Ketika Menulis Menjadi Sebuah Hobi

Oleh Wiwi Widuri
"Menulis adalah ibadah. Maka ibadahnya orang menulis ya menulis itu sendiri." Sebenarnya jika diperhatikan, pernyataan tersebut mempunyai dua penafsiran, apakah pekerjaan menulisnya yang bernilai ibadah atau hasil tulisannya?Menulis dapat dikatakan ibadah karena memang kegiatan menulis merupakan kegiatan atau pekerjaan mulia apalagi jika dibarengi dengan tulisan-tulisan dari hati, penuh referensi, memberikan inspirasi, dan menebar manfaat pada orang lain terutama para membaca yang tentunya hobi membaca. Bagi yang belum suka membaca, tulisan-tulisan hebat mungkin akan lewat begitu saja tanpa hirauan atau bahkan sentuhan.

Menulis sebuah kata kerja yang memiliki kata dasar 'tulis', diberi imbuhan men-, maka jadilah kata menulis. Imbuhan men- di sini yaitu me- nasal yang akan luluh jika diikuti oleh kata-kata dasar berawalan huruf KTSP. Karena termasuk kata kerja, maka kegiatan menulis menjadi sebuah aktivitas yang tentunya menyenangkan bagi mereka yang sudah jatuh cinta dengan dunia tulis menulis dan akan menjadikannya hobi atau kesukaan untuk terus menulis tanpa batas. Dari kecintaan tersebut, maka Insya Allah dengan kesungguhan hati untuk tetap menulis, tidak hanya sekadar teori tapi mencoba mempraktikannya, akan lahirlah tulisan-tulisan asyik untuk dibaca, penuh muatan ilmu pengetahuan, dan tentunya hal ini dapat menebar manfaat bagi orang lain. Sebenarnya tidak hanya menebar manfaat dari tulisannya, tetapi lebih pada menebar virus untuk bisa menjadi penulis hebat yang lebih sukses melebihi para penulis yang sudah sejak lama menggeluti dunia tulis menulis.

Menulis pun menjadi salah satu jalan dakwah yang akan lebih diingat para pembaca sampai kapan pun, karena kalau ternyata ilmunya lupa, maka hanya tinggal dibaca ulang untuk lebih bisa dipahami dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Apa pun ilmu yang didapatkan dari hasil membaca karya tulis para penulis, biasanya akan lebih _ngena_ daripada hanya mendengarkan. Tentunya hal ini akan berkaitan dengan gaya atau metode seseorang dalam memahami sebuah informasi karena ada tipe orang yang visual, audio, dan kinestetik. 

Bagi mereka yang memang sudah jatuh cinta dan menjadikan menulis sebuah kesukaan atau hobi, mungkin akan merasa tumpul pikiran jika semua ide tulisan hanya berhenti dalam angan tanpa berusaha untuk dituliskan melalui media kertas atau media lainnya yang dapat dijadikan tempat menulis. Selain itu, jika seseorang sudah cinta menulis, maka ketika ide belum tertuangkan dalam bentuk tulisan, yang ada hanya kegelisahan dan seolah ada sesuatu terpendam mengganggu pikiran bahkan menyiksa diri karena sulit untuk  diajak kompromi, misalnya harusnya istirahat di malam hari, ini selalu terjaga sebelum ide si pengganggu tidur dituangkan dalam bentuk tulisan.

Menulis memang sebuah pekerjaan yang tidak mudah jika tidak dibiasakan atau dipaksakan. Apalagi jika sudah ada ide kemudian ditunda-tunda dalam penulisan karena menunggu waktu luang, yakin tulisan tidak akan pernah tercipta, yang ada hanyalah tulisan dalam angan belaka. Menurut Kang Tendy Murti seorang penulis buku nonfiksi yang sekarang mulai mencoba menulis fiksi pun mengatakan bahwa, "menulis tidak mesti bagus, tetapi bertahap, mengikuti proses, melewati alur, dan tidak harus berpikir jauh, apa yang ada dalam pikiran coba tuangkan dalam bentuk hidangan penuh manfaat berupa tulisan. Jangan ragu apalagi malu dan berpikiran hanya untuk konsumsi pribadi. Semuanya berawal dari belajar untuk mengekspresiakan diri melalui tulisan. Dengan membiasakan menulis genre atau jenis tulisan apa pun itu, maka gaya kepenulisan seseorang akan mudah ditemukan."

Kepekaan hati dan pikiran akan terasah, manakala tulisan demi tulisan tercipta tanpa jeda apalagi ditunda-tunda. Maka ketika menulis menjadi sebuah hobi dan kecintaan kita pada sesama, kembangkan hobi itu tanpa harus ragu apalagi merasa malu. Tentunya dengan penuh harapan dari karya yang ditulis mampu melahirkan para pendakwah pemberi penerangan bagi mereka yang gelap dan haus akan ilmu pengetahuan, baik ilmu dunia maupun akhirat. Semoga.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketika Menulis Menjadi Sebuah Hobi"

Post a Comment