MASALAH


Businessman having a problem

oleh Nanan Abdul Manan *)


Sebagian besar orang menginginkan terhindar dari masalah hidup. Mereka senantiasa berupaya bagaimana mengatakan bahwa kesulitan dalam hidup adalah masalah. Sehingga masalah adalah penyebab utama kesengsaraan hidup. Masalah juga sering dipersepsikan sebagai hantu yang menjadikan manusia takut dan merasa ngeri menghadapinya. Masalah hidup juga hadir dengan topeng beragam; kekurangan finansial, dikejar hutang, putus hubungan kerja, pengangguran, perselingkuhan, kompetisi bisnis, kompetisi politik, kompetisi akademik, dan kompetisi-kompetisi lainnya yang mengakibatkan kekesalan, dendam, menyakitkan, bahkan putus asa. Itulah seputar persepsi masalah dalam kacamata individu masing-masing.
Di balik semua keragaman persepsi masalah yang didefinisikan oleh masing-masing orang, masalah sesungguhnya memiliki definisi sendiri yang sering tidak dikenali oleh orang yang mengungkapkannya. Masalah hadir bukan tiba-tiba. Tapi masalah merupakan akibat dari apa yang kita perbuat, apa yang kita putuskan dan apa yang menjadi prinsip hidup kita. Masalah merupakan akibat atau konsekuensi atas apa yang kita pilih. Jika hidup adalah pilihan maka setiap pilihan mengandung resiko. Jika resiko perlu diatasi maka proses mengatasi resiko ini butuh kerja keras atau upaya maksimal. Dalam melakukan upaya tersebut tentu akan dihadapkan pada rintangan bahkan kegagalan karena tidak teratasinya resiko itu, maka masalah hadir di sini sebagai akibat dari proses yang panjang itu.
Jika kita cermati dengan bijak, hidup itu adalah masalah. Dikatakan masalah adalah karena adanya ketimpangan antara keinginan dan kenyataan. Masalah adalah jembatan tipis antara impian dan kenyataan, keinginan dan kebutuhan, potensi dan fenomena, harapan dan balasan. Masalah hidup adalah seni. Tanpa masalah tentu hidup tidak memiliki seni. Tanpa seni tentu hidup tidak akan menjadi menarik. Justru masalah yang menciptakan kehidupan manusia berirama, bertempo, bergelombang, intuitif, was-was, cemas, bahkan penuh kejutan. Masalah begitu setia menjadikan hidup manusia berwarna.
Lalu, pertanyaan berikutnya mengapa manusia mengeluh karena masalah dan mempersoalkan si masalah itu? Sepertinya kita belum sadar jika pepatah tua dan turun-temurun itu selalu diucapkan tak kenal maka tak sayang. Pepatah itulah yang semestinya mendampingi kegelisahan kita jika didekati oleh masalah. Tentu, kita gelisah ketika bertemu masalah karena kita tidak mengenali masalah itu, mendekati, menjinakkan, sehingga masalah itu menjadi sesuatu yang akrab dalam hidup kita. Karena, orang bilang, masalah itu tidak boleh dihindari tapi dihadapi dan ditaklukkan.
Menyadari tentang masalah adalah akibat dari keputusan kita. Masalah adalah jembatan penghantar kedewasaan kita. Masalah adalah alat ukur kemampuan kita. Masalah adalah penghubung prestasi besar masa depan. Tentu kita akan merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan hari ini. Dalam konteks hipnoterapi, ada istilahnya self-hypnotherapy, artinya bahwa kondisi individu di mana ia mampu menyembuhkan penyakit dirinya dengan cara-cara yang ia lakukan sendiri, mampu mengobati sendiri.

Trik Jitu Menyelesaikan Masalah
Saya ingin menyampaikan tentang langkah-langkah menyelesaikan masalah. Setidaknya ada beberapa tahapan sederhana yang harus dilakukan kita untuk menghindari persepsi salah tentang masalah dan terperangkap dalam jebakan masalah hidup.
Pertama, bangun lebih awal. Jika Anda umat Islam tentu salat Subuh adalah kewajiban pertama yang harus kita laksanakan. Bangun di pagi hari lebih awal dari orang lain akan memberikan efek positif bahwa kita mampu mendahului bangunnya orang lain. Di sinilah kita mulai bangun dan mendinginkan otak kita dengan berwudu lalu salat. Secara psikologis, aktivitas religious akan berdampak pada ketenangan diri. Sehingga kita akan siap untuk menghadapi aktivitas berikutnya dalam kondisi fit fisik maupun psikis.
Ke dua, mulailah dengan bacaan yang memotivasi. Hindari membaca pesan di medsos yang bersifat mencela, menggunjing, hoak bahkan kebohongan publik atau pesan bersifat guyon, semua harus dihindari. Pagi hari, otak kita sedang segar dan siap untuk menerima informasi awal. Jika informasi awal diawali dengan hal-hal negatif maka dipastikan hari tersebut akan menjadi negatif; baik pikiran maupun aktivitas.
Ke tiga, mulailah berkomunikasi kepada orang-orang yang memiliki pikiran positif. Membangun perilaku positif itu harus dirawat oleh bacaan positif dan orang-orang positif. Sehingga, impian tersebut akan menjadi kenyataan sesuai harapan jika tahapan demi tahapan dijaga dengan baik.
Ke empat, pilihlah aktivitas yang akan Anda lakukan adalah aktivitas yang Anda sukai. Sebagian besar orang menginginkan kesuksesan sesuai apa yang sudah dicapai oleh orang lain. Padahal, kesuksesan yang dicapai oleh orang lain tidak secara otomatis bisa diadopsi oleh kita. Masing-masing orang memiliki jalan sukses yang berbeda. Jadi tidak boleh memaksakan pekerjaan yang tidak kita sukai hanya semata-mata tergoda oleh orang lain yang bisa sukses melalui pekerjaan itu. Mulailah pekerjaan yang menjadi hobi Anda, karena dari hobi, prestasi akan dicapai dengan mulus.
Ke lima, tepat waktu dalam beribadah. Semua agama mengajarkan kebaikan. Kebaikan itu dicitrakan dalam bentuk aktivitas religious. Kesuksesan yang kita capai bukanlah karena kita pintar semata, kehebatan kita bukan saja karena kita memiliki kreativitas dan kebesaran nama kita bukan sekedar karena kita memiliki jaringan yang kuat. Namun, semua hal tersebut ditentukan oleh kekuasaan Allah Sang Maha Esa yang menentukan segalanya. Berserahlah kepadanya setelah kita berikhtiar, agar kita senantiasa tegar dalam kondisi apapun, dalam kesulitan kita sabar dan dalam kelapangan kita senantiasa bersyukur. Yakinlah semua kita bisa, bersyukur dan ikhlas.


*) Penulis:
Nanan Abdul Manan
Pegiat literasi Kuningan
Kontak lebih lanjut  FB, IGNanan Abdul Manan


Penyunting: Saiful Amri, M.Pd.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MASALAH"

Post a Comment