BARBERSHOP GOES TO SCHOOL

oleh Saiful Amri, M.Pd. *)

 Ada suasana berbeda hari ini, Rabu, 25/09/2019 di SMPN 2 Cimahi, Kab. Kuningan. Kang Jablay sudah menunggu  di ruang Wakasek Bid. Kurikulum. Ia adalah pegawai Barbershop Jablay dari Garawangi, Kab. Kuningan. Kedatangannya sebagai bentuk komitmen penawaran jasa pemangkasan rambut di kalangan siswa di sekolah ini. Hari sebelumnya telah disepakati ukurannya yang dipakai 31, yaitu 3 sentimeter atas dan 1 sentimeter samping. Hasil kerjanya juga sudah diujicobakan kepada 15 orang anak dan beberapa orang guru. Hasilnya cukup memuaskan.
       Hari ini siswa kelas 9A sudah antri. Pelaksanaan pangkas rambut secara bergiliran agar tertib. Sebagian siswa mengikuti pelajaran di kelas dan sebagian lainnya antri menunggu giliran. Tempat yang digunakan adalah di ruang terbuka yaitu sebuah lorong yang cukup nyaman. Siswa merasa senang. Mereka terlihat lebih rapih. Terlihat juga beberapa guru ikut antri. Mereka adalah yang belum mendapat giliran pada hari sebelumnya.
        Menurut Kang Jablay, dia sudah empat bulan melakukan kegiatan ini di Kuningan Timur. Ide ini muncul karena sepi pelanggan di pagi hari di tempatnya bekerja. Sedangkan ia harus memanfaatkan waktu agar lebih efektif sebagai seorang perantau. Ia berasal dari Rajagaluh, Kab. Majalengka. Untuk kegiatan ini, ia bersedia dibayar “seikhlasnya”. Inilah yang disebut simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Kang Jablay mendapat kesibukan dan rezeki sedangkan sekolah terbantu kerapihan siswanya.

*)
Penulis: Saiful Amri, M.Pd., seorang pendidik di SMPN 2 Cimahi, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Ia juga pegiat literasi di Jawa Barat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BARBERSHOP GOES TO SCHOOL"

Post a Comment