MENJADI GURU PROFESIONAL ABAD KE-21



Oleh : M. Taufik, S.Pd., M.Si.
(Kepala SMP Negeri 1 Balongan)

“Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa”, lantunan syair lagu Hymne Guru sangat melekat pada diri guru yang memang tak pernah mendapatkan “tanda jasa”. Penggalan syair tersebut memiliki filosofi yang sangat mendalam yang harus dimaknai positif oleh para guru. Filosofi yang terkandung dalam kalimat tersebut adalah bahwa sejatinya seorang guru adalah pahlawan bangsa yang sudah banyak menghasilkan sosok-sosok hebat di negeri ini, dan sesungguhnya “tanda jasa” yang diperoleh seorang guru adalah sebuah kebanggaan ketika melihat hasil kerja kerasnya dalam melaksanakan pembelajaran yang kemudian melahirkan orang-orang hebat bukan saja diakui di negeri sendiri akan tetapi diakui oleh dunia. Semua ini berkat profesionalitas guru,

Tuntutan profesionalitas guru sebenarnya bukan saat ini saja, namun sejak kurikulum diberlakukan di negeri ini, maka sejak itu pula guru dituntut professional dalam melaksanakan tugas pokonya. Namun istilah “profesionalisme’ muncul ketika peralihan kurikulum 2006 ke kurikulum 2013. Profesionalitas guru diukur dari kompetensi guru dalam memutahirkan kompetensinya sesuai tuntutan jaman yang bisa mengangkat citra, harkat, dan martabat dirinya.

Persoalan pendidikan tidak pernah lepas dari permasalahan budaya dan karakter yang merupakan dampak dan imbas dari globalisasi. Maka tidak heran ketika kurikulum 2013 dirilis unsur budaya dan karakter diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran. Pendidikan sebagai agen konstruktif perbaikan masyarakat harus diwujudkan secara nyata, sekolah tidak hanya sekedar mengembangkan intelektual peserta didik, namun juga membekalinya dengan pendidikan karakter untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Pendidikan harus berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, religius, semangat kebangsaan, serta mampu beradaptasi di era global.


Bagaimana guru professional di abad ke-21 ?

Ada lima tuntutan yang harus dipenuhi guru untuk menjadi professional, yaitu (1) komitmen pada siswa dan proses belajarnya, (2) menguasai materi ajar yang diajarkannya, serta menguasai teknik, strategi dan metode menyampaikan materi ajarnya, (3) bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai evaluasi, (4) mampu berpikir sistematis dan melakukan inovasi dalam melaksanakan pembelajaran, (5) mampu menjadi bagian dari masyarakat belajar di lingkungan profesinya. Namun, seiring dengan tantangan global dan revolusi industry 4.0 serta pendidikan abad 21, maka tuntutan lain yang harus dipenuhi, yaitu (1) memiliki kepribadian yang matang dan berkembang, serta senantiasa berpikir kedepan, (2) menguasai bidang ilmunya, (3) mampu menguasai teknologi dan memiliki keterampilan membangkitkan peserta didik menguasai sains dan teknologi, dan (4) mengembangkan profesinya secara berkelanjutan.

1.    Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang, serta senantiasa berpikir kedepan

Guru sebagai “leader: di kelas harus bisa menjadi teladan bagi peserta didik yang secara sadar bahwa dirinya bukan satu-satunya sumber belajar, orang yang lebih tahu serta senantiasa berkeinginan mengembangkan potensi dan kompetensi dirinya mengikuti perkembangan jaman. Guru harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, kreatif, dan inovatif yang dapat mempengaruhi semangat belajar siswa.

2.    Menguasai bidang ilmunya
Dengan bekal kompetensi sesuai dengan kualifikasi akademiknya guru harus mampu menguasai ilmunya dan mampu mengimplementasikannya kedalam kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan teknik, strategi dan metode yang dilakukannya dalam menyampaikan materi ajarnya.



3.    Mampu mengusai teknologi dan memiliki keterampilan membangkitkan peserta didik menguasai sains dan teknologi

Guru hendaknya terampil dan menguasai teknologi dalam penggunaan media belajar yang berbasis teknologi. Keterampilan membangkitkan peserta didik terhadap sains dan teknologi dapat dilakukan guru dengan menerapkan pendekatan saintifik yang mengarahkan siswa untuk berpikir logis, kritis, sistematis sesuai dengan tuntutan revisi kurikulum 2013 dengan implementasi HOTS (higher order thinking skills) dan 4C (critical thinking, creative, communication and collaborative).

4.    Mengembangkan profesinya secara berkelanjutan

Guru hendaknya mengembangkan potensi dan kompetensinya secara terus menerus dan berkesinambungan melalui berbagai macam kegitana seperti, MGMP, Workshop, Seminar, Diklat, melaksanakan publikasi ilmiah dan karya inovatif

Jika empat syarat tersebut dilakukan guru, maka niscaya cita-cita pendidikan yang bermutu pun akan tercapai yang akan berimbas pada mutu hasil belajar yang akan membawa peserta didik siap menghadapi era globalisasi dan tantangan revolusi industri 4.0. dan jika dikolaborasikan dengan hasil pendidikan karakter maka guru yang profesional akan melahirkan generasi cerdas yang berakhlak mulia, memiliki jati diri serta menguasai sains dan teknologi.


Mohamma Taufik, S.Pd.,M.Si.,  Lahir di Cirebon, 26 Maret 1965. Menyelesaikan pendidikan S-1 Bahasa Inggris dan   S-2 Administrasi Pendidikan.  Jabatan Kepala SMPN 1 Balongan Kabupaten Indramayu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENJADI GURU PROFESIONAL ABAD KE-21"

Post a Comment