WAROENG ILMU BERSERI: (HARDWARE TUA CASING SENJA SOFTWARE MUDA)


oleh Vera Verawati*)

Sebuah ungkapan yang terdengar nyeleneh tapi benar adanya, terasa pantas disematkan pada seorang sahabat dikenal tanpa sengaja. Kami bertemu di sebuah akun media sosial, berlanjut pada kopi darat. Meski hanya beberapa minggu saja saling bertegur sapa namun sudah seperti sahabat lama. Tanpa pernah menduga dan mereka-reka latar belakang beliau, mengalir begitu saja obrolan kita.
  Masih ingat dengan baik, hari itu sebuah chat dimulai dengan sapaan salam yang begitu santun. Beliau berniat untuk pulang ke desa di mana beliau dibesarkan. Sama-sama dari Kuningan hanya berbeda desa saja. Tentu senang hati rasanya akan bertemu dan bersilaturahmi dengan seorang sahabat baru. Waktu pun ditentukan dan Alhamdulillah atas izin Allah SWT beliau tiba di WAROENG ILMU tepat bada Magrib. Bahkan saya sendiri tidak mengetahui kalau beliau salat Magrib terlebih dulu di mesjid yang tepat berada di depan WAROENG ILMU.
Saat saya asik dengan computer, seseorang menyapa dengan salam, Assalamualaikum, Teh.”
       Sempat terkejut karena terlalu asyik hingga tidak menyadari kedatanganya. Saya pun menjawab salam beliau, Waalaikumsalam, silakan duduk, Pak.”
       Saat itu saya begitu bingung dengan ekspresi saya, senang, grogi dan bertanya-tanya. Beliau pun menjabat tangan saya sambil tersenyum ramah.
       Obrolan pun mengalir begitu saja hangat dan akrab kita seperti telah lama saling mengenal.  Di sela-sela obrolan beliau menanyakan menu yang tersedia dan memesan mi rebus dan jeruk hangat. Sepertinya perjalanan jauh membuatnya sedikit lapar. Setelah selesai membuatkan pesanannya, saya pun kembali menemani beliau ngobrol sambil menunggu rekan-rekan beliau yang sudah berjanji akan bertemu di WAROENG ILMU.
Ternyata sosok yang duduk di depan saya ini adalah orang yang luar biasa, beliau seorang pensiunan dari sebuah  perusahaan multi nasional terbesar di Indonesia dan juga sangat luas pengetahuan dan wawasan. Melewati masa pensiun dengan bercengkrama dengan sederet koleksi tanaman yang terhampar di sekeliling rumahnya. Di lain waktu, beliau akan mengisi waktu dengan melakukan traveling berkeliling ke setiap sudut kota kelahirannya, Kuningan. Untuk menikmati setiap keindahan yang terhampar selama perjalanan dengan begitu beliau berkata sealu mensyukuri setiap hal dalam hidupnya  dan kembali merasa muda.
       Selain itu beliau masih aktif dengan kegiatan sosial termasuk menjadi penasehat sekaligus pengasuh di sebuah sekolah penerbangan yang terdapat di Kuningan. Meski segudang kesibukan dilaluinya namun tidak sedikitpun terdengar keluhan bahkan sebaliknya beliau terlihat begitu menikmatinya.
      Beberapa keahlian dan kapabelitasnya tidak diragukan lagi namun beliau tetap dengan senang hati berbagi ilmu dan pengalamannya dengan para junior termasuk siswa-siswi di sekolah yang diasuhnya. Tidak sungkan-sungkan beliau meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan para siswa sekaligus memberi motivasi kepada mereka.
       Secara seloroh saya bertanya kepada beliau, Pak Amsir, bolehkah saya tahu resepnya untuk tetap sehat, enerjik dan terlihat muda?
       Sambil tertawa beliau menjawab, Dulu, saya menderita berbagai penyakit dari mulai asam urat, gula, kolesterol bahkan vertigo. Setelah saya mencoba beberapa pengobatan dari tradisional hingga medis namun tetap saja tidak ada perubahan signifikan, akhirnya saya pun tertarik untuk mencoba pengobatan Islami. Dalam beberapa tulisan di media online saya pun menemukan sebuah tulisan yang menarik tentang puasa Daud. Saya pun melakukan puasa Daud. Puasa Daud adalah puasa selang-seling, yakni sehari puasa sehari tidak. Setelah saya menjalani puasa Daud dengan rutin selama hampir 3 bulan, berangsur kesehatan saya pun membaik. Setelah setahun saya rutin menjalankan puasa Daud, Alhamdulillah semua penyakit yang saya derita selama ini dinyatakan dokter sembuh total bahkan stamina saya pun  semakin baik. Di samping itu saya juga mengikuti anjuran Nabi Muhammad SAW untuk mengobati penyakit dengan madu dan habattusaudah. Itulah rahasia kesehatan saya. Sampai saat ini saya masih prima di usia yang hampir 57 tahun.”
     Tak terasa obrolan yang mengalir itu menjadi satu pengetahuan menarik buat saya dan WAROENG ILMU tanpa terasa teman-teman Pak Amsir pun datang. Kami pun kemabali terlibat obrolan yang makin seru. Ditemani segelas kopi dan secangkir lemon tea panas juga kentang dan sosis goreng yang dipesan.  Kita saling memperkenalkan diri juga saling berbagi pengalaman sesuai profesi masing-masing. Setelah hampir 2 jam lebih kita ngobrol, Pak Amsir dan rekan-rekanya pun berpamitan dengan sebuah janji akan menjadikan WAROENG ILMU sebagai rumah ke dua untuk mereka berkumpul dan berdiskusi. Dan beliau juga menawarkan jika ada pelajar atau mahasiswa yang tertarik untuk bisa mendengarkan pengalaman beliau dengan senang hati meluangkan waktunya untuk bisa berbagi.
       Nah, sahabat, bagi siapa pun yang tertarik untuk terus belajar hal-hal baru silaturahmilah ke WAROENG ILMU mungkin kita bisa saling bertukar cerita yang bermanfaat bagi satu sama lain. Terima kasih Pak Amsir (bukan nama sebenarnya) atas waktunya telah berbagi cerita dan sebuah pesan nyeleneh beliau katakan, menjadi bagian dari persahabatan WAROENG ILMU, Hardware boleh saja tua tapi software tetap muda. (Waroeng Ilmu-Cirendang, 08 Agustus 2019.Pukul: 18.15).


Penulis: Vera Verawati, lahir di Jambi, 01 Juli 1979. Bekerja sebagai Chef Waroeng Ilmu, Cirendang, Kuningan. HP: 083866062124. Email: veraverawati299@gmail.com



Penyunting: Saiful Amri, M.Pd.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "WAROENG ILMU BERSERI: (HARDWARE TUA CASING SENJA SOFTWARE MUDA)"

Post a Comment