ASYIKNYA BELAJAR SEJARAH


Dr. RASTO, M.Pd.
(GURU SEJARAH SMA NEGERI 1 TERISI-INDRAMAYU)

Profesi guru adalah orang yang bekerja atas panggilan hati nurani. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani., Sehingga guru akan merasa senang dan penuh motivasi dalam melaksanakan tugas berat dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Jabatan guru adalah juga sebagai sebuah profesi karena menjadi seorang guru dituntut suatu keahlian tertentu yaitu mengajar, mengelola kelas, merancang pengajaran, mendidik, mengevaluasi serta melaksanakan tidak lanjut dan saya sudah terlanjur “jatuh cinta” pada profesi guru.
Pengalaman menjadi guru mata pelajaran sejarah, dimana pelajaran ini termasuk salah satu mata pelajaran yang “kurang disukai” dan “kurang diminati” oleh peserta didik  di SMA Negeri 1 Terisi. Informasi ini diperoleh setelah diadakan observasi dan tukar informasi dengan guru mata pelajaran lain di sekolah. Ada tiga kendala utama yang teridentifikasi sebagai penghambat proses pembelajaran sejarah selama ini, yaitu:  Pertama, rendahnya motivasi belajar. Bukti rendahnya motivasi belajar peserta didik,seperti  ada peserta didik yang hobinya whatsapp, facebook, mainan kertas di kelas ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung dan ada juga peserta didik yang keluar masuk ke kelas dengan alasan ke toilet. Rendahnya motivasi  peserta didik juga disebabkan kurangnya sarana dan sarana proyektor  yang masih terbatas. Peserta didik kurang fokus dalam pembelajaran, hal ini disebabkan factor guru yang kurang memahami manajemen kelas dan juga masih belum memahami karakteristik peserta didik.
Kedua, tidak memanfaatkan pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komputer atau TIK. Untuk mengembangkan keterampilan abad 21 dalam  mengatasi masalah diperlukan guru-guru yang mengembangkan pembelajaran model- model pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Diperlukan pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan era revolusi industri 4.0, yaitu pembelajaran yang sudah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Selama ini pembelajaran dilaksanakan belum memanfaatkan TIK karena kekurangan sarana dan prasarana jaringan wifi yang dimiliki oleh sekolah. Ketiga, metode pembelajaran  yang kurang tepat, penggunaan metode pembelajaran tersebut  menyebabkan rendahnya kemampuan peserta didik dalam memahami dan menerapkan konsep materi pelajaran, Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan keterampilan kooperatif dan hasil belajar peserta didik baik secara individual maupun klasikal.
Mata pelajaran Sejarah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembentukan watak dan kepribadian bagi generasi emas. Mata pelajaran Sejarah merupakan mata pelajaran yang erat kaitannya dalam pembentukan karakter bangsa. Sejarah memiliki makna dan posisi yang strategis, mengingat: (a) manusia hidup masa kini sebagai kelanjutan dari masa lampau sehingga pelajaran sejarah memberikan dasar pengetahuan untuk memahami kehidupan masa lalu, dan membangun kehidupan masa depan, (b) sejarah mengandung peristiwa kehidupan manusia di masa lampau untuk dijadikan guru kehidupan (Historia Magistra Vitae), (c) pelajaran sejarah adalah untuk membangun memori kolektif sebagai bangsa untuk mengenal bangsanya dan membangun rasa persatuan dan kesatuan, (d) sejarah memiliki arti strategis dalam pembentukan watak dan peradaban bangsa yang bermartabat serta dalam pembentukan manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Guru sejarah dituntut untuk membuat belajar sejarah menjadi pembelajaran yang mengasikan. Tantangan tersebut harus bisa di jawab dan dicarikan jalan keluarnya oleh setiap guru sejarah.
Upaya yang dilakukan penulis untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, pemanfaatan TIK dalam pembelajaran dan penggunaan metode yang tepat dalam pembelajaran sejarah diantaranya: Pertama, Pembelajaran dengan memanfaatkan android untuk pembelajaran sejarah. Perkembangan teknologi informasi dan computer (TIK) saat ini yang semakin pesat memberikan tantangan tersendiri bagi semua aspek kehidupan. Aktifitas keseharian senantiasa secara langsung atau tidak langsung bersentuhan dengan perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Namun, pemanfaat TIK dalam bidang pendidikan dirasakan belum optimal, khususnya bagi guru yang mengembangkan model pembelajaran yang mengintegrasikan TIK. Selama ini guru belum memanfaatkan kelebihan yang dimiliki peserta didik, handphone yang dimiliki peserta didik bisa dijadikan oleh guru sebagai sarana dan sumber belajar. Seorang guru dituntut untuk bisa memanfaatkan “tol langit” dalam upaya meningkatkan mutu dan kwalitas pembelajaran sejarah. 

Kedua, Metode Bermain Peran (Role Playing). Belajar sejarah tidak harus “terbelenggu dan terkurung” di dalam kelas, bermain peran membuat peserta didik belajar tanpa harus di paksa. Metode bermain peran dalam proses pembelajaran bertujuan agar siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku, atau ungkapan gerak-gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial atau manusia. Kelebihan atau keunggulan menggunakan metode bermain peran adalah sebagai berikut: dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa, di samping menjadi pengalaman yang menyenangkan juga memberi pengetahuan yang melekat dalam memori otak, sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan membuat kelas menjadi dinamis dan antusias, membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan, dan peserta didik dapat terjun langsung untuk memerankan sesuatu yang akan dibahas dalam proses belajar. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Terisi adalah kolaborasi guru sejarah dengan guru mata pelajaran seni budaya dan Bahasa  Indonesia dengan mengadakan kegiatan pentas “Sandiwara” sebagai bahan penilai ujian sekolah. 

Gambar 2.” Belajar Sejarah dengan Metode Bermain Peran”

Ketiga, pembelajaran sejarah yang menyenangkan dengan melakukan peningkatan kreativitas, komunikasi dan kolaborasi yaitu dengan membuat maket “Garuda Wisnu Kencana-Bali”.  Maket adalah bentuk tiruan baik itu rumah, gedung, kapal, pesawat terbang, dan benda lainnya yang dibuat dalam bentuk tiga dimensi dan skala kecil dan biasanya terbuat dari bahan kayu, styrofoam, kertas, tanah liat, dan media lainnya.
Adapun manfaat yang penulis rasakan selama menggunakan pembelajaran dengan membuat maket ini adalah :
a. Meningkatkan motivasi siswa belajar karena peraga dapat merangsang tumbuhnya  perhatian serta mengembangkan keterampilan,
b. Dapat menarik perhatian peserta didik dengan melalui media pembelajaran model/tiruan,    
c Dapat mengubah guru sebagai transmisi yang berfungsi sebagai penghantar, menjadi fasilitator, peraga membuat siswa lebih aktif,
d. Membuat siswa menjadi lebih aktif berpikir dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, karena siswa tidak sekedar mengingat dan mendengarkan, namun mengembangkan pikirannya dengan fakta, siswa seakan – akan melihat benda yang nyata dengan media 3D,
e. Menimbulkan ketertarikan siswa untuk berfikir dan menyelidikinya,
f. Pembelajaran akan berjalan dengan lebih sempurna karena murid dapat belajar langsung dengan menggunakan bahan-bahan replika atau mirip dengan aslinya, dan
g. Murid dapat memahami tentang sifat, bentuk serta pergerakan sesuatu benda itu dengan lebih baik.

Demikian pengalaman mengajar sejarah dengan menggunakan berbagai strategi, mengingat mata pelajaran sejarah merupakan mata pelajaran yang kurang disukai siswa SMA. Adalah sangat penting mencari cara dan strategi yang jitu dalam mengajar pelajaran apapun, mengingat guru professional harus bisa mencapai tujuan pembelajaran dalam setiap proses belajar mengajar.


DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Rasto, lahir pada tanggal 02 Oktober 1977  di Indramayu, Jawa Barat. Penulis menempuh SDN Wirapanjunan lulus 1991, SMPN 1 Kandanghaur Indramayu lulus 1994 dan SMUN 1 Kandanghaur Indramayu lulus 1997. Setelah itu melanjutkan studi S1 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jurusan Pendidikan Sejarah dan lulus  2001. Studi S2 di Universitas Kuningan (UNIKU) Jurusan Pendidikan Ekonomi, lulus 2011.  Penulis tahun 2014 melanjutkan studi S3 Program Doktor Ilmu Pendidikan konsentrasi Manajemen Pendidikan di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung dan lulus 2018.
            Disela-sela kesibukannya mengajar, penulis acap kali menulis artikel di media masa dan media online. Publikasi hasil penelitian dalam jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi dan salah satu penulis buku ber-ISBN pada buku yang berjudul “8 Karya Inspiratif Menarik Perhatian Anak Didik” tahun 2018. Sedangkan buku ke-2 nya:“Budaya Profesional untuk kemajuan pendidikan”. Ada lagi buku solo yang pernah dibuatnya berjudul “ Kapitulasi Kalijati, Catatan Sejarah tentang Pendudukan Jepang di Indonesia”, tahun 2019. 


Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "ASYIKNYA BELAJAR SEJARAH "