MENGENALI SISTEM PENJAMIN MUTU EKSTERNAL

oleh Jamaludin

Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nsional menyebutkan bahwa Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai *_tujuan pendidikan nasional_*, yaitu untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia.
Selanjutnya sebagaimana diamanatkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005, setiap Satuan Pendidikan pada jalur formal dan nonformal *_wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan_*
Penjaminan mutu pendidikan tersebut bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan.
Dalam Permendikbud Nomor 28 tahun 2016 bahwa Penjaminan Mutu Pendidikan adalah suatu mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu.

Peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab dari setiap komponen di satuan pendidikan.
Sesuai peraturan perundangan yang berlaku *_setiap satuan pendidikan wajib melakukan penjaminan mutu sesuai kewenangannya_*
Peningkatan mutu di satuan pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu pada seluruh komponen sekolah.
Untuk peningkatan mutu sekolah secara utuh dibutuhkan pendekatan khusus agar seluruh komponen sekolah bersama-sama memiliki budaya mutu. Untuk itu dibutuhkan program *Penjaminan Mutu Pendidikan* di sekolah dengan pendekatan pelibatan seluruh komponen sekolah ( *_whole school approach_* ).

Supaya proses penjaminan mutu dapat berjalan dengan baik untuk semua tahapan pada siklus penjminan mutu, sistem penjaminan mutu terbagi ke dalam dua cara yakni *_Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)_* dan *_Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)_*
SPMI adalah sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen satuan pendidikan sedangkan SPME yaitu sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, lembaga akreditasi dan lembaga standardisasi pendidikan.

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dilaksanakan melalui 6 tahapan siklus penjaminan mutu yakni terdiri dari atas :
*(a)* memetakan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan;
*(b)* membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam Rencana Strategis Pembangunan Pendidikan;
*(c)* memfasilitasi pemenuhan mutu di seluruh satuan pendidikan;
*(d)* melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan pemenuhan mutu;
*(e)*mengevaluasi dan menetapkan Standar Nasional Pendidikan dan menyusun strategi peningkatan mutu; dan
*(f)* melakukan akreditasi satuan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Pemerintah daerah dalam proses *_Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)_* mempunyai tugas dan fungsi mengawal semua proses dan pelaksanaan penjaminan mutu eksternal dan penjaminan mutu internal.
Sehingga untuk terlaksananya proses sistem penjaminan eksternal diperlukan dibentuk sebuah tim yang langsung dan khusus menangani bagaimana proses penjaminan mutu di daerah berjalan dengan terstruktur dan terukur oleh karena itu perlu dibentuk *_Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD)_*
Secara umum maksud dibentuknya TPMPD untuk melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap satuan pendidikan dalam pengembangan SPMI sesuai kewenangan masing-masing.

_mudah mudahan bermanfaat.

Jamaludin, Pengawas SD  Kecamatan Cianjur

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENGENALI SISTEM PENJAMIN MUTU EKSTERNAL"

Post a Comment