Pendidikan Karakter Butuh Contoh

Hasil gambar untuk keteladanan
Enok Habibah
(Mahasiswa Pendidikan Masyarakat IKIP Siliwangi 2019)

Indonesia merupakan negara yang banyak dihuni oleh orang-orang pintar. Tetapi, inilah tanah air kita. Memiliki masyarakat yang cerdas tetapi banyak yang berkarakter tidak baik. Sebagai contoh,  banyak menteri dan pejabat yang korupsi.

Apakah menteri orang bodoh?  Tentu tidak. Dengan seleksi ketat Presiden,  dia orang unggul dalam prestasi.  Namun,  ternyata kecerdasan tidak selalu berbanding lurus dengan karakter.  Nah, inilah pentingnya pendidikan karakter di negara tercinta ini.

Sejenak Penulis merenung,  "Banyak orang tahu apa yang baik dan apa yang buruk. Berbicara mengenai kebaikan, namun melakukan yang sebaliknya."

Dengan demikian,  pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting. Meski sifat manusia itu memiliki ciri khas masing-masing,  seperti:
1. Koleris ,  tipe ini menyukai kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, ataupun menjadi bos atas dirinya sendiri.
2. Sanguinis , tipe yang simple dan praktis, ceria dan selalu senang, menyukai kejutan, menyukai kegiatan social dan bersenang-senang.
3. Plegmatis , tipe ini menyukai kerjasama, suka menghindari konflik, benci perubahan mendadak. Teman bicara yang menyenangkan dan enak, menyukai hal yang pasti.
4. Melankolis merupakan tipe yang menyukai hal-hal detail, menyimpan kemarahan, perfeksionis, menyukai kegiatan rutin.

Umumnya,  orang  cenderung menghargai yang pintar dan cerdas. Nah, pintar dalam arti apa dulu, nih? Juara olimpiade? Nilai akademik bagus? Pandai berbicara? Pandai berargumentasi? Juara umum? atau apa?

Menurut beberapa informasi yang penulis dapatkan. Cerdas adalah melakukan sesuatu yang bermanfaat. Misalnya,  efek yang akan terjadi hingga ke fungsinya. Sedangkan  pintar adalah orang yang haus akan ilmu dan pandai dalam hal akademik.

Sekarang, memilih yang  mana? Pintar, cerdas tapi berkarakter buruk.  Ataukah memilih biasa saja, tetapi berkarakter mulia?

Idealnya,  berusaha menjadi orang pintar, cerdas, dan berkarakter luhur. Karena, jika menjadi orang  cerdas tetapi berkarakter buruk, kepintaran itu bisa digunakan menjadi suatu kejahatan. Namun,  jika kecerdasanya biasa saja tetapi berkaraker baik. Dia akan tetap membawa kebaikan bagi sekitarnya.

Sifat baik memang harus diwujudkan, tetapi usahakan juga pintar. Kenyataannya,  kejahatan di mana-mana. Inilah tugas orang baik. Mampu menggantinya dengan suatu karakter yang bermanfaat, bagus dan ideal.

Indonesia, sudah menetapkan pendidikan karakter di  sekolah. Seperti halnya membuang sampah pada tempatnya, menyayangi teman,   menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.

Tetapi, mengajarkan saja  tidak cukup. Seperti yang saya renungkan di atas, bahwa “Banyak orang tahu apa yang baik dan apa yang buruk , berbicara mengenai kebaikan namun melakukan yang sebaliknya."

Itulah kenyataannya,  banyak pelajar  Indonesia mengetahui  yang baik dan yang buruk.  Tetapi,  tidak cukup sebatas tahu. Mereka membutuhkan  contoh nyata yang menunjukkan kebaikan.

Sebagai contoh,  yang ada dalam kehidupan sehari-hari terkadang tak sesuai dengan materi yang ada di sekolah.

Kami membutuhkan contoh nyata. Agar   memahami arti dari pendidikan karakter. Dalam kehidupan nyata,  seharusnya  mudah ditemukan karakter yang baik.  Dan diberi panduan,  bagaimana cara mewujudkannya.

Selama ini, banyak pelajar yang mempunyai  karakter buruk, karena  wujud keburukan terpampang di depan wajah mereka. Perilaku  anarkis, bergerombol, dan sejumlah masyarakat yang berkarakter buruk kini mudah didapatkan. Sedangkan karakter baik,  sulit dicari.

Jadi, menurut saya,  percuma saja. Pendidikan karakter yang ditetapkan jika tidak ada sosok contoh yang menjadi wujud nyata.

Dengan demikian,  pelajar dan masyarakat membutuhkan  pendidikan karakter beserta contohnya. Materi pelajaran, bukan satu hal yang   paling penting untuk pendidikan karakter. Namun membutuhkan hal lain,  yaitu  contoh nyata dan aplikasinya.

Semoga,  pendidikan karakter terus diwujudkan  dalam semua mata pelajaran di sekolah.   Diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai kebiasaan. Akhirnya menjadi kebudayaan bangsa yang mengakar.

Salam Berkarakter

Editor:
Mardiah Alkaff

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pendidikan Karakter Butuh Contoh "

Post a Comment