Tali Silaturahmi dengan Sang Penebar Inspirasi

Oleh: Eva Djuliawati 


"Assalamualaikum, masih di Bandung?" Itulah chat yang aku terima dari seseorang di messenger facebook beberapa menit lalu. Pikiranku langsung menanyakan, siapa gerangan yang mengirim pesan tersebut? Apakah teman kuliah atau teman sekolahku dulu?

Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, aku buka profil facebook pengirim pesan. Hanya saja, nama dan fotonya tidak bisa kuingat dalam memoriku. Biasanya, setelah melihat nama dan fotonya, aku bisa menebak orang yang bersangkutan. Tertulis di situ 'Abah Restu' sebagai nama dan foto bunga anggrek sebagai gambar profilnya. Sudah lelah mencari tahu, akhirnya kuputuskan saja untuk menjawab, "Alhamdulillah masih di Bandung, maaf ini dengan siapa, ya? Teman waktu sekolah di Sukabumi atau di Bandung?" Namun, sampai keesokan harinya, tak kutemui balasan dari pengirim chat di messenger-ku itu.

Semakin bertambah rasa penasaranku untuk mencari tahu siapa gerangan orang tersebut. Menjelang sore, sepulang mengajar aku iseng membuka handphone untuk melihat siapa saja teman si pengirim chat  kemarin. Sambil beristirahat melepas lelah sebelum mandi sore dan menunggu waktu salat magrib, aku mulai meneliti apakah teman-teman 'Abah Restu' ada juga yang sama dengan temanku? Tetapi sudah hampir sepuluh menit membuka daftar teman-temannya, tidak satupun nama temannya yang kukenal. Kali ini, aku menyerah lagi. Baiklah, aku mandi dan salat magrib berjemaah saja.

Sepulang dari masjid dan selesai makan malam bersama, aku berpamitan kepada keluarga kecilku untuk masuk kamar. Rasa penasaran tentu masih ada, sehingga di kamar aku segera cek handphone. Barangkali ada pesan baru dari dia. Dengan hati yang penuh keingintahuan yang tinggi, aku langsung membuka messenger facebookku dan mendapatkan ada notifikasi yang memberitahukan ada pesan baru di messenger. 
"Saya pernah mengajar di SMPN 2 Cibadak Sukabumi," jawabnya singkat. 
Langsung saja ingatanku berusaha menerka nama-nama guru yang pernah mengajar di sekolah tersebut sebelum aku pindah ke kota Bandung. Informasi lainnya yang kudapat adalah  bahwa dia sekarang sudah mulai menjalani masa purnabaktu dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah sebuaj SMP Negeri yang tidak jauh dari tempat tinggal  Beliau di Cimahpar Indah. Ingatanku tertuju kepada seorang guru yang merupakan guru Bahasa Inggris pertama kami yang terakhir kali kukirimi surat ketika diterima masuk menjadi mahasiswa di UPI. Kemudian, aku tertuju pada suatu nama. Tak salah lagi, beliau adalah Bapak Ahmad Suhaeli. Langsung saja, aku membalas pesan beliau untuk membuktikan perkiraanku.
 "Alhamdulillah Bapak masih ingat kepada saya. Saya sudah mulai mengajar di almamater saya. Apakah ini benar dengan Pak Ahmad Suhaeli? Guru Bahasa Inggris pertama saya di SMPN 2 Cibadak, Sukabumi?"
Jemariku begitu lincah mengetikkan kalimat itu. Bagaimana tidak, aku begitu penasaran. Tanpa menunggu lama, pesan baru pun masuk di ruang percakapan kami. 
"Iya, benar!" begitu balas beliau.

Wah! Ini seperti mimpi.
Sepenggal chat singkat tersebut berhasil mempertemukanku dengan Sang Penebar Inspirasi, guru Bahasa Inggris pertamaku di SMP dulu. Meskipun begitu singkat, chat tersebut adalah awal tali silaturahmiku dengan Beliau untuk terus menerus menebar inspirasi, tiada henti.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tali Silaturahmi dengan Sang Penebar Inspirasi"

Post a Comment