DISEMINASI PERLINDUNGAN GURU BAGI GURU TK, SD, SMP DI LINGKUNGAN KABUPATEN GARUT

Sebagian peserta deseminasi Perlindungan Guru

Garut.Guneman (2/11) Beberapa waktu yang lalu kita dikagetkan dengan terjadinya berbagai tindak kekerasan yang dilakukan terhadap guru. Dasrul guru SMK Negeri 2 Makassar dipukuli orangtua siswa hingga mengalami patah pada bagian hidung, karena sang orangtua tidak menerima anaknya didisiplinkan oleh guru arsitektur tersebut. Kasus yang lain menimpa guru Seni Rupa SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura. Guru yang menjadi korban itu bernama Ahmad Budi Cahyono, meninggal dunia di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Juga yang terjadi pada Makrina Bika, seorang guru SMAN 4 Kupang yang juga dianiaya orangtua siswa. Di samping itu banyak kasus-kasus lainnya yang menimpa guru, termasuk berbagai ancaman kekerasan baik fisik maupun sekedar lisan.

Pangkal masalahnya juga terkadang sepele. Ada yang karena ditegur, bersenggolan, sedikit didisplinkan dan hal lainnya yang terkadang biasa saja bagi orang kebanyakan. Hanya ketika menimpa pada siswa dan orang tua yang tempramental dan tidak bsa menghargai guru akibatnya jadi luar biasa, bahkan tidak jarang berakhir dengan penganiayaan dan kematian bagi guru.

Fenti Inayati, M.Ag. saat menyampaikan diseminasi
Banyaknya kasus terkait dengan perlindungan guru tersebut mendorong Fenti Inayati, M.Ag. selaku Duta Perlindungan Guru gencar melakukan sosialisasi dan deseminasi Perlindungan Guru ke berbagai pihak. Salah satunya dilakukan kepada sekira guru-guru TK, SD dan SMP yang ada di lingkungan Kabupaten Garut bertempat di Aula PD PERSIS (2/11). Pada kegiatan deseminasi ini Duta Perlindungan Guru yang juga guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Tarogong Kaler ini bekerjasama dengan Pimpinan Pusat Persistri dan Pimpinan Daerah Persistri Kabupaten Garut,  

Pada kegiatan  yang dibuka secara resmi oleh Husni Rofikoh selaku Bidang Tarbiyah PP Persistri ini penyandang predikat ASN berprestasi Kabupaten Garut 2019 ini menyampaikan materi seputar kebijakan Perlindungan  Hak Anak, Perlindungan Hukum, Etika Profesi Guru dan Perlindungan Profesi. Selain itu pada kegiatan yang dimoderatori oleh Mardiah disampaikan pula tentang Perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Simulasi Perlindungan.

Menurut Fenti, guru adalah profesi mulia yang seharusnya dihormati. Guru sejatinya merupakan unsur terpenting dunia pendidikan, karena guru berhubungan atau berinteraksi langsung dengan peserta didik. Lebih lanjut aktivis keagamaan dan MGMP PAI ini menjelaskan bahwa guru menjadi komponen paling berpengaruh menciptakan peserta didik berkualitas. Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sebagian peserta diseminasi berfoto bersama

Diseminasi Perlindungan Guru Pendidikan  ini diikuti oleh 120 guru dari 42 Kecamatan di Garut. Menurut Perempuan Inspiratif Garut versi IJTI ini sebelumnya deseminasi sudah dilakukan di dua lokasi, yaitu  di hadapan guru-guru TK, SD, SMP dan SMA wilayah Cibatu bertempat di komplek SDIT Al-Manar Mekarsari Kecamatan Cibatu Kab. Garut pada  26 oktober 2019, dan pada  28 Oktober di Aula STAIPI Garut bersama guru guru TK,SD,SMP wilayah kecamatan Tarogong Kidul. Deseminasi berikutnya akan dilaksanakan pada November minggu ke empat  di kantor Disdik Kabupaten Garut di gedung aula Dewi Sartika yang akan mengundang guru-guru TK, SD, SMP se Kabupaten Garut dan akan bekerja sama dengan PGRI Garut. (Enang Cuhendi-Guneman)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DISEMINASI PERLINDUNGAN GURU BAGI GURU TK, SD, SMP DI LINGKUNGAN KABUPATEN GARUT"

Post a Comment