Remaja dan Smartphone, Kawan atau Lawan?


Oleh: Dinda Lesmanawati
(Guru SMP Negeri 3 Padalarang)

Remaja adalah saat manusia berumur belasan tahun. Masa ini,  tidak dapat disebut dewasa tetapi tidak pula bisa disebut anak-anak.

Remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa (Wikipedia). Fase peralihan ini menjadikan mereka mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi untuk bereksperimen dalam menjalani kehidupan.

Hal apa yang  membuat remaja bisa berkembang dan maju? Mereka berusaha menemukan jati diri, minat dan bakat.  Cenderung mencari cara agar dapat diterima di masyarakat. Bagaimana caranya? Dengan bantuan smartphone.

Smartphone merupakan telepon genggam yang  penggunaan dan fungsinya menyerupai komputer (Wikipedia). Hampir semua remaja menggunakannya untuk berbagai kepentingan. Misalnya, mencari sesuatu lewat google,  berkomunikasi, mencari arah  tempat,  update status, bahkan untuk  mengeksplor dunia lewat youtube.

Mereka juga memakainya untuk bermain game online, membohongi orang lain, merayu, bahkan hanya untuk sekedar berkomentar di media sosial. Ya, penggunaan smartphone bagaikan melihat mata uang dengan sisi yang berbeda.

Remaja dan smartphone bisa menjadi kawan baik ketika si remaja memilikinya untuk kebutuhan yang positif. Seperti akademis, mengamati tips   kehidupan sehari-hari yang praktis, mencari peluang kerja dan bisnis, atau menonton tayangan yang menunjang minat dan bakatnya.

Namun, smartphone  bisa menjadi lawan yang berbahaya ketika si remaja menggunakannya untuk hal  yang bersifat negatif.  Seperti menghujat orang lain, menulis status hanya untuk sekedar pamer, atau melihat konten yang berbau kekerasan dan hal yang tidak layak dikonsumsi remaja.

Tentu saja fungsi smartphone sebagai teman atau rival tidak terlepas dari sejauh mana remaja memakainya untuk hal positif atau negatif. Pilihan tersebut akan mengantarkan mereka berkembang menjadi manusia dewasa yang baik, buruk, atau gabungan keduanya.

Mari berharap agar remaja kita, tidak terlena oleh kemajuan teknologi smartphone. Kita upayakan agar mereka menjadi manusia dewasa yang mengerti bahwa alat hanya sekedar alat saja.

Pada akhirnya, kendali ada pada diri kita. Akankah smartphone membantu kita atau membahayakan kita?
It's all up to us.

Editor:
Mardiah Alkaff

(Padalarang 19 Nov 2019)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Remaja dan Smartphone, Kawan atau Lawan?"