda menemukan buku tersebut bertepatan dengan kondisi yang anda alami. Anda pun mulai membacanya hingga selesai, adalah sebuah kekuatan baru ketika Anda berhasil menyelesaikan membaca buku tersebut dan menerapkannya.
       Saat akhirnya anda mampu keluar dari keterpurukan dan Anda kembali optimis menjalani hari-hari. Tahukah Anda betapa ada yang lebih bahagia dari kebahagiaan yang Anda rasakan yaitu penulis buku tersebut. Andil yang luar biasa dari tulisan ketika tulisan tersebut memberi manfaat besar bagi siapa pun. Tidak ada nobel, tidak ada honor atau gaji tetap untuk penulis, selain royalti dari penjualan buku itu pun kebanyakan dari penulis tidak mengharapkanya selain sebuah kepuasan batin karena tulisanya dibaca dan dimanfaatkan.
       Gaung di bidang literasi mulai menggema. Berbagai komunitas ataupun program penunjang sudah mulai menjamur. Usaha nyata memotivasi masyarakat untuk cinta membaca pun mulai digiatkan. Mulai dari Duta Baca, Kotak Literasi Cerdas (Kolecer), atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang sekarang sudah bisa kita nikmati hampir di setiap desa  hingga mengaktifkan kembali kegiatan perpustakaan sekolah dengan penunjang mobil Perpusling (Perpustakaan Keliling) yang difasilitasi oleh Perpustakaan Daerah setempat.
       Seiring majunya teknologi dan mudahnya akses informasi untuk menunjang sebuah karya maka kesadaraan akan manfaat sebuah tulisan akhirnya mulai terlihat. Mereka yang bergerak di bidang karya tulis pun tidak hanya menulis tapi juga melakukan sosialisasi di khalayak untuk menyadari arti pentingnya membaca untuk menambah wawasan sekaligus memperbaiki pola pikir masyarakat pada umumnya.
       Begitu besar tingkat kepedulian seorang penulis karena tidak hanya memikirkan bagaimana membuat sebuah tulisan yang efektif dan mudah dipahami tapi sekaligus memikirkan solusi untuk bisa menggerakan pembaca untuk memanfaatkan tulisan tersebut. Kemajuan lain yang dilihat saat ini karena tulisan tidak saja dihasilkan oleh seorang intelek atau mereka yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi tapi juga telah ditularkan dari mulai anak-anak, remaja hingga profesional bahkan mereka yang tidak memiliki tingkat pendidikan tinggi pun mampu menghasilkan karya tulis yang bagus.
       Karena kemudahan untuk mengakses informasi baik melalui media online ataupun seminar-seminar, workshop tentang bagaimana menulis yang baik.  sehingga memudahkan siapa pun untuk mempelajari bagaimana menghasilkan tulisan yang baik. Jika saat ini bisa membaca berbagai tulisan dengan kekuatan karakter yang berbeda yang dihasilkan oleh penulis yang berbeda latar belakang dari penulis itu sendiri sehingga memberikan manfaat beragam bagi para pembaca yang belajar menulis.
       Harapan kita semoga pihak pemerintah ikut mengapresiasi loyalitas penulis dengan memberi mereka reward (penghargaan) yang pantas untuk karya-karya mereka. Setidaknya ini bisa menambah motivasi untuk para penulis pemula juga menjadi tantangan tersendiri untuk para penulis agar menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Mari terus berkarya dengan tulisan dan menjadikan masyarakat kita lebih berwawasan hingga mampu menjembatani masyarakat untuk memperbaiki tarap hidupnya. Semoga . (Waroeng Ilmu-Cirendang, April 2019).



Vera Verawati lahir di Jambi, 1 Februari 1979. Hobinya membaca dan menulis. Ia berprofesi sebagai juru masak di Waroeng Ilmu, Cirendang, Kuningan.


Penyunting: Saiful Amri, M.Pd.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PEJUANG LITERASI"

Post a Comment