Membangun Rasa Nasionalisme Melalui Pendidikan Sejarah



Oleh Yati Mulyawati
SMA Negeri 1 Ciawi Kab. Tasikmalaya

Permasalahan nasionalisme Indonesia masa kini
Muncul sebuah kekhawatiran, bila rasa nasionalisme sudah luntur di dalam jiwa bangsa Indonesia. Rasa nasionalisme adalah sebuah rasa yang berasal dari ikatan historis, sosiologi dan budaya, yang melahirkan rasa kebersamaan dan kesamaan. Namun, rasa nasionalime bangsa ini mulai teruji dengan dibenturkan pada fenomena  sosial yang berasal dari dalam (intern) diantaranya kemiskinan yang semakin meningkat, korupsi, konflik-konflik kepentingan partai dan golongan, kesenjangan sosial-ekonomi, ketidakpastian pelaksanaan hukum, jurang generasi, dan banyak lagi, secara eksternal kita menghadapi fenomena global, seperti liberalisasi ekonomi, memudarnya ideologi, dan meningkatnya komunikasi lintas batas negara dan kebudayaan.
Tantangan internal dan eksternal tersebut niscaya mempengaruhi kadar dan muatan nasionalisme kita. Nasionalisme kita hanya akan dapat dijaga dan dipelihara apabila kita secara mantap dan konsisten berupaya keras untuk meminimalisasi bahkan kalau bisa harus menghilangkan fenomena internal di atas. Barangkali ini adalah upaya yang jauh lebih keras dan berat dibandingkan bangsa-bangsa lain karena Indonesia adalah negeri majemuk terbesar di dunia. Sebagai bangsa majemuk terbesar, kita juga paling rentan perpecahan dan disintegrasi.

Peran keluarga dan guru dalam pembentukan rasa nasionalisme
Pemahaman sejarah masa lalu sangatlah penting untuk membangun rasa nasionalisme. Disinilah peran guru sejarah dan keluarga begitu penting untuk memberi wawasan kesejarahan, yang nantinya akan membentuk pemahaman kebangsaan yang baik. Keluarga sebagai lembaga sosialisasi primer, memiliki beberapa fungsi sosial, salah satunya adalah fungsi edukatif. Pentransferan rasa nasionalisme bisa dimulai dari pemahaman anak kepada silsilah keluarganya. Rasanya sangat sulit bila kita mengharapkan generasi muda sekarang memiliki rasa nasionalisme, bila dirinya sendiri tidak tahu akan akar sejarahnya sendiri.
Membangun nasionalisme yang diawali dengan pengenalan diri sendiri, pengenalan manusia, yang akhirnya berkembang pada pengenalan bangsa, itu yang harus pertama kali ditanamkan. Sebab bangsa ini terbentuk dari sekumpulan individu yang berinteraksi di sebuah wilayah yang berlangsung secara terus menerus sehingga  terbangunlah sebuah identitas yang sama. Identitas ini lah yang kemudian menjadi semangat kebersamaan yang akan sangat nampak bila bangsa dan negara ini menghadapi ancaman dan tantangan baik dari dalam, maupun dari luar.
Selain keluarga, secara formal, guru sejarah di sekolah pun memiliki peran yang penting. Nilai-nilai nasionalisme tidak bisa langsung diajarkan kepada peserta didik, tanpa peserta didik itu memahami apa sebenarnya sejarah? Alangkah baiknya bila guru sejarah memulai pembelajaran sejarah dengan membahas hakikat sejarah, karena di dalam hakikat sejarah, termuat  konsep-konsep dasar mengenai ruang, waktu dan peristiwa.
Konsep ruang, bisa kita mulai dengan mengenalkan wilayah Indonesia secara fisik, yaitu mulai dari letak Indonesia secara astronomi  juga secara geografis. Pengenalan wilayah ini memberikan pendeskripsian yang lengkap mengenai karakteristik wilayah Indonesia, baik secara luas, iklim, kekayaan alam Indonesia yang ada di darat, laut juga udara, keragaman budaya, bahasa serta peran Indonesia dalam pergaulan dunia, mulai dari abad ke-4 hingga sekarang.
Konsep waktu yang dipaparkan dalam hakikat sejarah, akan memberikan penjelasan secara gamblang, bahwa kehidupan kita pada masa ini, dipengaruhi oleh kehidupan manusia pada masa lalu, yang akan mempengaruhi kehidupan manusia  di masa yang akan datang. Pemahaman tentang waktu sangat penting, karena akan memberikan pemahaman dasar mengenai konsep masa depan, sehingga diharapkan generasi muda Indonesia bisa mempersiapkan diri untuk berperan aktif di masa yang akan datang. Mereka bisa mensikapi perubahan-perubahan sosial yang terjadi di negeri ini dengan bijaksana yaitu dengan tetap memegang teguh nilai-nilai dan norma-norma  sosial yang berlaku di Indonesia. Sehingga tantangan intern yang telah dikemukakan sebelumnya bisa di minimalisir bahkan bisa dihapus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Bila konsep dasar pemahaman sejarah telah di mengerti oleh peserta didik yang merupakan bagian dari generasi muda Indonesia, pondasi dasar rasa kebangsaan (nasionalisme) telah pula terbentuk, baik disadari atau pun tidak. Pola pikir generasi muda akan kekayaan wilayah, konsep waktu yang berkesinambungan, sejarah heroik bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, akan teraplikasi secara nyata dalam kehidupan generasi muda Indonesia masa kini. Walaupun bentuk nasionalisme yang berkembang, tidak seheroik dan sedramatis ketika bangsa ini menghadapi revolusi fisik. Nasionalisme Indonesia gaya baru, bisa kita lihat dari bagaimana generasi masa kini memanfaatkan kekayaan alam dengan sebaik-baiknya, dan mensikapi semua yang kita miliki dan permasalahan yang kita hadapi dengan bijaksana.
























Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membangun Rasa Nasionalisme Melalui Pendidikan Sejarah"

Post a Comment